Jakarta, Trenz News | Sejak tahun 2014, Presiden Joko Widodo (Presiden Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi pasangan pemimpin yang mampu membawa banyak perubahan positif, baik dengan pembangunan yang lebih merata serta kesejahteraan rakyat yang lebih diperhatikan.
Meski banyak rongrongan yang berupaya memecah belah persatuan serta menghambat Indonesia untuk bisa lebih maju lagi, namun kerja keras Jokowi –JK tetap tak lepas dari upaya mempertahankan keutuhan NKRI, demi menjaga keberagaman dan persatuan yang memang menjadi harta terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.
Karenanya, demi menjaga keberlangsungan serta mempertahankan keutuhan NKRI, sosok calon pemimpin seperti KH. Ma’ruf Amin yang dikenal sebagai ulama, politikus dan memiliki wawasan atau pengetahuan yang luas tentang agama, men jadi pasangan yang paling ideal guna mendampingi Presiden Jokowi kembali memimpin Indonesia maju yang lebih berdaulat.
Rakyat Indonesia yang memang menginginkan Indonesia Maju dan berdaulat, tentunya patut bersyukur saat KH. Ma’ruf Amin bersedia menerima pinangan Presiden Jokowi sebagai pendampingnya guna kembali memimpin Indonesia untuk periode 2019 -2024.

“Setelah Gus Dur, Gus Sholah, Hasyim Muzadi, kini muncul KH. Ma’ruf Amin di Istana”, ujar Yusi Syarief, saat memandu acara bertajuk “Nonton Bareng Milenial Debat Cawapres” yang dihelat di Balai Sarwono, di jl. Madrasah Raya No. 14, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (17/3).
Jelang acara “Nonton Bareng Milenial Debat Cawapres’ juga digelar acara diskusi ringan bertema ‘Seorang Kyai Ma’ruf Yang Tak Pernah meninggalkan Sarung” yang dipandu oleh Yusi Syarief selaku SekJen JOSS Indonesia (Jokowi Sahabat Santri), dengan menghadirkan nara sumber Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin, Laksamana Muda TNI (Purn) Iskandar Sitompul serta Habib Abu Jibril Basyaiban.
“Saya percaya, KH Ma’ruf Amin memiliki wawasan yang sangat luas, dengan pengalamannya, beliau akan netral terhadap pemeluk agama di Indonesia”, ujar Laksamana Muda TNI (Purn) Iskandar Sitompul dari CAKRA19 yang menjadi tim pemenangan calon Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
“Semua orang di NKRI yang beragam agama dan suku bisa lebih erat. Diharapkan keunggulan negara ini yang berbeda beda, maka semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama disegala level. Semoga kesempatan itu bisa dilaksanakan dengan baik”, lanjut Iskandar Sitompul.
Sementara menyikapi kebersediaan KH Ma’ruf Amin sebagai sosok ulama besar yang menerima pinangan Presiden Jokowi untuk menjadi pendampinya, Habib Abu Jibril menyatakan bahwa KH Ma’ruf Amin ingin menciptakan bangsa kita sebagai bangsa yang rachmatan lil alamin.
“Ulama itu artinya ilmuwan. KH Ma’ruf Amin itu Al Ulama yakni ilmuwan yang betul betul menunjukan kealimannya seperti yang dicontohkan Baginda Rasullulah Nabi Muhammad SAW”, papar Habib Abu Jibril.
“Tidak patut seseorang disebut ulama, bila dari mulutnya keluar kata kata yang tidak baik”, tegas Habib Abu Jibril.
Karenanya berkenaan dengan pasangan Jokowi Ma’ruf Amin, Habib Abu Jibril mengungkapkan, “Telah datang orang yang kuat yang bisa dipercaya untuk memegang amanat rakyat”.
“KH Ma’ruf Amin menjaga ruh untuk menata Indonesia. Beliu pakar ekonomi syariahyang mencetuskan keberadaan bank syariah di indonesia”, jelas Habib Abu Jibril.
“Hadirnya KH Ma’ruf Amin bisa menyempurnakan keberadaan Jokowi untuk memimpin Indonesia, karena beliau mau membenahi Indonesia yang sama sama kita cintai”, lanjutnya.
“Jangan sampai salah pilih, karena yang akan sengsara nantinya adalah anak cucu kita”, tegas Habib Abu Jibril.

“Dibawah kepemimpinan Jokowi Ma’ruf Amin negara akan sejuk karena keduanya cinta semuanya. Jangan ragu dan termakan hoaks”, tambah Iskandar Sitompul.
Sementara menurut Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin, putra KH. Ma’ruf Amin yang akrab dipanggil Gus Syauqi, “Abah merasa mendapat suatu amanah besar, selain memiliki vis misi yang sama untuk membangun Indonesia”.
“Sebagai Ulama memiliki prinsip, bukan hanya bertanggung jawab kepada agama dan umat tapi juga kepada negara”, jelas Gus Syauqi.
“KH Ma’ruf Amin seorang yang berjalan sangat konsisten, ini adalah tantangan yang harus dijalankan”, lanjutnya.
“KH Ma’ruf Amin tak pernah lepas dari sarung. Posisinya sebagai ulamab harus bisa mengayomi, membangun harmonisasi serta bagaimana kita sama sama sebagai warga bangsa bisa saling menjaga dan membangun harmonisasi” pungkas Gus Syauqi.
Dengan keberadaan Yusi Syarief atau lengkapnya Yusinta Ningsih Syarief SH. MSI serta Ajib Sibli selaku Ketua Panitia, acara “Nonton Bareng Milenial Debat Cawapres’ yang diawali dengan diskusi bertema ‘Seorang Kyai Ma’ruf Yang Tak Pernah meninggalkan Sarung” diselenggarakan oleh Balai sarwono; CAKRA19, Indonesia JOSS (indonesia sahabat santri), majalah Ibadah, JasMEV, serta Master D19 Portal KMA. (Fjr / Trenz Indonesia) | Foto: Fajar
