Mimpi pergi ke suatu tempat, mulai dari adegan berkemas sampai berada di tengah perjalanan, merupakan pengalaman tidur yang banyak dialami. Dalam kajian psikologi, mimpi seperti ini kerap dimaknai sebagai tanda perubahan, peralihan ke fase baru, atau dorongan keluar dari rutinitas. Maknanya bisa berbeda-beda karena dipengaruhi tujuan, orang yang ikut, kendaraan, serta emosi yang muncul selama mimpi.
Sleep Foundation mendefinisikan mimpi sebagai pengalaman yang melibatkan aspek mental, emosi, dan sensorik selama tidur. Mimpi paling sering dan intens muncul pada fase tidur REM, saat aktivitas otak meningkat, tetapi penyebab pasti manusia bermimpi belum diketahui. Bentuk mimpinya bisa berupa diri sedang bersiap berangkat atau sudah dalam perjalanan menuju lokasi tertentu. Tempatnya mungkin familiar, seperti rumah orang tua atau kantor, atau asing dan belum pernah didatangi, dengan suasana menunggu, senang, atau cemas.
Simbol perubahan dan keinginan bebas
Dari sisi psikologi, mimpi pergi ke suatu tempat sering dibaca sebagai simbol perubahan atau masa transisi. Mengacu pada ulasan mindbodygreen, pakar mimpi Leslie Ellis, Ph.D. melihat mimpi bepergian sebagai tanda pencarian kebebasan. “Di era pandemi ketika perjalanan sangat dibatasi, mimpi bepergian bisa menjadi semacam cara tidak langsung untuk memperoleh kebebasan bergerak. Freud tidak sepenuhnya salah soal mimpi sebagai bentuk pemenuhan keinginan, setidaknya pada sebagian waktu,” kata Ellis seperti dikutip mindbodygreen.
Mimpi bepergian juga dapat menand
