Dea Marsha Aurelia, Mahasiswa UNDIP
Karanganyar, Trenzindonesia.com | Wisata alam kini tak hanya menjadi pelarian dari penatnya rutinitas, tapi juga wadah untuk merawat jiwa dan raga. Hal inilah yang digagas para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro (UNDIP) lewat program Pojok Edukasi Kesehatan: Nature Therapy dan Tips Wisata Sehat di kawasan wisata Telaga Madirda, Karanganyar.
Dengan mengusung konsep edukatif nan menyenangkan, program ini menyasar para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil mendapatkan informasi penting seputar gaya hidup sehat dan pemulihan kesehatan mental. Program ini dilaksanakan tepat di area wisata Telaga Madirda pada Kamis, 17 Juli 2025.
“Alam bisa menjadi media penyembuhan yang luar biasa. Lewat kegiatan ini, kami ingin mengajak pengunjung lebih sadar akan manfaat kesehatan yang bisa mereka dapatkan dari wisata alam,” ujar Dea Marsha Aurelia, salah satu mahasiswa KKN UNDIP.
Melalui berbagai banner informatif yang tersebar di titik-titik strategis, para wisatawan disuguhi informasi ringan mengenai manfaat nature therapy seperti meredakan stres, memperbaiki mood, hingga membantu pemulihan kesehatan mental. Tak hanya itu, pengunjung juga mendapatkan tips wisata sehat seperti pentingnya menjaga hidrasi, konsumsi makanan bergizi, penggunaan sunscreen, hingga menjaga kebersihan lingkungan selama berwisata.

Agar lebih menarik, tim mahasiswa UNDIP turut menyertakan infografik, kutipan inspiratif, hingga ajakan menerapkan gaya hidup sehat, baik saat berada di tempat wisata maupun dalam keseharian. Edukasi ini mengajak wisatawan untuk menikmati alam dengan penuh kesadaran—tidak terburu-buru, lebih tenang, serta menjalin koneksi batin dengan alam sekitar.
“Program ini kami kemas agar selaras dengan suasana santai di kawasan wisata. Edukasi kesehatan bisa tetap sampai ke masyarakat tanpa terkesan menggurui,” tambah Dea.
Tak hanya bersifat pasif, mahasiswa UNDIP juga menggelar sesi interaktif bersama pengunjung, seperti berbagi tips wisata sehat, diskusi seputar terapi alam, serta membagikan kutipan motivasi untuk menjaga semangat hidup sehat. Respons pengunjung pun sangat positif. Banyak yang tertarik membaca materi edukasi, bahkan tak sedikit yang mengabadikan informasi tersebut untuk dibagikan ulang melalui media sosial.
Program Pojok Edukasi Kesehatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pariwisata, edukasi, dan kesehatan bisa berjalan harmonis. Lebih dari sekadar tempat berswafoto, Telaga Madirda disulap menjadi ruang refleksi dan terapi alami bagi kesehatan fisik maupun mental.
Dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna, mahasiswa UNDIP berharap langkah kecil ini dapat memicu kesadaran lebih luas tentang pentingnya wisata sehat dan berkelanjutan. Bahwa menjaga kesehatan tidak harus selalu melalui rumah sakit atau pusat kebugaran—kadang, yang dibutuhkan hanyalah waktu sejenak bersama alam.
[**Penulis : Dea Marsha Aurelia, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro]
