HomeNewsEdutainmentIndosiar Hadirkan Mega Sinetron Ramadan Cinta dan Doa

Indosiar Hadirkan Mega Sinetron Ramadan Cinta dan Doa

Published on

Trenz Edutainment |Ditengah mulai meredupnya industri sinetron Tanah Air tidak menyurutkan Indosiar yang selama ini memfokuskan diri sebagai televisi program ajang pencarian bakat, serta hiburan non drama mencoba menghadirkan sinetron yang diharapkan bisa terus menjaga eksistensi Indosiar sebagai stasiun televisi terdepan saat ini.

Indosiar terus melakukan inovasi terbaru, stasiun televisi yang tayang dari jalan Daan Mogot, Jakarta Barat itu mengajak pasangan Rhoma Irama dan Ricca Rahim untuk kembali berakting.

Pasangan itu akan membintangi sebuah mega sinetron religi berjudul Cinta dan Doa. Sinetron yang akan tayang selama bulan Ramadan 2018 mendatang ini, seakan mengulang sukses pasangan ini saat membintangi film layar lebar di masa lalu.

Pada masa itu Rhoma dan Ricca telah membintangi film layar lebar Sebut saja, Satria Bergitar, Pengabdian dan Pengorbanan dan  Melodi Cinta. Selanjutnya Ricca undur dari dunia hiburan setelah menikah dengan Rhoma Irama.

Kini Ricca kembali tampil di depan kamera. Melalui mega sinetron Cinta dan Doa dijadikannya sebagai penampilan perdana di layar kaca. Sambil bercanda, Ricca mengaku bersedia kembali berakting lantaran rayuan dari sang suami.

“Ini sinetron saya pertama, akhirnya diyakinkan sama Rhoma Irama. Lagi ngobrol terus katanya, wah mendingan mainnya sama kamu, kan bisa pegang-pegangan,” kata Ricca Rachim baru baru ini di lokasi syuting di kawasan Kebagusan Jakarta Selatan.

Rhoma pun langsung menimpali istrinya sambil tertawa. “Sekarang adegannya udah halal,” katanya sambil mengelus kepala sang istri, yang perlu waktu sebulan lamanya menunggu kesediaan wanita berusia 58 tahun itu.

Rhoma mengaku tergugah untuk bermain sinetron, lantaran ingin membuat sesuatu yang baik di penghujung usianya. “Saya sudah berusia 71 tahun, saya ingin berbuat yang lebih untuk bangsa dan agama. Melalui bakat-bakat yang saya miliki, bakat seni, bakat musik, bakat film. Ini yang saya ingin optimalkan,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan saat mengajak sang istri agar bisa bersama-sama menambah pahala lewat mega sinetron ini.  “Saya sering bilang sama dia mengenai akhirat. Kami sudah pada tua, sebentar lagi dikubur orang, jadi sebaiknya berbuat yang terbaik di ujung usia ini,” tutur penulis ratusan lagu ini.

Sementara Direktur Programming SCM Harsiwi Achmad mengatakan, Cinta dan Doa  akan berdurasi 120 menit pada setiap episodenya. “Pada setiap episode  menampilkan satu lagu dari lagu-lagu ciptaan Rhoma yang pernah hits. Lagu tersebut sekaligus menjadi pengiring cerita. Dengan demikian tema cerita setiap episode lebih bervariasi dan lebih menarik,” ujar Harsiwi.

Harsiwi optimis kalau sinetron Cinta dan Doa bakal meriah rating yang baik di masa tayangnya kelak.  “Rhoma Irama legenda dangdut yang memiliki fans yang fanatik,  asal tahu saja setiap Rhoma Irama tampil di berbagai acara musik Indosiar, ratingnya selalu nomer satu.  Ini yang membuat kami optimis kalau sinetron Cinta dan Doa bakal meatih sukses,” tutup Harsiwi Achmad.  (Tebe/TrenzIndonesia)

 

 

Latest articles

Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja

Pengusaha Muda Malvin Pradipta Irianto Soroti Pentingnya Karakter, Kompetensi, dan Keberanian Generasi Muda Menuju...

Mikha Tambayong Pilih Beauty Praktis Tanpa Downtime, Tren Perawatan Perempuan Modern Kini Bergeser

Jakarta,Trenzindonesi.com - Jakarta – Tren kecantikan perempuan modern kini menunjukkan pergeseran ke arah perawatan...

Dukungan Sahabat di Balik Layar, Rey Bong Temukan Ruang Pulih Lewat Film Nobody Loves Kay

Film remaja terbaru Nobody Loves Kay tidak hanya menghadirkan kisah persahabatan yang menyentuh di...

Mulai Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Membuktikan Mereka yang Meremehkan Salah

Jakarta, 4 Juni 2026 – Film drama remaja yang paling banyak diperbincangkan tahun ini,...

More like this

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...

Dari Villa Bersejarah ke Kampus Impian: Cara Villa Merah Cetak Talenta Seni Muda

Jakarta,Trenzindomesia.com - Di sebuah bangunan bersejarah peninggalan tahun 1922 karya arsitek Belanda RLA Schoemaker,...

Lewat Seminar IPPRISIA, Menciptakan Kepribadian Profesional di Berbagai Profesi

Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Persona Pengembangan Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) sukses menggelar seminar pengembangan kepribadian...