HomeNewsPengamat Rinaldi Desak Satgas SWI Beri Sanksi Hukum Terberat Bagi Investasi Bodong

Pengamat Rinaldi Desak Satgas SWI Beri Sanksi Hukum Terberat Bagi Investasi Bodong

Published on

JAKARTA, TRENZINDONESIA– Satgas Waspada Investasi pimpinan Tongam L Tobing terus memelototi aksi broker-broker & robot trading ilegal yang bertebaran di banyak platform. Menyusul gebrakan Kementerian Perdagangan dikomandoi Ditjen PKTN & Bappebti menyegel kantor DNA Pro.
Kondisi itu diapresiasi pengamat kebijakan publik, Rinaldi Rais.

Alasannya, praktek bisnis ilegal ala Ponzy itu sangat merugikan masyarakat konsumen & pemerintah wajib menghentikannya menandai kehadiran dus ketidakberpihakan negara.

“Kondisi ekonomi masyarakat masih dilanda kepiluan sebagai efek kebijakan pandemi covid-19 sejak Maret 2020,” ujar pengamat Rinaldi, Selasa (22/2/2022).

Untuk itulah, Rinaldi Rais mendesak pemerintah terus menindak sekaligus tidak memberi kesempatan para spekulan yang memanfaatkan ketidakmengertian masyarakat di tengah kebutuhan memenuhi kecukupan hidup sehari-hari.

Diberitakan sebelumnya Ketua SWI, Tongam L Tobing, siap memverifikasi influencer atau YouTubers yang mempromosikan OctaFX diduga broker ilegal termasuk DNA Pro Akademi, dan Net89. Menyusul disegelnya DNA Pro oleh Kemendag Cq Bappebti dikepalai Plt Indrasari Wisnu dikawal Dirjen PKTN, Veri Anggrijono, Jumat (28/1).

“PT DNA Pro Akademi ilegal, tanpa ijin. Hasil temuan pengawasan kegiatan transaksi yang melibatkan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi pintar itu melanggar undang-undang perdagangan dan aturan lain,” ujar Dirjen Veri Anggrijono, Sabtu (29/1).

Tipuan Ponzi
Praktik bisnis ilegal ala ponzi, diakui pengamat Rinaldi Rais, bisa tumbuh subur bak jamur di musim penghujan lantaran psikologis keekonomian masyarakat sebagai dampak kebijakan pandemi covid19.

“Mereka tergiur iming-iming menyesatkan untuk mendapatkan keuntungan cepat demi menutupi kewajiban memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga,” ujarnya, yang juga praktisi hukum itu.

“Di sinilah memang seharusnya negara hadir seperti SWI & Kemendag, dan kami mengapresiasi.”

Skema Ponzi dimaksud, menurut pengamat Rinaldi, dikiaskan sebagai bentuk keserakahan manusia, atau wujud lain Homo Homini Lupus-nya Thomas Hobes diawali kelicikan Charles Ponzi (1882-1948); bagaimana mengeruk untung pribadi dari putaran uang orang lain, yang dijanjikan dari uang yang disetorkannya.

Alhasil, korban penipuan pun berjatuhan. Di Indonesia, korban merambah per-orangan hingga perusahaan swasta dan negeri sekelas Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Mulai artis, ibu rumahtangga, hingga TNI-Polri, terjebak iming-iming First Travel, Koperasi Langit Biru, serta PT (pesero) Jiwasraya, Garuda Indonesia, juga bakal calon lainnya Taspen & asuransi Asabri.

“Charles Ponzi itu mengawali skemanya dengan menjanjikan hadiah melalui rekrutmen semakin banyak orang.

Belakangan menjadi modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang sendiri atau uang dibayarkan investor berikutnya,” ujar Rinaldi Rais seperti diungkapnya dalam Catatan Tercecer RR ke-9 edisi Januari 2020 berjudul: Antara Ponzi, Hak Ulayat & Nurani Negarawan.

Latest articles

Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global

JAKARTA - Guna menyambut momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI, Ketua Umum...

Indra Adhari di Konsep One Month One Song Rilis Ibuku Pahlawanku yang Viral di TikTok Malaysia

Penyanyi dan pencipta lagu Indra Adhari yang tengah menjalani konsep One Month One Song...

Golden Memories 50 Tahun Kelulusan SMPN 45 Jakarta Angkatan 79

Suasana haru, hangat, dan penuh kenangan mewarnai perhelatan “Golden Memories – 50 Tahun Kelulusan...

Rayhan Cornelis Lepas Rindu Indonesia di Belanda, Temani Sang Ibu dalam Malam Amal untuk Korban Banjir Sumatra

Belanda, Trenzindonesia.com | Suasana hangat khas Indonesia terasa begitu kental dalam gelaran malam amal...

More like this

Aylawati Sarwono Raih Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo, Bukti Kiprah Indonesia di Panggung Seni Dunia

TOKYO, Jepang , Trenzindonesia.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Indonesia di tingkat internasional. Penari...

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...