Trenz Indonesia
News & Entertainment

Penutupan Sementara Sederet Taman Nasional Ternyata Berdampak Positif

Dari Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Sampai Kutai

133

Jakarta, Trenz Corner | Kebijakan Pemerintah untuk menutup sementara taman nasional guna mengantisipasi sebaran Covid-19 sejak 15 Maret 2020 lalu, ternyata sangat berdampak positif bagi kehidupan penghuni sejumlah kawasan konservasi ini. Dampak tersebut  di antaranya terjadi di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Gorontalo dan Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.

Kepada trenzindonesia lewat pesan WA, Supriyanto selaku Kepala Taman Nasional Bogani Nani Wartabone mengatakan dengan penutupan tersebut jelas terjadi perubahan/pengaruh positif antara lain satwa jenis burung dan Macaca Sulawesi lebih mudah dijumpai.

“Untuk yang bertelur, Burung Maleo setiap hari ada yang datang ke lokasi peneluran alami, bahkan di bulan Maret kemarin lebih dari 500 butir telur Maleo yang kita pindahkan dari peneluran alami ke hatchery supaya aman dari predator,” terangnya.

Mengenai orang sebagai predator di lokasi sactuary, menurut Supriyanto jumlah pelakunya sangat kecil karena dijaga secara intensif bahkan di Sactuary Tambun sudah dipasang 8 unit CCTV. “Kalau predator satwa antara lain ada biawak, ular, dan tikus,” ungkapnya.

Selama penutupan, lanjut Supriyanto, pihaknya melaksanakan kegiatan Resort Base Managemen.

“Salah satu kegiatan teman-teman petugas di resort adalah melaksanakan monitoring burung di jalur pengamatan burung,” tambahnya.

Lain lagi dengan TN Kutai. Menurut Nur Patria sebagai Kepala TN Kutai banyak hal positif selama penutupan, antara lain satwa muncul di lokasi-lokasi yang tidak biasa, yang sebelumnya kerap dilalui pengunjung.

“Contohnya Beruang Madu, saat sebelum Covid-19 sangat sulit ditemukan. Di masa penutupan, saat kami pasang kamera trap areal wisata, ternyata bisa tertangkap kamera beberapa individu Beruang Madu,” jelasnya.

Bukan cuma itu, satwa lain seperti Orangutan morio terlihat menggandeng anaknya dengan santai. “Bahkan Kancil dan Luthung Banggat atau Presbytis canicrus juga terlihat, padahal – sudah 5 tahun sebelumnya tidak pernah dijumpai,” ungkap Nur Patria.

Selain itu, puluhan ekor Ayam Hutan Kalimantan juga tertangkap kamera trap.

Kata Nur Patria, dampak positif juga dirasakan aneka tumbuhan di kawasan konservasi.

“Kalau tumbuhannya jelas menjadi lebih aman karena tidak terganggu sama sekali terutama yang berada di jalur atau trek wisata,” pungkasnya.

Sebelumnya trenzndonesia.com juga mendapat kabar menyenangkan dari sejumlah kepala TN lainnya terkait efek positif dari penutupan kawasan konservasi dari pengunjung sampai saat ini.

 

Penyu Bertelur Bertambah

Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Badiah misalnya saat virtual workshop yang diselenggarakan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PJLHK KLHK), Selasa (12/5/2020) lalu mengungkapkan jumlah telur yang diselamatkan pada bulan lalu meningkat dari sebelumnya rata-rata sebanyak 5.000 butir menjadi 7.000 butir.

Menariknya sejak kawasan TN di Teluk Jakarta ini ditutup sementara, tak sedikit ditemukan penyu bertelur di lokasi yang sebelumnya ramai dikunjungi pengunjung, seperti di kolam labuh Pulau Pramuka dan di depan homestay.

Di virtual workshop yang dibuka Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno dan dipandu Direktur PJLHK KLHK Nandang Prihadi ini, Badiah juga mengungkapkan kalau Pulau Semak Daun yang kerap digunakan pengunjung untuk camping, juga didatangi penyu yang ingin bertelur, ikut terdampak positif dari penutupan TN ini.

“Sebanyak 30% terjadi peningkatan dari temuan sarang penyu di pulau yang selama ini didatangi wisatawan,” terang Badiah.

Penyu Hijau

Jenis penyu yang ditemukan bertelur pun bertambah. “Biasanya Penyu Sisik, tapi kini Penyu Hijau juga ditemukan bertelur di kawasan ini,” ungkap Badiah.

Efek positif lain dari penutupan sementara ini, lanjutnya, terjadi penurunan volume sampah sampai 50%.

“Sebelum penutupan, berat sampah yang dikumpulkan bisa mencapai 777 ton. Sekarang turun sampai 350 ton,” beber Badiah.

Begitu pun dengan Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur.

Taman Nasional Baluran

Menurut Pudjiadi selaku Kepala TN Baluran, penutupan sementara akibat pandemi Covid-19, ternyata membawa hikmah tersendiri bagi satwa liar di sana.

Sejumlah jenis satwa liar yang biasanya tak mau muncul, kini lebih suka berada di padang savana.

“Kelompok Rusa, Kerbau, Merak, Kera, dan lainnya sampai bergerombol di beberapa titik. Pergerakan satwa liar semakin masif bukan hanya di Padang Savana tapi juga dekat-dekat kantor sehingga memudahkan petugas melakukan pemantauan,” ungkap Pudjiadi.

Sebelumnya, trenzindonesi.com juga memuat kabar gembira dampak penutupan sementara dari Kepala Balai TN Gunung Halimun Salak, Jawa Barat Ahmad Munawir.

Anak Elang Jawa

Kabar membahagiakan itu mengenai kelahiran anak Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang diberi nama Wira dari pasangan Beti dan Jalu di wilayah Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Gunung Salak I, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Bogor pada pertengahan bulan April 2020.

“Kami temukan Wira lahir pada tanggal 2 Mei 2020 dan diperkirakan telah berumur sekitar 3 (tiga) minggu,” terang Ahmad Munawir.

Tahun lalu juga telah lahir Elang Jawa di bagian Utara Barat Gunung Salak bernama Sabeni. Sedangkan tahun ini lahir Wira di bagian puncak Utara Timur Gunung Salak bernama .

“Semoga kelak keduanya dapat menjalankan tugas sebagai penguasa langit Gunung Salak bagian Utara, sehingga keseimbangan ekosistem di kawasan ini dapat terjaga dengan baik,” pungkas Ahmad Munawir.

Semua kabar menggembirakan itu membuktikan kalau penutupan sementara ini berdampak amat positif.

Bukan hanya lingkungannya semakin bersih dan asri pun membuat kehidupan para penghuni kawasan konservasi ini menjadi lebih tenang, sehingga mereka leluasa bermain, bercengkerama, dan bercinta lalu beranak/bertelur, lantaran bebas dari gangguan riuh pengunjung. (Fjr/adji kurniawan-travelplus Indonesia) | Foto: dok. tn.bogani nani wartabone, tn.kutai, tn.kepulauan seribu, tn.baluran, tn.gunung halimun salak & Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.