Jakarta, Trenzindonesia.com | Untuk pertama kalinya, Forum Wartawan Hiburan Indonesia (FORWAN) menggelar Halal Bihalal yang melibatkan keluarga besar organisasi. Tak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun solidaritas internal sekaligus menyiapkan arah baru organisasi di tengah perubahan industri media hiburan.
Halal Bihalal Perdana, Dari Wacana Jadi Kenyataan
Ketua Umum FORWAN, Sutrisno Buyil, mengungkapkan bahwa agenda Halal Bihalal sebenarnya telah lama direncanakan. Namun, berbagai kendala, terutama soal pembiayaan, membuat rencana tersebut baru bisa direalisasikan tahun ini.
“Sejak lama kami ingin menggelar Halal Bihalal untuk mempererat silaturahmi antara pengurus dan anggota. Namun, kendala biaya membuat rencana itu tertunda,” ujarnya.
Momentum ini akhirnya terwujud berkat dorongan dari Nina Nugroho yang menghadirkan ruang temu hangat bagi seluruh anggota.
Bangun Rasa Memiliki, Kunci Organisasi Solid
Menurut Nina, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada program kerja, tetapi juga pada kedekatan emosional antaranggota. Ia menilai, FORWAN perlu memperkuat rasa memiliki agar organisasi bisa berkembang lebih solid dan dihormati.
“Dengan saling mengenal, akan tumbuh rasa memiliki. Dari situ kecintaan terhadap organisasi akan terbentuk,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa lemahnya rasa memiliki menjadi salah satu faktor yang membuat kinerja organisasi belum maksimal.
Sorotan Internal: Soliditas Jadi Prioritas
Pesan penting juga datang dari Ratna Listy yang menekankan pentingnya pembenahan internal sebelum melangkah lebih jauh.
“Perkuat dulu ke dalam. Percuma membuat kegiatan besar jika pengurus dan anggota tidak seiring sejalan,” tegasnya.
Pandangan ini menegaskan bahwa fondasi organisasi yang kuat harus dibangun dari dalam sebelum memperluas kiprah eksternal.
Era Digital: Kaderisasi Jadi Kebutuhan Mendesak
Di sisi lain, dr Dhodon menyoroti tantangan besar di era media sosial. Ia mendorong FORWAN untuk mulai serius melakukan kaderisasi, khususnya menyasar generasi milenial yang akrab dengan platform digital.
“Media sosial dikuasai anak muda. FORWAN harus segera mengkader anggota baru melalui pelatihan penulisan dengan gaya jurnalistik,” ujarnya.
Gagasan ini mendapat dukungan dari Budi Ace yang mengusulkan workshop menghadirkan figur publik sukses sebagai konten kreator, agar peserta dapat belajar langsung dari praktisi.
Pelatihan Jurnalistik, Strategi Masa Depan FORWAN
Sutrisno Buyil menegaskan bahwa kaderisasi melalui pelatihan jurnalistik akan menjadi salah satu fokus utama ke depan. Menurutnya, organisasi harus dibangun atas dasar kebersamaan dan rasa cinta.
“Kita harus membangun FORWAN dengan rasa cinta agar semakin solid. Ke depan, banyak program yang membutuhkan dukungan penuh dari seluruh anggota,” katanya.
Titik Awal Transformasi FORWAN
Halal Bihalal perdana ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan titik awal transformasi FORWAN menuju organisasi yang lebih solid, adaptif, dan relevan di era digital.
Dengan semangat kebersamaan, dorongan kaderisasi, serta penguatan internal, FORWAN diharapkan mampu memperluas kiprahnya di industri hiburan Tanah Air sekaligus mencetak generasi baru wartawan hiburan yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
