HomeNewsHakim Pengadilan Agama Kupang diduga Terlibat Penipuan CPNS, Korban Rugi Miliaran Rupiah

Hakim Pengadilan Agama Kupang diduga Terlibat Penipuan CPNS, Korban Rugi Miliaran Rupiah

Published on

Hakim Irwahidah (berhijab) saat bertemu keluarga korban di Atambua, Kab. Belu

Kupang, Trenzindonesia.com | Nama seorang hakim di Pengadilan Agama Kupang, Irwahidah MS, S.Ag., MH, terseret dalam dugaan penipuan bermodus calo penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sejumlah warga melaporkan Irwahidah karena diduga menggelapkan dana hingga miliaran rupiah dengan janji bisa meloloskan anak-anak korban dalam seleksi CPNS.

Salah satu korban, SLD, warga Atambua, mengaku percaya pada janji sang hakim karena statusnya sebagai aparat peradilan. “Kami percaya karena beliau mengaku panitia seleksi CPNS. Tapi setelah uang disetor, janji tidak pernah ditepati,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).

SLD bukan satu-satunya korban. Sedikitnya ada 12 orang lain di Kabupaten Belu dan Malaka yang mengaku mengalami kerugian dengan nilai setoran bervariasi.

Modus dan alur dugaan penipuan

Berdasarkan kesaksian korban, Irwahidah mengaku sebagai panitia seleksi CPNS di Kementerian Hukum dan HAM. Ia menjanjikan setiap peserta yang menyetor uang akan dijamin lulus, sementara tes hanya formalitas belaka.

Korban Juliana Soi mengaku diminta membayar Rp175 juta per anak agar bisa meloloskan dua anaknya. Ia mengaku sudah menyetor total Rp250 juta, namun hanya dikembalikan Rp40 juta.

Hal serupa dialami Duarte Tilman. Ia menyerahkan total Rp165 juta agar anaknya lolos seleksi CPNS, namun hingga kini tak sepeser pun dikembalikan.

Langkah hukum korban

Merasa tak mendapat kejelasan, SLD bersama korban lain mendatangi pengacara Chandra Goba dan Dolan Coling di Jakarta untuk pendampingan hukum.

“Kasus ini mencoreng nama institusi peradilan. Kami mendesak Kepala Pengadilan Agama Kupang segera menindak tegas hakim terlapor dan mengembalikan uang korban,” tegas Chandra.

Dolan menambahkan, jika tidak ada pengembalian dalam waktu dekat, kasus ini akan dilaporkan ke Kapolda NTT.

Fenomena gunung es

Kasus dugaan penipuan ini bukan yang pertama. Pada Juni 2024, seorang warga Manggarai Timur, Tadeus Melang, juga melaporkan Irwahidah dengan modus serupa. Ia menyetor Rp100 juta untuk meloloskan anaknya di Kejaksaan Agung. Setelah dilaporkan ke polisi, uang baru dikembalikan sebagian.

Sejumlah korban lain di Manggarai juga muncul, mulai dari Fidelis Hardiman hingga Muhammad Nur Ibrahim, dengan total kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Bahkan, nama mantan anggota DPRD Manggarai, Rian Mbaut, disebut kerap memfasilitasi pertemuan korban dengan Irwahidah.

Belum ada klarifikasi

Hingga berita ini diturunkan, Irwahidah MS belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan integritas lembaga peradilan di Indonesia. Meski dugaan perbuatan dilakukan secara pribadi, dampaknya berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi pengadilan.[IH / Foto: Ist]

Latest articles

Andrigo Hentak Panggung Milad Ke-61 Inhil, Ribuan Penonton Larut dalam Euforia

Tembilahan – Malam puncak perayaan Milad Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61 berlangsung meriah dan...

Dari Lampung untuk Dakwah Digital: MPL Summit 2026 Buktikan Media Pesantren Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Lampung, Trenzindonesia.com | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media pesantren kini tidak lagi...

Roy Romly Siapkan Single Anthem Filantropi, Dedikasi untuk Para Pejuang Kemanusiaan

Jakarta – Konselor dan pegiat sosial H. Muchamad Romly, S.Sos.I., M.E.Sy., atau yang akrab...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

More like this

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

Dari Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial BBPPKS Bandung : “Mendedikasikan Diri Tanpa Upah Adalah Sebuah Kemewahan yang Tak Mudah Diwujudkan”

BEKASI – Menjadi relawan kemanusiaan bukan sekadar soal niat baik. Dibutuhkan waktu, tenaga, stabilitas...

BPJS Ketenagakerjaan dan Kemendagri Kawal Percepatan UCJ 2026 di Sumut

MEDAN ,Trenzindonesia.com – BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri menyelenggarakan Asistensi...