HomeNewsWarisan Bima Arya dan Tantangan untuk Pemimpin Baru

Warisan Bima Arya dan Tantangan untuk Pemimpin Baru

Published on

Lingkungan Bersih Kota Bogor

Bogor, Trenzindonesia | Masa akhir jabatan Wali Kota Bogor, Bima Arya, ditandai dengan berbagai pencapaian, termasuk penghargaan Adipura yang menyoroti lingkungan bersih dan sehat di Kota Bogor.

Hingga masa purna tugasnya, Bima Arya tetap aktif turun ke lapangan, khususnya dalam program Bogor Bersih yang menyasar pemukiman kumuh, SKPD kecamatan, kelurahan, hingga sektor pendidikan seperti sekolah dasar.

Program Bogor Bersih menjadi salah satu kebanggaan Kota Bogor selama kepemimpinan Bima Arya. Kecamatan Bogor Selatan, misalnya, menjadi representasi program ini di antara enam kecamatan di kota tersebut. Namun, meski program ini banyak diapresiasi, masih ada kritik mengenai kurangnya perhatian pada wilayah pinggiran kota.

Salah satu contoh nyata adalah kondisi di Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bogor Barat. Kantor Kelurahan di sana justru digunakan sebagai tempat pembuangan sampah sementara dari tujuh RW sekitarnya. Keberadaan tumpukan sampah ini menjadi ironi, mengingat kantor kelurahan adalah tempat pelayanan warga sehari-hari.

Warisan Bima Arya dan Tantangan untuk Pemimpin Baru

Kondisi serupa juga ditemukan di RW 01, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat. Saluran air di perumahan warga dilaporkan penuh dengan air berwarna pekat dan lumpur tebal. Salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa masyarakat hanya bisa mengandalkan kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan, karena hingga kini belum ada perhatian serius dari pihak terkait.

Masyarakat Bogor memiliki harapan besar kepada Wali Kota Bogor terpilih, Dedie A. Rachim, untuk lebih memperhatikan wilayah pinggiran kota yang selama ini terkesan terabaikan. Sidak langsung tanpa protokoler dianggap sebagai solusi efektif untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan dan memberikan penanganan cepat.

Lingkungan bersih dan sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Namun, peran pemerintah sangat vital dalam menyediakan infrastruktur memadai, seperti pengelolaan sampah yang lebih baik dan perbaikan saluran air di wilayah permukiman.

Penghargaan Adipura memang patut diapresiasi, tetapi tantangan sebenarnya adalah memastikan bahwa penghargaan ini mencerminkan kondisi nyata di seluruh wilayah kota, termasuk daerah pinggiran. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, warga, dan pihak-pihak terkait, Kota Bogor dapat terus berkembang menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk semua. (Igon/Fjr)

Latest articles

BHC Training Center & Master Trainer MUA Indonesia Kembali Buka Workshop Guru MUA, Gandeng MUA Berpengalaman Olis Herawati

Setelah sukses menggelar workshop calon guru make up pada 10-11 April 2026, BHC Training...

Ati Ganda Siap Bongkar Rahasia 40 Tahun Berkarya di NGOBRAS 2026, Diskusi Kartini Kreatif yang Wajib Ditunggu!

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sosok koreografer senior Ati Ganda dipastikan menjadi salah satu magnet utama...

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Perjuangan Anak Pemulung Tak Lagi Sunyi: Yayasan Humaniora Sekolahkan Puluhan Anak, Harapan Baru di Tengah Keterbatasan

Bekasi, Trenzindonesia.com | Di tengah kerasnya kehidupan urban, secercah harapan muncul bagi anak-anak...

More like this

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Sosok Nina Nugroho di Balik FORWAN: Diam-Diam Berkontribusi, Dampaknya Besar

Jakarta , Trenzindonesia.com – Di balik solidnya Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, ada sosok...

Geopark Indonesia Dikebut Kemendagri Jelang Revalidasi UNESCO

Keterangan foto:*Direktur SUPD 3, Fauzan (kiri) Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius (tengah) Sekda Kab Belitung, Marzuki (kanan)