Trenz Indonesia
News & Entertainment

Bebizy Tuntut Menteri Yassona Laoly Minta maaf

300
Bebizy

Jakarta,Trenz News | Siapapun orangnya, kalau kampung halamannya dilecehkan, pasti tersinggung dan marah. Hal itu yang dirasakan pedangdut Bebizy. Ia tersinggung dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok.

Yasonna meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

Hal tersebut sempat diungkap oleh Yasonna, dalam acara ‘Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)‘ di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

“Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial, karenanya, kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah  miskin. Slum Areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari Kemiskinan,” kata Yassona.

Bebizy

“Sebagai anak asli Warakas, Tanjung Priok, saya tersinggung dengan pernyataan Bapak Yasonna. Saya anak tukang gado-gado, tumbuh jadi penyanyi dangdut. Banyak juga artis yang lahir di Priok, seperti Fenny Bauty, Cici Paramida, Edwin dan Rony Libels, dan juga Wakil Presiden KH Mar’uf Amin. Jadi tidak benar kalau Tanjung Priok diidentifikasi dengan kriminal dan kemiskinan” ujar Bebizy ketika orasi di atas mobil komando di depan kantor Kementerian Hukum dan HAM Kuningan Jakarta Selatan Rabu (22/1/2020)

Bebizy menyayangkan pernyataan seorang menteri yang merendahkan warga Tanjung Priok. “Sebagai pejabat negara semestinya tidak memberikan pernyataan yang bisa menimbulkan stigma buruk buat warga Tanjung Priok. Buktinya Wakil Presiden yang seorang Kyai juga warga Priok. ” Kata pelantun tembang ‘Donk’ ini.

Bebizy

“Untuk itu atas nama Pribadi dan warga Tanjung Priok, Bebizy menuntut kepada Menteri Yasonna Laoly untuk meminta maaf secara terbuka kepada warga Tanjung Priok. “Pada aksi damai kali ini, saya dan warga Tanjung Priok yang hadir di Kementerian ini mau melakukan aksi damai dan kasih bunga ke Bapak,” kata Bebizy dengan nada meninggi.

Bebizy berharap setelah aksi damai, akan ada tindakan kongkrit dari Yassona Laoly. “Kalau sampai 1x 24 jam tidak ada permintaan maaf dihadapan media, kami akan datang kembali dengan massa yang lebih besar,” tandas Bebizy (Buyil)

Leave A Reply

Your email address will not be published.