Trenz Indonesia
News & Entertainment

Sinegritas Pengantar Kerja Pusat Dalam Era Digitalisasi, Ada Angklung Motivator dan Lomba Masak

370

Bogor, Trenz News I Dalam acara “Sinegritas Pengantar Kerja Pusat Dalam Era Digitalisasi” tidak hanya sekedar pembekalan satu arah antar narasumber dan peserta yang terkesan kaku dan membosankan. Tapi juga dilakukan melalui media angklung, memasak dan olahraga. Hal itu terungkap selama 3 hari pembekalan untuk para staf Kementerian Tenaga Kerja RI, di hotel Novotel Bogor.

“Aktivitas yang cenderung ‘bermain’ meniadakan kesan menceramahi apalagi menggurui. Pelatihan ini menjadi terasa sebuah hiburan atau malah dianggap pertunjukan. Kesan ini tidak mengurangi bobot pelatihan, tetapi nilai lebih karena peserta nyaman sementara pesan-pesan dan muatan materi tetap tersampaikan dengan efektif.” ujar Joko Angklung Nugroho ketika memberikan motivasi kepada peserta “Sinergitas Pengantar Kerja Pusat Dalam Era Digitalisasi”, di Hotel Novotel Bogor Rabu (16/6) lalu.

Dengan media angklung motivatisi ini diharapkan bisa menunjukkan, bahwa harmoni kerja bisa tercipta jika semua peserta mengetahui apa peranannya di setiap unit kerja.

Angklung motivatisi ini sudah menunjukkan, bahwa harmoni kerja bisa tercipta jika semua peserta mengetahui apa peranannya, bekerja di saat yang tepat, dan tahu menempatkan diri. Hal ini ditunjukkan dengan kesepakatan bahwa setelah diberikan angklung masingmasing dengan tulisan berbeda, diantaranya syukur, yakin, disiplin, integritas, komitmen dan tanggung jawab. Para peserta diminta olehnya untuk membunyikan angklung ketika ada aba-aba darinya.

“Yang tak kalah penting, pemimpin perubahan harus tahu untuk mengarahkan semua orang agar harmoni tersebut bisa tercipta.” kata Joko dalam motivasinya.

Sementara pada sesi Team Building Food Fight, peserta dipandu Iyan Govan sang motivator diminta untuk memasak secara tim tapi pesertanya bergantian.

“Di setiap tim kerja kan dibutuhkan kerjasama yang harmoni, seirama dan seimbang. Nah, dengan cara memasak peserta ketahuan bisa bekerjasama atau tidak dalam tim. Nah dari sini diharapkan peserta makin menyadari pentingnya bekerjasama dalam satu tim unit kerja,” papar Iyan Gohan dalam perbincangan dengan Trenzindonesia.com ditengah kesibukannya memandu dan memotivasi peserta.

Pun saat sesi Team Building The Tower, motivasi membangun kerjasama dalam kesatuan kerja.

“Setiap permainan yang saya tampilkan selalu ada pembelajaran buat peserta. Tinggal pesertanya nyimak apa nggak, kadang kala kan ada peserta yang cuek,” tegas pria berusia 39 tahun ini.

Iyan menambahkan di setiap permainan yang ditampilkan selalu berbeda, apalagi kegiatan yang pesertanya pegawai lembaga negara.

“Saya selalu mengedepankan fun dulu, biar peserta merasa happy. Begitu merasa nyaman, biasanya pada ikut,” pungkas Iyan Govan sambil menebar senyuman.

Leave A Reply

Your email address will not be published.