Trenz Indonesia
News & Entertainment

Teo Choo Guan: Orang Malaysia Pertama Yang Menerima World Peace Award Dari Swedia

77
Teo Choo Guan

Kuala Lumpur, Malaysia, PR Newswire | Teo Choo Guan, Chairman dan pendiri WAKi International Group, menjadi orang Malaysia pertama yang dianugerahi World Peace Award 2019.

Teo menerima penghargaan tersebut atas dedikasi dan upayanya dalam mendorong kegiatan yang menumbuhkan kerukunan dan rasa hormat antar umat beragama.

Lebih dikenal sebagai ‘Pak Teo’, dia menjadi salah satu dari tujuh calon penerima penghargaan dari 120 negara yang berbeda. Teo percaya pada gagasan untuk menciptakan dunia yang damai dan harmonis melalui kegiatan multiagama. “Hidup dengan semangat saling menghormati dengan sikap saling berbagi dan peduli selalu menjadi filosofi hidup yang saya pegang teguh,” kata dia.

“Demi meningkatkan kesadaran akan kemanusiaan di seluruh dunia, kami mengambil inisiatif dengan melakukan kegiatan sosial yang selaras dengan visi kami. Konsep dasar kemanusiaan adalah saling menghormati, terlepas dari perbedaan latar belakang kita, dan selalu peduli satu sama lain,” ujar Teo dalam pidatonya saat menerima penghargaan.

“Kita harus selalu menghormati perbedaan yang ada. Kita sepatutnya selalu berbagi dan peduli satu sama lain di tengah perbedaan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan dunia yang harmonis.”

Teo berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam mempromosikan filantropi, seperti membangun masjid, gereja, dan kuil di Asia Tenggara serta Tiongkok. Dia juga sangat aktif dalam kerja filantropi yang umum, seperti memberikan sumbangan kepada organisasi atau yayasan nirlaba, tanpa bias terhadap ras atau agama.

Menjelaskan filosofi kegiatan sosialnya, Teo menambahkan tiga fase dalam upaya membangun kemanusiaan lewat aktivitas sosial.

“Tahap pertama adalah memahami rasa saling menghormati. Tahap kedua, memperjelas kebenaran. Hanya ketika Anda memiliki pemahaman yang menyeluruh, Anda dapat mengambil tindakan. Poin ketiga ialah menjaga pikiran Anda tetap jernih, sehingga Anda bisa melakukan kegiatan sosial dengan lebih baik bahkan saat menghadapi tantangan.”

“Tindakan hanya mampu diambil jika kita telah memperoleh pemahaman yang jelas tentang tujuan dan gambaran keseluruhan tentang pekerjaan sosial yang akan dilakukan. Sepanjang jalan, akan ada tantangan dan hambatan. Hanya dengan pikiran yang jernih dan tujuan yang jelas, kita dapat mengatasinya dan bergerak maju,” jelasnya. (PR Newswire / TrenzIndonesia) | Foto: Dok. prnsia.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.