Trenz Indonesia
News & Entertainment

Tak Punya Babinsa, Satgas Yonif PR 305 Kostrad Utus Bintara Masuk Dapur

191

INTAN JAYA-PAPUA, Trenz News |  Berkenaan dengan salah satu program TNI-AD, “Babinsa Masuk Dapur”, Dansatgas Yonif Para Raider 305 Kostrad Letkol Inf Ardiansyah (Raja Aibon) memerintahkan Serka Cecep, Dansimayon Tengkorak bersama dengan beberapa Bintara untuk membawa bekal beras dan mie instan untuk mengisi dapur nenek yang datang ke Pos Satgas. Intan Jaya, Papua. Sabtu (12/11/2022).

Julitina Mesini, sang Nenek yang hidup bersama cucunya, Loison Sani, telah menjadi orang tua kesayangan Raja Aibon di Intan Jaya. Saat ditemui, Nenek menceritakan bahwa dirinya sedang tidak punya uang. Nenek menunjukkan Noken dan tiga ikat batang serai, untuk dijual. Beberapa buah Markisa khusus dibawa untuk Raja Aibon.

Terharu mendengar kata-kata Nenek yang diterjemahkan oleh Yulince Sani ke bahasa Indonesia, karena Nenek selalu berbicara dengan bahasa Moni.

Beruntungnya Raja Aibon, karena pada saat bersamaan, Yulince bersama beberapa temannya sedang main di Posramil Mamba.

Sang Nenek dan Loison menempati rumah papan yang dibangun Pemerintah beberapa tahun lalu untuk menyimpan barang-barang dan istirahat. Sementara untuk memasak, Nenek selalu menggunakan dapur yang ada di tengah-tengah Honai. Mungkin Nenek merasa lebih nyaman, karena di Honai udaranya terasa lebih hangat. Sebelumnya, ketika mendiang Osea Sani, ayah Loison masih hidup, hampir semua aktifitas rumah tangga yang dikerjakan di rumah. Tetangga pun saat itu masih banyak. Kehilangan sang menantu membuat sang Nenek harus berusaha sendiri untuk menghidupi diri dan cucu kesayangannya.

Serka Cecep kemudian menyerahkan bahan makanan untuk bekal sang Nenek. Bos Mamba kemudian memegang tangan Nenek sambil menyerahkan amplop. Amplop yang berisi sejumlah uang untuk membayar Noken yang masih dipakai oleh Raja Aibon, selebihnya sebagai tambahan bekal Nenek untuk membeli lauk. Tak bisa dihindari oleh Nenek Julitina, sepertinya mata sang Nenek berkaca-kaca menerima buah tangan dari Cecep.

“Hormat. Tuhan berkati,” ucap Nenek sambil melihat Cecep. Beberapa kalimat dalam bahasa Moni kemudian diucapkan oleh sang Nenek.

Sebelum meninggalkan Nenek, Lettu Saeful, Perwira Logistik sekaligus Pater Elang memberikan roti untuk tambahan bekal Nenek. Loison juga terlihat girang sekali karena Pater Elang juga memberikan gula-gula.

“Ayo, kita kembali yo, hormat,” ucap Raja Aibon sambil menyalami sang Nenek.

Semoga Tuhan menjaga Nenek Julitina Meisani dan Cucunya. Dan, semoga Nenek selalu tersenyum, bersama keluarga besar Raja Aibon Kogila. Aamiin (Penkostrad).

Leave A Reply

Your email address will not be published.