Trenz Indonesia
News & Entertainment

Pantai Tiram, Kuliner Spesial Pesisir Pariaman

57

Pariaman, Trenz Corner | Hanya 12 kilometer. Ya, hanya 12 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat. BIM dan Pantai Tiram sama-sama berada dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Maka, begitu Anda mendarat di BIM, sangat tepat bila Anda meluncur ke Pantai Tiram, untuk menikmati kuliner spesial pesisir Pariaman.

Kita tahu, warga pesisir Pariaman sangat piawai mengolah ikan laut, menjadi berbagai santapan lezat. Mulai dari gulai ikan, goreng ikan, hingga ikan bakar. Warga pesisir Pariaman sangat paham, jenis ikan apa yang cocok untuk digulai, digoreng, maupun dibakar. Demikian pula dengan bumbu yang tepat untuk tiap jenis ikan, serta jenis pengolahannya.

Area kuliner di Pantai Tiram cukup luas. Ada bagian yang tetap dijaga alami, sebagaimana yang saya videokan ini. Suasananya mirip perkampungan kaum nelayan. Lengkap dengan gubuk-gubuk tempat bersantap. Suasana kampung nelayan ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi mereka yang selama ini tinggal di perkotaan.

Ada pula sebagian area kuliner di Pantai Tiram, yang dirancang agak modern. Ornamen-ornamen dicat warna-warni, mencolok, dan meriah. Demikian pula dengan konstruksi gubuk-gubuk tempat bersantap. Meski berbeda pendekatan, tapi secara menu yang disajikan, relatif sama: sama-sama dominan ikan laut.

Secara harga, di area yang alami ini, rerata per orang di kisaran Rp 50.000,- Maksudnya, jika Anda makan berlima, dengan berbagai menu serta sejumlah minuman, ya totalnya di kisaran Rp 250.000,- Di area Pantai Tiram yang agak modern, menurut beberapa orang yang saya ajak ngobrol, rate harganya di atas rentang harga tersebut.

Saya pikir, perbedaan harga itu, tentulah terkait investasi yang mereka keluarkan untuk bangunan dan sebagainya. Informasi ini, setidaknya bisa menjadi referensi bagi Anda untuk menentukan pilihan, ketika hendak bersantap di Pantai Tiram. Jika datang dari arah BIM, Anda akan lebih dulu menemui area yang agak modern tersebut.

Pantai Tiram

Setelah melewati jembatan, ada jalan ke kiri menuju pantai, untuk mencapai kawasan Pantai Tiram yang mirip perkampungan nelayan ini. Secara historis, ini adalah area kuliner pertama di Pantai Tiram. Umumnya dikelola warga secara perorangan, dengan bantuan saudara-saudara mereka untuk melayani konsumen.

Artinya, suasana di area Pantai Tiram yang saya videokan ini, terasa lebih home. Kita sebagai konsumen berinteraksi dengan warga pesisir secara langsung. Bukan dengan karyawan rumah makan. Selain itu, di area ini, ada bibir pantai yang kerap digunakan sebagai tempat memancing. Itu juga pesona tersendiri, sembari bersantap.

Sebagai konsumen, Anda tentu leluasa menentukan pilihan. Bukan kah selera dan suasana, sangat pribadi sifatnya? (Isson Khairul) | Foto: Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.