HomeNewsEdutainmentOptic Seis Gelar Periksa Mata Gratis 400 Siswa BPK Penabur

Optic Seis Gelar Periksa Mata Gratis 400 Siswa BPK Penabur

Published on

TrenzIndonesia.com l – Optic Seis gelar periksa mata gratis terhadap 400 siswa BPK Penabur sekaligus menanamkan kecintaan siswa pada mata.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 3 Oktober 2024, di SPK Penabur Kelapa Gading yang berlokasi di Jln. Boulevard West Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam kegiatan kali ini Optic Seis lebih menitik beratkan kepada fokus tentang pentingnya menjaga kesehatan mata dari usia dini.

Sebenarnya, kerjasama Optic Seis dan BPK Penabur sudah terjalin sejak lama dalam memberikan perhatian tentang kepedulian terhadap kesehatan mata pada usia dini.

Optic Seis juga telah menyiapkan program yang serupa dan akan dilaksanakan secara road show di beberapa wilayah lain di Jakarta dan beberapa kota lainnya.

Pemeliharaan kesehatan mata sangatlah penting, karena mata adalah indera istimewa dan merupakan organ terpenting yang membuat manusia dapat melihat dunia dan seisinya secara utuh.

Mengutip data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, bahwa sekitar 10 persen dari 66 juta anak usia sekolah mengalami gangguan mata akibat kelainan refraksi, sehingga membutuhkan penggunaan kacamata lensa minus. Sayangnya banyak orang terdekat mereka tidak menyadarinya.

Dari keprihatinan inilah, bersama Hoya Lens Indonesia, Optic Seis kembali menggandeng BPK PENABUR Jakarta dalam kegiatan pemeriksaan mata gratis untuk sekitar 400 siswa.

Pemeriksaan mata gratis ini juga turut dilakukan kepada guru dan karyawan SPK SDK PENABUR Kelapa Gading dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day di (3/10).

Ryan Lee Buntaram, Director Marketing OPTIK SEIS, mengutarakan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang dilakukan oleh Optik Seis di setiap bulan Oktober.

“Ini adalah bentuk lain dari kepedulian Optik Seis terhadap kesehatan mata masyarakat umum, khususnya anak anak. Kami berharap pemeriksaan mata ini bisa mengedukasi masyarakat agar dapat lebih meningkatkan kecintaan terhadap mata dan penting nya menjaga kesehatan mata, memeriksakan mata sejak dini secara rutin minimal 1 tahun sekali adalah langkah awal yang tepat,” imbuh Ryan.

Lebih lanjut Ryan mengemukakan bahwa, Berdasarkan temuan pada kegiatan serupa sebelumnya, terdapat sekitar 30-50 persen anak memiliki masalah dengan penglihatan sehingga mereka mulai membutuhkan kacamata agar kondisi kesehatan matanya bisa ditanggulangi.

Ia berharap dapat lebih banyak lagi anak-anak yang diperiksakan matanya, sehingga masalah-masalah mata ini dapat lebih cepat teratasi.

Kecenderungan kerusakan pada mata di usia dini juga menjadi sorotan utama Hoya Indonesia yang berkesempatan untuk melakukan kolaborasi dengan Optic Seis.

Nihla Azkiya, Marketing Head HOYA Lens Indonesia, menuturkan bahwa kecenderungan anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah menjadi pemicu awal munculnya tanda-tanda gangguan penglihatan yang sering muncul. Selain itu penggunaan gadget handphone (telepon genggam-red) yang tidak terkontrol menjadi penyebab awal terjadinya gangguan penglihatan khususmya pada anak-anak.

“Dengan mengadakan pemeriksaan mata awal di sekolah, HOYA Indonesia berharap dapat melakukan deteksi dini dan pengelolaan yang proaktif, memberikan para siswa penglihatan yang jelas untuk mencapai potensi penuh mereka di sekolah dan di masa mendatang,” ungkap Nihla.

Berdasarkan hasil skrining yang pernah dilakukan, pihaknya menemukan bahwa miopia atau mata minus merupakan kondisi yang paling sering terdeteksi pada anak-anak.

“Oleh karena itu, kami mendorong para orang tua untuk segera memulai manajemen miopia guna menghindari komplikasi kesehatan mata di masa depan,” jelas Nihla lagi kepada trenzindonesia.

Melihat potensi ini, Optic Seis tidak memandang ini hanya sebatas peluang bisnis semata, namun lebih kepada tingkat kepedulian Optic Seis terhadap kesehatan mata generasi muda yang dimulai dari usia dini.

BPK Penabur sebagai lembaga pendidikan merasa perlu untuk memberikan perhatian lebih kepada anak didiknya dalam hal pemeliharaan kesehatan mata sejak usia dini.

