KapanLagi.com merangkum lima film yang mengangkat gagasan hidup berjalan mundur, baik melalui penuaan terbalik maupun susunan cerita yang tidak linear. Judul-judul ini menawarkan karakter dan konflik khas, dengan akhir yang sulit ditebak; beberapa bahkan menyisakan pertanyaan tentang hubungan waktu, pengalaman, dan identitas manusia.
Dalam daftar tersebut, The Curious Case of Benjamin Button disebut sebagai judul paling terkenal. Tema hidup mundur tidak selalu masuk ranah fiksi ilmiah; gagasan ini juga dipakai dalam drama romantis, drama psikologis, maupun film eksperimental. Fokusnya dapat berupa hubungan antarmanusia, kenangan, atau cara tokoh menyikapi waktu. Selain Benjamin Button, pilihan lain adalah Peppermint Candy, Mr. Nobody, 5×2, dan Memento. Tidak semua menampilkan penuaan fisik terbalik, tetapi film-film itu mengolah waktu lewat struktur narasi yang tidak biasa.
The Curious Case of Benjamin Button
Film garapan David Fincher ini dibintangi Brad Pitt, Cate Blanchett, dan Tilda Swinton, serta memadukan drama, romansa, dan fantasi. Cerita bermula di New Orleans pada 1918, tepat ketika Perang Dunia I berakhir. Benjamin lahir dengan tubuh seperti lelaki berusia 80 tahun: kulit keriput dan masalah sendi. Ayahnya ketakutan lalu meninggalkannya di depan panti jompo, tempat Queenie, pengurus yang penuh kasih, membesarkannya.
Seiring waktu, Benjamin justru bertambah muda, sedangkan orang di sekitarnya menua dan pergi satu per satu. Di panti itu ia berjumpa Daisy, gadis yang kelak menjadi cinta sejatinya. Ia merantau, bekerja di kapal tunda, mengalami cinta dan kehilangan, serta terlibat dalam masa perang. Ketika kembali bertemu Daisy, usia mereka sempat berpapasan di tengah; mereka hanya memiliki waktu singkat untuk benar-benar setara sebelum hidup kembali memisahkan arah. Kisah dibingkai oleh Daisy yang terbaring di rumah sakit saat Badai Katrina mendekat, sementara putrinya membacakan buku harian Benjamin.
Memento
Disutradarai Christopher Nolan, Memento dibintangi Guy Pearce, Carrie-Anne Moss, dan Joe Pantoliano; bergenre thriller psikologis dan neo-noir. Film ini tidak secara harfiah menampilkan tokoh yang menua mundur, tetapi memakai struktur terfragmentasi dan sebagian alur berjalan terbalik. Leonard Shelby mencari pembunuh istrinya, namun ia menderita amnesia anterograde: tidak bisa membentuk ingatan baru dan melupakan segalanya setiap beberapa menit. Ia bertahan dengan foto Polaroid, catatan, dan tato di tubuh sebagai petunjuk.
Cerita disusun dalam dua lini waktu: adegan berwarna disajikan mundur dari akhir ke awal, sedangkan adegan hitam-putih berjalan maju dan akhirnya bertemu di titik tengah. Karena penonton mengalami ketidaktahuan yang sama dengan Leonard, tidak ada kepastian siapa yang bisa dipercaya, terutama Teddy dan Natalie. Kebenaran tersingkap sepotong demi sepotong dan ternyata jauh lebih gelap daripada yang dibayangkan.
5×2
Film Prancis garapan François Ozon ini dibintangi Valeria Bruni Tedeschi dan Stéphane Freiss, dengan genre drama romansa. Cerita mengikuti hubungan Gilles dan Marion dalam lima episode yang disusun dari akhir ke awal. Penonton lebih dulu menyaksikan sidang perceraian yang dingin dan datar, lalu mundur ke malam terakhir mereka bersama, kelahiran anak, hari pernikahan, dan pertemuan pertama saat liburan musim panas.
Karena urutan terbalik, hasil akhir muncul lebih dulu dan retakan kecil yang mengarah ke sana baru dipahami kemudian. Pada bagian paling hangat dan penuh harapan, nasib pasangan itu sudah diketahui, sehingga setiap senyum dan janji pun terasa pahit.
Mr. Nobody
Disutradarai Jaco Van Dormael, film ini dibintangi Jared Leto, Diane Kruger, dan Sarah Polley serta memadukan fiksi ilmiah, drama, dan romansa. Pada 2092, Nemo Nobody berusia 118 tahun dan menjadi manusia terakhir yang bisa meninggal karena usia tua, sementara umat manusia lainnya hidup abadi. Ia diwawancarai seorang jurnalis di ranjang rumah sakit dan menuturkan hidupnya, tetapi ingatannya kacau.
Ia menceritakan beberapa versi kehidupan berbeda, bergantung pada pilihan yang ia ambil sejak kecil, terutama ketika orang tuanya bercerai dan ia harus memilih ikut ibu atau ayah. Dalam satu versi ia menikahi seorang perempuan, di versi lain perempuan berbeda, dan di versi lain hidupnya jauh lebih suram. Film melompat antara masa tua, dewasa, remaja, dan kanak-kanak, sementara Nemo tua berusaha merangkai mana yang benar-benar terjadi.
Peppermint Candy
Film Korea Selatan arahan Lee Chang-dong ini dibintangi Sol Kyung-gu dan Moon So-ri, bergenre drama. Cerita dibuka pada 1999 dengan Kim Yong-ho, pria paruh baya yang hancur secara mental dan finansial. Ia tiba-tiba muncul di reuni teman lama di tepi rel kereta, bertingkah liar, lalu naik ke atas rel dan berteriak menghadapi kereta yang mendekat.
Dari adegan itu, cerita bergerak mundur melalui beberapa bab yang masing-masing melompat ke masa lebih awal dalam hidup Yong-ho. Penonton melihat perubahannya dari pria gagal dan getir menjadi sosok kejam, lalu menjadi pemuda lugu penuh harapan. Peristiwa penting dalam sejarah modern Korea Selatan menjadi latar perubahan itu, dan setiap kepingan mundur menjelaskan luka yang membentuknya. Di ujung perjalanan, Yong-ho masih polos, dengan kenangan manis yang menjadi sumber judul film.
