HomeNewsEdutainmentTantangan Dan Pembangunan Infrastruktur Digital Di Era Pandemi Covid-19 Dalam Mendukung Pembangunan...

Tantangan Dan Pembangunan Infrastruktur Digital Di Era Pandemi Covid-19 Dalam Mendukung Pembangunan Nasional

Published on

Memasuki era revolusi industri 4.0, pembangunan teknologi informasi dan komunikasi menjelma menjadi hal yang sangat krusial. Digitalisasi dianggap sebagai kunci untuk memenangkan persaingan global.

JAKARTA, Trenz Edutainment | Pandemi Covid-19 telah merubah perilaku dan pola pikir masyarakat serta momentum untuk melakukan transformasi digital di setiap lini kehidupan

Pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa fungsi dan ketersediaan infrastruktur digital menjadi sangat krusial. Perkembangan digitalisasi di Indonesia yang semakin masif harus dibarengi pula dengan ketersediaan infrastruktur nasional yang memadai.

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan akan mengebut pembangunan infrastruktur digital di Indonesia. Pembangunan infrastruktur digital ditarget kelar pada 2024.

Pembangunan infrastruktur digital diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19

Namun tak ada hal yang tak mudah, akan ada tantangan terlebih di near pandemic yang masih juga belum diketahui kapan akan berakhir.Namun apapun tantangannya, Pemerintah berjanji bakal terus membangun infrastruktur untuk memastikan transformasi digital merata pada 2024.

Membahas tentang pembangunan infrastruktur digital, Media literasi dan informasi yang terdiri dari Majapahit tv, trenzindonesia.com, beritakin .com, Perempuannusantara.com, konsepnews.com dan indocf, mengadakan diskusi Publik bertajuk “Tantangan Dan Pembangunan Infrastruktur Digital Di Era Pandemi Covid-19 Dalam Mendukung Pembangunan Nasional”, Kamis (13/01/2022). Mulai pkl. 13.00 – 15.00 WIB.

Diskusi publik yang difasilitasi oleh Majapahit.TV  tersebut dipandu oleh Zakiyah S.Pd dengan menghadirkan Narasumber yaitu Prof Dr.Sudarsono Hardjosoekarto (Guru besar UI), Dr.Jaenullah M.Pd (Akademisi IAIMNU Lampung)

Acara yang dimoderatori oleh Adi Wijaya M.pd ini juga diikuti oleh Saiful SH (Pengamat Kebijakan Publik) dan Inggar Saputra M.Si (Peneliti) yang hadir sebagai Penanggap.

Prof Dr.Sudarsono Hardjosoekarto menyatakan, “Adanya Pandemi yang berdampak kepada semua sektor kehidupan manusia Indonesia, harus di hadapi dengan kebijakan ekonomi, aturan hukum yang fleksibel, dan adaptasi social budaya yang saling mendukung.”.

“Di tengah pandemi covid-19, Peran Digital dan Infrastrukturnya sangat Dibutuhkan.”, tegasnya.

Masih menurut Prof Sudarsono, bahwa Sangat di harapkan Steering rether than rowing / pemerintah harus mengarahkan / edukasi public, selain dari pada melaksanakan Mission driven not rule driven. Pemerintah menetapkan visi misi dari pusat ke bawah, dan menggandeng para pakar swasta, demi berjalan nya Digitalisasi secara Paster, better, chesper.

Dan ada 3 Prinsip Dalam Sistem Digital, yaitu:

1.Reintegration, menggabungkan fungsi yang telah terfragmentasi dan menjadi silo saat NPM.

2.Need Based holism, membangun struktural birokrasi yang fokus sepenuhnya pada kebutuhan warga melalui one stop process

3.Digitalization, sejauh mungkin menggunakan sistem layanan Digital untuk setiap bisnis dan layanan model publik.

Sementara itu, menurut Dr Jaenullah M.Pd, Akademisi IAIM NU Lampung, bahwa Digital dan sistem nya untuk dunia pendidikan sangat penting. Menuju pembangunan nasional maka harus Ada SDM unggul.

“Di situasi Pandemi ini Internet dan sistemnya harus merata terutama sinyal internet, dan seluruh Sekolah dan universitas bisa menjangkau layanan tersebut, sehingga mampu menciptakan SDM unggul di tengah transformasi Digital dan Pandemi covid-19.”, jelas Dr. Jaenullah M.Pd.

Sedangkan menurut Saiful SH, Pada tahun 2021 Indonesia telah memiliki kurang lebih 2700 aplikasi di instansi Pemerintah pusa, yang bisa menghemat biaya operasional sekitar 2.7 triliyun rupiah per tahun.

Sedangkan Aplikasi digital di wilayah dan Pemda, mampu menghemat biaya sekitar 12 Triliyun rupiah, pertahun.

Ada 2 hal Prioritas saat ini

1.literasi dan edukasi tentang digital dan sistemnya sehingga masyarakat luas mampu menjadi Pengampu data.

2.infrastruktur komunikasi berbasis satelit secara merata, di segala sector, ekonomi, pendidikan, informasi, kesehatan dll. konsolidasi join eoperator tingkat pusat ke wilayah sampai ke desa ..

Inggar Saputra M.Si menambahkan, Perlu adanya Rekruitmen dalam hal ini Pemerintah Pusat terhadap Karya Riset anak bangsa. Dengan ada nya Teknologi Digitalisasi ini, jangan sampai kita hanya menjadi tujuan Pasar saja .

“Setidaknya putra putri bangsa Ini mampu menciptakan Teknologi Digitalisasi dan adanya  Rekruitmen dari pemerintah Pusat sehingga Menjadi Bermanfaat.”, pungkas Inggar Saputra. (Fjr)

 

 

Latest articles

BHC Training Center & Master Trainer MUA Indonesia Kembali Buka Workshop Guru MUA, Gandeng MUA Berpengalaman Olis Herawati

Setelah sukses menggelar workshop calon guru make up pada 10-11 April 2026, BHC Training...

Ati Ganda Siap Bongkar Rahasia 40 Tahun Berkarya di NGOBRAS 2026, Diskusi Kartini Kreatif yang Wajib Ditunggu!

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sosok koreografer senior Ati Ganda dipastikan menjadi salah satu magnet utama...

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Perjuangan Anak Pemulung Tak Lagi Sunyi: Yayasan Humaniora Sekolahkan Puluhan Anak, Harapan Baru di Tengah Keterbatasan

Bekasi, Trenzindonesia.com | Di tengah kerasnya kehidupan urban, secercah harapan muncul bagi anak-anak...

More like this

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Sosok Nina Nugroho di Balik FORWAN: Diam-Diam Berkontribusi, Dampaknya Besar

Jakarta , Trenzindonesia.com – Di balik solidnya Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, ada sosok...

Geopark Indonesia Dikebut Kemendagri Jelang Revalidasi UNESCO

Keterangan foto:*Direktur SUPD 3, Fauzan (kiri) Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius (tengah) Sekda Kab Belitung, Marzuki (kanan)