HomeNewsEdutainmentRokhmin Dahuri Bahas Potensi Kelautan Indonesia Malaysia Di Universitas Malaysia Terengganu

Rokhmin Dahuri Bahas Potensi Kelautan Indonesia Malaysia Di Universitas Malaysia Terengganu

Published on

Malaysia, Trenz News | Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang memiliki konsentrasi di bidang Kelautan, Pesisir dan pengelolaan sumber daya laut, Universitas Malaysia Terengganu yang terletak di tepi Laut China Selatan,  layaknya adalah sebuah think tank bagi Malaysia dalam urusan Kelautan dan Sumber Daya Laut.

Karenanya, Universitas Malaysia Terengganu menyelenggarakan Forum Group Discussion dan secara khusus mengundang pakar kemaritiman yang juga Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Rokhmin Dahuri untuk membahas secara intens tentang pemanfaatan potensi kelautan kedua negara secara maksimal pada Selasa (20/8/2019).

Vice Chancellor University Malaysia Terengganu, Prof. Dato. Dr. Nor Aieni binti Haji Mokhtar berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inisiasi kedua belah pihak untuk saling belajar dan bekerjasama demi kemajuan kedua negara dalam memanfaatkan potensi sumber daya kelautan.

”Kedua negara, baik Indonesia dan Malaysia adalah dua saudara yang saling belajar dan bekerjasama demi kemajuan bersama. University Malaysia Terengganu mengundang Prof. Rokhmin Dahuri, untuk berdiskusi secata intens mengenali dan menggali potensi kelautan di kedua negara. Kampus ini memiliki semboyan Ocean of Discoveries for Global Sustainability, Merentasib dan Menemukan Sumber Daya Kelautan untuk Kesejahteraan Global,” ujarnya.

Sementara itu dalam paparannya, Rokhmin mengatakan, bahwa potensi kelautan memiliki kekuatan besar menjadi tulang punggung kesejahteraan dan sumber kehidupan bagi masyarakat global.

“Diharapkan dari pertemuan dan diskusi ilmiah ini lahir sebuah perhatian bersama, antara Malaysia dan Indonesia tentang agenda-agenda di bidang kelautan dan juga perikanan,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

Dalam pertemuan dan diskusi tersebut, lanjut Rokhmin yang juga Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), juga disinggung tentang peristiwa-peristiwa illegal fishing atau penangkapan ikan secara illegal baik di Indonesia dan Malaysia.

“Diakui bahwa penangkapan-penangkapan para nelayan ini kadang menjadi komoditas politik, terlebih peristiwa tersebut banyak terjadi di wilayah grey area, tempat dan perbatasan yang masih memiliki dispute antara Indonesia dan Malaysia,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Forum Group Discussion tersebut diikuti sekitar 30 orang profesor dan doktor di bidang kelautan dan kepulauan dari Malaysia. Ditambah lagi sekitar 43 mahasiswa Indonesia yang belajar di University Malaysia Terangganu dan 11 intelektual Indonesia yang mengajar dan menjadi dosen, turut serta dalam pembahasan tersebut.

Rokhmin berharap pertemuan dan FGD tersebut membuka peluang beasiswa bagi pelajar-pelajar Indonesia yang ingin mendalami ilmu-ilmu kelautan dan perikanan di Malaysia. “Indonesia harus menjadi saudara baik bagi Malaysia. Begitu juga Malaysia bagi Indonesia,” pungkasnya. (PR/TrenzIndonesia) | Foto: Istimewa

Latest articles

Mayang Lucyana Fitri Gebrak Industri Musik dengan Lagu Koplo “Boncengan Baru”, Siap Goyang Pecinta Musik Tanah Air

Jakarta – Penyanyi muda Mayang Lucyana Fitri kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia...

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

Andrigo Hentak Panggung Milad Ke-61 Inhil, Ribuan Penonton Larut dalam Euforia

Tembilahan – Malam puncak perayaan Milad Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61 berlangsung meriah dan...

Dari Lampung untuk Dakwah Digital: MPL Summit 2026 Buktikan Media Pesantren Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Lampung, Trenzindonesia.com | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media pesantren kini tidak lagi...

More like this

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

Dari Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial BBPPKS Bandung : “Mendedikasikan Diri Tanpa Upah Adalah Sebuah Kemewahan yang Tak Mudah Diwujudkan”

BEKASI – Menjadi relawan kemanusiaan bukan sekadar soal niat baik. Dibutuhkan waktu, tenaga, stabilitas...