Trenz Indonesia
News & Entertainment

Semesta dan Nasib Bangsa: Melompat ke Masa Depan dengan Kuantum Teori

Program Kelas Kuliah Karakter Konstitusi

206

JAKARTA, Trenzindonesia | Dalam dunia yang kompleks ini, tidak selalu ada hubungan sebab akibat yang jelas. Terkadang, fenomena-fenomena tak terduga hadir tanpa dapat diprediksi. Begitulah pesan yang terkenal dari diktum tesis kuantum yang dikenal luas. Dan jika sebuah negara hanya mengandalkan hukum sebab akibat, sulit bagi negara tersebut untuk bangkit dan meraih kemenangan. Lantas, bagaimana cara keluar dari kungkungan takdir ini? Jawabannya terletak pada teori kuantum.

Dengan melompat ke masa depan, menangkap getaran di luar portal yang terlihat dan terasa, kita dapat mencapai kemajuan. Inilah metascient, ilmu yang melampaui batasan rasional dan menggabungkannya dengan metarasional. Di sinilah kebebasan kita bersinar, karena satu hal tidak meniscayakan yang lainnya. Keberadaan suatu entitas tidak bergantung pada keberadaan entitas lain, begitu juga sebaliknya. Inilah rahasia kunci. Rasa, pemetaan, zaman, dan pengalaman spiritual adalah kuncinya.

Dalam pandangan ini, kita memiliki kedaulatan dan kebebasan untuk menentukan nasib kita sendiri. Nasib kita dapat diperkuat dengan semangat Pancasila, dengan prinsip bertuhan, berkemanusiaan, berpersatuan, bermusyawarah, dan berkeadilan. Konstitusi yang hidup, tertradisi, bekerja dengan baik, dan adaptif serta dijalankan oleh agensi jenius yang anti pengkhianat, anti tipu-tipu, dan anti syaitan.

Namun, kebangkitan dan kemenangan suatu negara tidak selalu dapat dibuktikan secara ilmiah secara paralel. Kehadirannya seringkali tidak terduga. Walaupun konsep dunia paralel muncul dari teori fisika yang mencoba menjelaskan cara kerja alam semesta, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang dapat menunjukkan keberadaan dunia paralel.

Namun, jangan berkecil hati. Selalu ada kesempatan di setiap saat. Bukan akhir, melainkan koma. Bukan hari kiamat, melainkan kebangkitan yang berulang. Kita akan melompat, mengejar, dan memenangkan pertempuran dan peperangan di masa depan, karena “selalu ada kemungkinan.” Kita adalah kemungkinan dari ketidakmungkinan itu. Dan ini dapat dicapai melalui mentalitas yang dahsyat, karakter jenius, dan tindakan yang sejalan dengan semesta.

Dengan semangat Pancasila, konstitusi yang jenius, dan agensi yang kuat dan menyempal, perubahan pasti akan terjadi. Perubahan dimulai dari kelas-kelas ini, dengan mempertahankan tradisi dan keyakinan. Kita percaya dan memastikan bahwa peradaban Indonesia akan menjadi yang terbaik dengan semangat Pancasila.

Inilah kelas ke-2 dari lima pertemuan dalam program Kelas Karakter Konstitusi yang diselenggarakan oleh Nusantara Centre, Foko (Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri), dan Pusaka Indonesia. Kelas ini akan menjadi pengalaman yang riang dan mendalam, dengan ratusan buku, film, video, pamflet, dan artikel yang akan dibagikan kepada peserta.

Kegiatan ini akan berlangsung pada hari Sabtu, 10 Juni 2023, pukul 12.00 hingga 16.00 WIB. Pemateri utama dalam kelas ini adalah Dr. Kun Wardana Abyoto, seorang ahli teori kuantum dan penulis yang brilian. Materi yang akan dibahas adalah Pancasila dan Teori Kuantum. Acara ini dihadiri oleh 45 peserta dari berbagai kampus dan organisasi di Jabodetabek yang aktif dalam kegiatan ini.

Kami sangat menantikan kehadiran Anda di program kuliah karakter konstitusi ini. Bagi yang tertarik untuk hadir, silakan hubungi ketua panitia, Irma Suryani, di nomor +6282139027674. Salam nusantara. Salam Pancasila. Salam Indonesia. (PR/Fjr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.