Bentuk kepedulian ini juga ditularkan kepada orang tua murid agar dapat lebih memperhatikan pertumbuhan putera puterinya dalam berkegiatan terutama dalam penggunaan gadget telepon yang saat ini sangat digandrungi.

Selain kegiatan belajar, orang tua juga harus lebih mengawasi kecenderungan anak-anak dalam penggunaan peralatan berteknologi tinggi seperti komputer, laptop, ipad/pad, yang dapat mengganggu fungsi mata secara berkala dan signifikan.

Dalam mendukung program tersebut, BPK PENABUR Jakarta juga tak hanya melibatkan siswa dan guru namun juga memberikan kesempatan kepada para karyawan outsources untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata sekaligus memberikan edukasi.

Windy Anastasya, Kepala Sekolah SPK SDK PENABUR Kelapa Gading mengungkapkan bahwa Ia sangat mengapresiasi kegiatan ini terlebih lagi kepedulian terhadap kesehatan mata sangatlah penting.

“Program ini menjadi ajang yang sangat baik untuk membantu para karyawan outsources yang mungkin tidak memiliki kesempatan memeriksakan kondisi mata mereka”.

Windy juga menegaskan bahwa program ini ikut membentuk profil pelajar PENABUR, BEST (Be Tough, Excel worldwide, Share with Society, Trust in God).

Dimana para siswa diajak untuk melihat contoh nyata kepedulian Optik Seis, Hoya dan BPK PENABUR Jakarta terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, para siswa juga dilibatkan dalam proses pemeriksaan ini. Mereka diberikan tanggung jawab untuk mengarahkan para karyawan outsources agar mengikuti tahapan pemeriksaan dengan tertib.

Windy berharap kerjasama serupa dapat ditingkatkan di tahun-tahun mendatang, agar para siswa dan karyawan semakin sadar akan kesehatan mata sebagai salah satu indera yang harus dijaga kondisinya agar dapat mendukung kinerja optimal tubuh kita.

Nihla menggaris bawahi solusi dari temuan permasalahan kesehatan mata dengan memberikan alternatif sebagainsalah satu solusi terbaik dan tepat.

Menurutnya, penggunaan produk seperti lensa kacamata MiYOSMART, yang dapat diperoleh diseluruh cabang Optik Seis adalah pilihan tepat bagi masyaralat.

“Lensa MiYOSMART menawarkan solusi efektif untuk menahan pertumbuhan
permasalahan mata dan menjaga kesehatan mata dan sangat cocok dipakai anak-anak,” tutur Nihla.

Yang perlu ditekankan adalah lensa ini tidak menyembuhkan atau memulihkan kerusakan pada fungsi mata seperti mata minus, mata plus maupun silindris tetapi dengan penggunaan Lensa MiYOSMART tetapi untuk menghambat proses kerusakan pada fungsi mata saja.

***[wbz]

Latest articles

“Mertua Ngeri Kali”, Potret Komedi Keluarga Indonesia yang Terlalu Relate dengan Kehidupan Nyata

Film Mertua Ngeri Kali Jakarta, Trenzindonesia.com | Tinggal serumah dengan mertua dan keluarga besar...

Deli Group Tanam Investasi Rp2,25 Triliun di Karawang, Serap 3.000 Tenaga Kerja

Groundbreaking Pabrik Deli Indonesia di Karawang Karawang, Trenzindonesia.com | Deli Group resmi memulai langkah...

FISIP UHAMKA & FORWAN Gelar Diskusi Riang Gembira “Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film” Sambut Hari Ibu 2025

Dalam rangka memperingati Hari Ibu 2025, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas...

Andrigo Jadi Bintang Tamu “Rockin Revivals” Roov Audio Now RCTI+

Penyanyi asal Riau, Andrigo, hadir sebagai bintang tamu dalam program “Rockin Revivals” di Roov...

More like this

Deli Group Tanam Investasi Rp2,25 Triliun di Karawang, Serap 3.000 Tenaga Kerja

Groundbreaking Pabrik Deli Indonesia di Karawang Karawang, Trenzindonesia.com | Deli Group resmi memulai langkah...

Pakar HSI Desak Perlindungan Lingkungan Masuk Amandemen UUD 1945 Setelah Rangkaian Bencana 2025

Pakar dari Human Studies Institute (HSI), Dr. Rasminto Jakarta, Trenzindonesia.com | Rangkaian bencana alam...

RUU KUHAP Resmi Disahkan, Koalisi Sipil Siapkan Gugatan ke MK Soal Pelanggaran Prinsip “Partisipasi Bermakna”

Dr. (Cand.) Rani Purwanti Jakarta, Trenzindonesia.com | Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana...