Trenz Indonesia
News & Entertainment

Pramono Anung: Upacara Berbusana Adat Cermin Keberagaman Indonesia

Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi

249

JAKARTA, Trenzindonesia | Seskab Pramono Anung dan Ibu Hani Pramono Anung tampil anggun dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Halaman Istana Merdeka, Kamis, 17 Agustus 1923.

Kehadiran mereka menunjukkan rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap berbagai budaya negara.

Seskab Pramono Anung dan Ibu Hani Pramono Anung tiba di Istana Merdeka tepat pukul 08.45 WIB. Penampilan Seskab yang mengenakan baju dan celana hitam yang dipadukan dengan kain dan asesoris kepala berwarna perpaduan emas, merah, dan hitam, memberikan nuansa yang anggun dan penuh makna. Sementara itu, Ibu Hani Pramono Anung mempesona dengan kebaya berwarna merah yang serasi dengan kain dan asesoris berwarna senada dengan penampilan Seskab.

“Hari ini sengaja pakai pakaian Lampung, untuk pagi hari [Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi]. Untuk nanti sore hari [Upacara Penurunan Bendera], kita mau pakai Sulawesi Barat,” kata Seskab mengenai pakai yang dikenakannya.

Seskab mengatakan, selama delapan tahun terakhir, ia dan Ibu Hani Pramono telah mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

“Kami selama 8 tahun ini sudah menggunakan adat Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, NTT [Nusa Tenggara Timur]. Ini memang sengaja seluruh pakaian budaya daerah kita pakai di forum ini,” ujarnya.

Seskab menilai, pelaksanaan upacara dengan menggenakan busana adat, yang kerap terlihat di masa pemerintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), merupakan cerminan dari keberagaman bangsa Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa kita menunjukkan ke-Indonesiaannya yang begitu majemuk, beraneka ragam,” ujarnya.

Pramono pun meyakini kemeriahan peringatan HUT ke-78 RI yang dilaksanakan pascapandemi COVID-19 juga akan semakin menggeliatkan perekonomian khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air.

“Yang tidak pernah dipikirkan adalah dengan upacara ini, UMKM, ataupun souvenir-souvenir yang selama ini mereka sepi, dengan acara 17-an ini pasti banyak sekali yang beli, baik itu untuk kepala, kemudian baju, asesoris, dan sebagainya. Sehingga dengan demikian secara ekonomi juga akan membantu pertumbuhan ekonomi di daerah,” tandasnya. (Setkab.go.id / Fajar Irawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.