HomeNewsEdutainmentRIA ENES Dan SUZAN BERCELOTEH Tentang NUSANTARA Dengan Iringan UKULELE

RIA ENES Dan SUZAN BERCELOTEH Tentang NUSANTARA Dengan Iringan UKULELE

Published on

Trenz Edutainment |Pertunjukan akhir pekan  dengan mengangkar tema Bhineka Itu Ika menjadi persembahan khusus di bulan Oktober ini, dari Bakti Budaya Djarum Foundation dalam rangka memperingati ulang tahun keempat Galeri Indonesia Kaya yang tepatnya jatuh pada tanggal 12 Oktober 2017.

Akhir pekan ini, giliran Ria Enes dengan Suzan berpartisipasi lewat pertunjukan bertajuk “Celoteh Nusantara” yang menghibur penikmat seni di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Minggu (15/10).

“Celoteh Nusantara merupakan persembahan kami bagi para generasi muda Indonesia untuk mengenal lagu-lagu yang mungkin sangat jarang didengarkan saat ini. Demikian juga dengan dongeng dan cerita yang dibawakan Ria Enes dan Suzan, kiranya mampu memberikan pesan moran dan positif bagi generasi muda Indonesia saat ini,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Acara berdurasi sekitar 60 menit ini dibuka dengan lagu Si Kodok yang diiringi  petikan ukulele oleh kelompok Ukuiki. Ukuiki didirikan tahun 2016, dimulai dari kecintaan terhadap seni dengan cara melukis ukulele. Seiring dengan banyaknya penerimaan positif, Ukuiki mulai membuka kelas bermain ukulele untuk menyebarkan kecintaan terhadap musik. Dari para anggota, Ukuiki kemudian membentuk ensemble ukulele.

Para penikmat seni juga dihibur dengan beragam nyanyian yang mengangkat budaya Indonesia dengan lagu Manuk Dadali dan Yamko Rambe Yamko yang dibawakan Ria Enes yang akrab dipanggil Kak Ria bersama Suzan. Selain itu, lagu anak yang populer lainnya seperti Layang-layang dan Suzan Punya Cita-cita juga sukses mengajak penonton di Auditorium Galeri Indonesia Kaya untuk bernyanyi bersama. Tak hanya bernyanyi, pertunjukan Minggu sore kemarin juga diisi dengan beragam dongeng yang mengedukasi anak-anak dengan pesan positif. Cerita tentang penjual keledai, cerita daun dan akar, dan cerita wasiat ibu yang juga mengajarkan tentang pentingnya persatuan.

Acara ini juga mengajak para penikmat seni anak-anak untuk berinteraksi di atas panggung. Melalui perumpamaan sapu lidi, Kak Ria dan Suzan mengajarkan pentingnya persatuan agar tidak mudah dipecah-belah. Pada kesempatan ini, Kak Ria juga membacakan’ Puisi Hujan’ karyanya dan tak mau ketinggalan, Suzan juga ikut menyampaikan isi hatinya dalam Curhat Suzan.

“Acara seperti di Galeri Indonesia Kaya ini bagus karena memberikan ruang dan kesempatan bagi anak-anak untuk melihat pertunjukan langsung dengan tema yang sesuai dengan usia mereka dan mengajarkan mereka dengan nilai-nilai positif. Seperti curhatan Suzan tadi, meskipun mereka berantem dengan temannya tapi ga lama bermain bermain lagi. Begitu juga dengan bangsa kita, meskipun ada ketidakcocokan, kiranya kita tetap bersatu demi ibu pertiwi,” ujar Ria Enes. (pr/Fjr) | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

 

Latest articles

Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global

JAKARTA - Guna menyambut momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI, Ketua Umum...

Indra Adhari di Konsep One Month One Song Rilis Ibuku Pahlawanku yang Viral di TikTok Malaysia

Penyanyi dan pencipta lagu Indra Adhari yang tengah menjalani konsep One Month One Song...

Golden Memories 50 Tahun Kelulusan SMPN 45 Jakarta Angkatan 79

Suasana haru, hangat, dan penuh kenangan mewarnai perhelatan “Golden Memories – 50 Tahun Kelulusan...

Rayhan Cornelis Lepas Rindu Indonesia di Belanda, Temani Sang Ibu dalam Malam Amal untuk Korban Banjir Sumatra

Belanda, Trenzindonesia.com | Suasana hangat khas Indonesia terasa begitu kental dalam gelaran malam amal...

More like this

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...

Dari Villa Bersejarah ke Kampus Impian: Cara Villa Merah Cetak Talenta Seni Muda

Jakarta,Trenzindomesia.com - Di sebuah bangunan bersejarah peninggalan tahun 1922 karya arsitek Belanda RLA Schoemaker,...

Lewat Seminar IPPRISIA, Menciptakan Kepribadian Profesional di Berbagai Profesi

Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Persona Pengembangan Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) sukses menggelar seminar pengembangan kepribadian...