HomeNewsEdutainmentRakernas II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN)

Rakernas II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN)

Published on

Yogyakarta, Trenz Edutainment | Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), adalah organisasi nirlaba di bidang seni dan budaya. Salah satu misinya memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di forum nasional dan internasional. Bertujuan mewujudkan peningkatan budaya bangsa Indonesia.

Karenanya, guna melahirkan platform kegiatan budaya yang dapat membantu mewujudkan ekosistem kebudayaan dalam rangka membangun peradaban masa depan bangsa yang berbasis budaya, digelarlah Rapat Kerja Nasional II atau Rakernas II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) yang dihelat di Gedung PPSDM Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta, di bulan Maret lalu, atau Senin-Selasa (9-10/03/2020) lalu.

Terkait pentingnya kebudayaan sebagai fondasi karakter bangsa? Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn), Drs. Hendardji Soepandji, SH, mengatakan, Kebudayaan dapat dimaknai sebagai identitas kolektif jati diri bangsa. Kebudayaan memiliki peran, fungsi sentral, dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mayor Jenderal TNI (Purn), Drs. Hendardji Soepandji, SH

Hendardji juga menegaskan mengatakan, wacana kebudayaan, khususnya terkait nilai-nilai luhur harus terus disuarakan.

“Suatu bangsa akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaannya mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Modernisasi tanpa filterisasi, kata Hendardji, berdampak pada semakin lunturnya nilai-nilai dan falsafah bangsa. “Kurangnya kecintaan masyarakat terhadap budaya (local wisdom), dapat menyebabkan hilangnya jatidiri bangsa,” ujarnya mengingatkan.

Budaya dunia berubah sangat cepat, kata Hendardji. Tidak semata sedang berubah, menurutnya, tetapi sedang terdisrupsi. Hal ini sebuah keniscayaan yang tak dapat dihindari. Di era disrupsi ini, kata dia, kemapanan bisa runtuh dan berbagai mungkinan bisa terjadi.

“Dunia berubah. Indonesia berubah. Kita boleh kehilangan harta, tapi tidak untuk jatidiri. Jatidiri bangsa Indonesia, diantaranya termaktub dalam sila Pancasila. Sehingga tema acara kita pun, KSBN ikut berperan membangun masa depan peradaban bangsa yang berbasis budaya,” ujar Hendardji.

Rapat Kerja Nasional Ke-II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), diantaranya menetapkan rencana strategis KSBN tahun 2020 – 2024. Dari 5 (lima) daerah yang menjadi target pengembangan ekosistem kebudayaan, diantaranya, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat.

“Lima ekosistem ini mengalir dari kebijakan Pemerintah, dan kita berusaha mengeksekusi kebijakan Pemerintah tersebut,” terang Hendardji.

Program tersebut meliputi, rencana digelarnya Festival Seni Budaya Nusantara di Kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 7-12 November 2020 mendatang.

Selanjutnya rencana penyelenggaraan kegiatan Festival, di Maluku Utara. Khusunya di Halmahera Selatan, yang direncanakan akan menjadi destinasi wisata Nasional dengan konsep sebagai Pesona Negeri. Acara ini menurut rencana akan digelar di tahun 2021.

Kemudian Festival Seni Budaya Kubu Raya di Kalimantan Barat pada 2023, dan Orkestra Borobudur di Magelang, Jawa Tengah pada 2024.

“Kegiatan ini diharapkan bisa melahirkan platform kegiatan budaya yang dapat membantu mewujudkan ekosistem kebudayaan dalam lima tahun ke depan,” ujar Hendardji.

Sebagai sebuah Organisasi nirlaba, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) tidak hanya mengangkat nilai-nilai budaya bangsa Indonesia seperti kuliner, seni, musik, dan tarian-tarian khas Indonesia, namun juga berperan membangun unsur budaya lainnya. Hal itu mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi perubahan lingkungan global.

Karena itu, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) menjadi wadah strategis untuk pengembangan kreativitas seni dan budaya. Di organisasi ini berkumpul orang-orang, sejumlah asosiasi, dan berbagai komunitas yang peduli seni budaya Indonesia.

Bahkan saat Rakernas II 2020 ini, ada sekitar 16 Dewan Pimpinan Wilayah KSBN provinsi dan 12 KSBN Kota/Kabupaten yang turut serta di acara rakernas. “Lewat lembaga inilah keragaman seni dan budaya Nusantara bisa terintegrasi dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Hendardji. (fajar) | Foto: Dok. KSBN

Latest articles

Hadirkan Ustadz Subki Al-Bughury, Ikatan Alumni SMP 45 Jakarta Gelar Gebyar Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Taklim Ikatan Alumni SMP...

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

More like this

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...

Dari Villa Bersejarah ke Kampus Impian: Cara Villa Merah Cetak Talenta Seni Muda

Jakarta,Trenzindomesia.com - Di sebuah bangunan bersejarah peninggalan tahun 1922 karya arsitek Belanda RLA Schoemaker,...

Lewat Seminar IPPRISIA, Menciptakan Kepribadian Profesional di Berbagai Profesi

Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Persona Pengembangan Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) sukses menggelar seminar pengembangan kepribadian...