Trenz Edutainment |Agenda pertunjukan Galeri Indonesia kaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation di akhir pekan di bulan Februari 2018 adalah menghadirkan berbagai pertunjukan bertemakan sastra.
Dan pertunjukan bertajuk Menjadi Manusia dengan Sastra oleh Budi Darma, Seno Gumira Ajidarma dan juga Violetta Simatupang menjadi tema acara yang digelar di Galeri Indonesia Kaya, Minggu (11/2).
“Menjadi Manusia dengan Sastra merupakan bentuk perayaan dan apresiasi terhadap para maestro sastra Indonesia yang karya-karya mereka sangat mempengaruhi kesusasteraan di Indonesia. Acara ini dimaksudkan untuk mengakrabkan sastra kepada generasi muda dan memberikan inspirasi bagi mereka untuk mengembangkan minat dalam dunia sastra sehingga muncul para calon-calon sastrawan di masa yang akan datang,”ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakt Budaya Djarum Foundation.

Gelaran Menjadi Manusia dengan Sastra, menghadirkan tokoh tokoh penting di dunia sastra Indonesia. Budi Darma merupakan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang pernah menerbitkan beberapa kumpulan esai, cerpen, dan novel. Budi Darma juga pernah mendapatkan penghargaan dari Balai Pustaka, Kompas, SEA Write Award (Bangkok), Anugerah Seni Pemerintah RI, Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia, dan Anugerah MASTERA (Brunei). Sebagai akademisi Budi Darma kerap diundang untuk berceramah, mengajar, menguji calon sarjana atau doctor sastra, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga sering di undang untuk melakukan penelitian, khususnya mengenai sastra Inggris atau Amerika.
Seno Gumira Ajidarma dikenal sebagai generasi baru di sastra Indonesia. Beberapa buku karyanya adalah Atas Nama Malam, Wisanggeni Sang Buronan, Sepotong Senja untuk Pacarku, Biola tak Berdawai, Kitab Omong Kosong, Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, dan Negeri Senja. Seno Gumira Ajidarma juga terkenal karena telah menulis tentang situasi di Timor Timur tempo dulu yang dituangkan dalam trilogy buku Saksi Mata (kumpulan cerpen), Jazz, Parfum, dan Insiden (roman), dan Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara (kumpulan esai).
Adapula Violetta Simatupang yang merupakan putri alm. Iwan Simatupang, sastrawan yang banyak menulis esai, cerita pendek, drama dan roman. Karya novel yang terkenal Merahnya Merah mendapat hadiah sastra Nasional 1970, dan Ziarah mendapat hadiah roman ASEAN terbaik 1977. Novelnya yang berjudul Kooong mendapatkan Hadiah Yayasan Buku Utama Department P Dan K 1975. Pada tahun 1963, Iwan Simatupang juga pernah mendapat hadiah kedua dari majalah Sastra untuk esainya Kebebasan Pengarang dan Masalah Tanah Air.

Selama sekiatr 60 menit, acara bertajuk Menjadi Manusia dengan Sastra, diisi oleh diskusi dengan Budi Darma dan Seno Gumira Ajidarma, pentas seni berupa dramatical reading dan pemutaran video dari Violetta Simatupang. Penikmat Sastra di Auditorium Galeri Indonesia Kaya menyaksikan diskusi menarik dari karya satrawan-satrawan Indonesia seperti Iwan Simatupang (Ziarah), Budi Darma (Orang-Orang Bloomington, Rafilus), Kuntowijoyo (Dilarang Mencintai Bunga-Bunga), Bondan Winarno (Petang Panjang di Central Park), dan Seno Gumira Ajidarma (Dunia Sukab).
“Sore ini menjadi ajang bagi kami untuk mempekenalkan karya-karya sastra Indonesia bagi generasi muda. Kami sangat mengapresiasi para generasi muda yang hadir dan ikut menyaksikan, mendengarkan dan ikut berdiskusi mengenai karya-karya sastrawan Indonesia. Semoga pertunjukan hari ini menambah pengetahuan mereka tentang sastra Indonesia,” ujar Seno Gumira Ajidarma. (PR/TrenzIndonesia) | Foto: Dok.Galeri Indonesia Kaya
