Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan membina ratusan pemulung, sebagian diantaranya adalah janda-janda lanjut usia. Menyantuni fakir miskin, dan anak yatim non-panti yang diorganisir di dua rumah singgah, Bekasi (Jakarta), dan di Baleendah Kabupaten Bandung.
Pada sisi lain Jeff Cottaz selaku Pengamat Budaya Indonesia berkebangsaan Perancis, menyampaikan tentang pentingnya acara ini. Melalui forum ini setidaknya, wayang dapat dijadikan sebagai media ekspresi yang memperlihatkan karakter sebuah bangsa. Namun pengamat budaya yang pernah tinggal di Indonesia ini sekaligus menyayangkan, wayang justru terlantar dan terpinggirkan di negerinya sendiri.
‘General Assembly’ adalah forum NGO – ICH, jaringan yang memiliki platform untuk berkomunikasi, pertukaran dan kerjasama antar organisasi penggiat budaya, yang terakreditasi oleh UNESCO. Sesuai Konvensi UNESCO forum ini secara bersama-sama, menjaga nilai-nilai warisan budaya tak berwujud (Intangible Cultural Heritage). General Assembly’ diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Tidak kurang dari 500 orang delegasi dari 175 Negara akan bersidang di acara ini.
Meski anugerah bantuan ini mungkin bukan yang pertama kali juga yang baru mereka terima, namun apapun bentuk anugerah yang datang, senantiasa diterima dengan penuh rasa syukur, diterima sebagai anugerah kebahagiaan atas keikhlasan menjalani hidup dengan tetap berdoa dan berusaha.
Deklarasi “Rumah Budaya Satu-Satu” diwarnai apresisasi pergelaran seni dan budaya. Menampilkan karya para seniman dari berbagai komunitas seni, antara lain; Sanggar Tari Rangga Binangkit dan Mekar Pasundan" pimpinan Jami Bin Samu Eket, pentas teater Kalamtara, Digital Teater Momong, dan OBH Akustik.