Trenz Indonesia
News & Entertainment

KIN RI Sampaikan Pesan Damai dan Keseimbangan Menuju Indonesia Emas

Komite Investigasi Negara Republik Indonesia

166

Jakarta, Trenzindonesia | Indonesia, sebagai negara besar, sedang berjuang untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang maju dan menuju Indonesia Emas.

Di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi, Pilpres 2024, mari kita jaga pesta demokrasi ini secara damai, sambil memastikan bahwa pemerintahan tetap berjalan dengan menjaga kedaulatan nasional.

KIN RI Sampaikan Pesan Damai dan Keseimbangan Menuju Indonesia Emas Dewan Pimpinan Pusat Komite Investigasi Negara Republik Indonesia  (DPP KIN RI) mengirimkan pesan kepada para pemimpin dan calon pemimpin bangsa. Indonesia, yang kaya akan aneka rupa, perlu diatur dan terkait secara selaras, serasi, dan seimbang. Kekacauan pada satu titik dapat mengguncang seluruh tatanan yang ada. Kesadaran akan cipta, rasa, dan karsa mendorong setiap individu untuk menjaga keselarasan tanpa pamrih pribadi yang sempit.

Semua harus dengan kerelaan hati lilo legowo terusing batin, di lakukan secara terus menerus di lambari sifat dan sikap sepi ing pamrih rame ing gawe. Setiap Pemimpin dalam menjalani kehidupan sudah pasti akan menemui gesekan antara satu dengan yang lainya. Gesekan itu di sebabkan salah satunya adanya rasa dengki . Mereka yang demikian biasanya meracuni pikirannya sendiri lalu membagi racun itu kepada orang lain dengan menggunakan kebohongan kebohongan. Sehingga yang terkena racun itu tidak bisa lagi melihat yang benar adalah benar, yang salah adalah salah. Semua di gebyah uyah, sehingga hasutan hasutan berubah menjadi kekacauan yang mengganggu kedamaian.

Oleh sebab itu maka hukum dan aturan yang telah di sepakati harus di tegakan sebaik baiknya, Siapapun yang hidup di Bumi Indonesia harus tunduk pada aturan dan hukum di Indonesia, Ingatlah dalam menegakan peraturan tidak boleh ada ragu ragu karena itu adalah wujud memasuh malaning Bumi. Meski demikian putuskan segalanya dengan adil dan bijaksana Rahayuning bawono Kapurbo waskitaning Manungso. Dalam berusaha Manusia harus sadar bahwa seluruh daya Upaya yang di kerahkan tentu memiliki keterbatasan harus bisa Rumongso ngrumangsani. Dengan demikian jauh jauh hari sudah bisa mengukur tingkat keberhasilan. Saat menjalani haruslah penuh kesabaran dan teliti tidak terburu buru ingin mendapatkan hasil. Jika tidak berhasil atau gagal, bersikaplah Legowo. Apapun yang di capai tak lepas dari peran Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun peningkatan lahiriyah harus seimbang dengan peningkatan batiniyah. Jika tidak, kejayaan dan kehormatan lahir yang diperolehnya hanya akan menyeretnya dalam angkara murka, kehidupan lahir yang meningkat selaras dengan kehidupan batin akan menjauhkan manusia dari hal hal tercela, Semakin tinggi jabatan dan kehormatan yang di miliki hendaknya menunduk dan berhati hati dalam bersikap baik perbuatan maupun kata kata. Ketahuilah dan selamilah diri sendiri berlakulah benar dalam berfikir berucap dan berprilaku. Barang siapa berbuat baik dengan benar, Dia akan damai, jagad ini berputar dan berkelanjutan begitu pula dengan nasib, bisa jadi yang muda menjadi pemimpin dan yang lebih tua menjadi pengayom dan atau kebalikan nya Giri Lusi. Giri adalah Gunung lusi artinya cacing. Hewan yang lemah hanya merayap bisa mencapai puncak setinggi apapun. Jangan pernah menyepelekan apapun karena perputaran itu abadi sifatnya. Maka sudah sepatutnya kita menyimak perputaran itu dengan akal yang ganep, bukan malah menjadi korban dari perputaran itu. Indonesia beda masanya saat dipimpin oleh Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden Habibie, Presiden Gus Dur, Presiden Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Sebab setiap generasi terlahir bersama dengan Kebudayaan nya masing masing. Jangan memaksakan Budaya yang sudah tidak cocok lagi dengan peradaban yang sedang berjalan Nut zaman kelakone itulah makna dari Keberlanjutan.

Manusia Yang berwatak kesatria selalu menjaga keseimbangan dan keberlanjutan. Bila sudah tidak ada keseimbangan dan keberlanjutan bisa juga menjadi tanda dunia sudah tidak lagi memiliki mahluk yang berjiwa kesatria Tunggak Jarak Mracak Tunggak Jati Mati. Sebagai Pemimpin harus berdiri tegak, Kokoh Bakoh di tengah badai apapun. Menjalankan semua itu memang tidak mudah tapi ada satu hal yang harus di pegang yaitu Mengerti dan jangan lupakan Jati Diri, serta berpegang teguh pada UUD 45 dan Pancasila

DPP KIN RI yakni Jenderal TNI Purn Tyasno Sudarto, Marsdya TNI Purn Wresniwiro, Brigjen TNI Purn Bambang Saiful Basri, Drs Agus S Budiman, M Arief Nur Cholis, serta Infokom KIN yaitu Saiful SH, Purwo Hadi Kusuma, mengajak untuk menyimak perputaran hidup ini dengan akal yang ganep, tidak menjadi korban dari perputaran tersebut. Indonesia telah melalui masa kepemimpinan berbagai tokoh yang memiliki budaya dan peradaban masing-masing. Oleh karena itu, setiap generasi harus menyadari dan menjaga keberlanjutan sesuai dengan jati diri dan perkembangan zaman.

Pesan ini disampaikan sebagai bentuk dorongan untuk menjaga perdamaian dan keseimbangan di Indonesia. Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam membangun Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan. (Fjr)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.