
Trenz News | Mantan atlet nasional yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Hockey atau Hoki Indonesia, Banteng Pringgodani, merasa sangat terpanggil untuk membangun dan meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga Hoki.
Hal itu dilakukan dengan cara terus meningkatkan profesionalisme dalam kepengurusan, terutama cabang olahraga hoki. “Saya sedang berupaya terus untuk mensosialisasikan olahraga hoki kepada generasi muda melalui sekolah-sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar serta memberikan bantuan peralatan olahraga hoki di berbagai kota di Indonesia,” ujar Banteng Pringgodani, di Jakarta, Jumat (12/10).
Menurutnya, bangsa Indonesia yang mempunyai jumlah penduduk ke empat terbesar di dunia, sudah seharusnya kaya akan prestasi olahraga, tapi sayangnya prestasi olahraga Indonesia belum maksimal.
Dia menambahkan, prestasi olahraga nasional bisa dibangun dari kualitas kompetisi, karenanya sangat penting untuk membuat liga-liga profesional disemua cabang olahraga. Dengan kualitas liga yang bagus akan menghasilkan atlet-atlet nasional yang berkualitas. Apapun cabang olahraganya, terutama olahraga hoki.
Saat ini Federasi Hoki Indonesia, baru memiliki 17 Pengurus Propinsi di Indonesia. Namun tidak semua kepengurusan di propinsi itu mempunyai lapangan Hoki sendiri. “Karena, kalau di out door lapangan hoki harus menggunakan karpet, sedangkan biaya untuk membuat lapangan hoki out door di atas Rp 2 miliar,” imbuh pria kelahiran 30 Mei 1978 ini.
Akibat keterbatasan lapangan itulah yang membuat olah raga Hoki kurang diminati oleh masyarakat kita. Meski begitu, Banteng tidak akan pernah menyerah, ia akan terus meningkatkan polularitas olah raga ini dengan segala daya upayanya.

Keinginan mulia dari Banteng untuk memajukan olahraga hoki yang menjadi salah satu olahraga kebanggaan bangsa ini patut mendapat apresiasi dan dukungan banyak pihak untuk meraih prestasi gemilang yang menjadi cita cita seluruh bangsa Indonesia.
“Saya berharap olahraga ini bisa menjadi salahsatu cabang olahraga yang menjadi kebanggaan bangsa untuk menggemakan lagu kebangsaan Indonesai Raya berkumandang di berbagai kompetisi dunia”, Tutup Banteng Pringgodani.
