Trenz Edutainment |Pelukis kontemporer Jupri Abdullah menggelar pameran tunggal lukisan abstrak terbesar di Balai Budaya, Jakarta dan akan berlangsung dari tanggal 12-20 Maret 2018. Acara pembukaan pameran yang menampilkan empat lukisan sebesar 3 x 12 meter, dan belasan lukisan abstrak berbagai ukuran besarnya itu secara resmi dibuka oleh kolektor ternama Syakieb Sungkar, Senin,12 Maret 2018 dan dibuka untuk pengunjung hingga sepuluh hari kedepan.
Dalam penjelasannya, Jupri Abdullah yang kini berusia 56 tahun asal Surabaya ini mengatakan pameran abstrak kali ini bertujuan agar masyarakat lebih mengenal lebih dalam lagi lukisan abstrak. ”Dan, teman teman pelukis juga harus berani melakukan terobosan dengan membuat lukisan abstrak,” ujar pelukis yang pada Januari dan Februari lalu memamerkan karyanya bertemakan ‘Tokoh’, di Surabaya.
Tema-tema lukisan yang ditampilkan menggunakan akrilik di atas kanvas kali ini ada peristiwa dalam negeri, dunia dan fenomena alam. ”Selain di studio, saya juga melukis di alam terbuka. Seperti melukis fenomena alam di Parang Tritis, Yogyakarta,” tutur pelukis yang tercatat nama dan karyanya di Musium Rekor Indonesia (MURI), untuk karya lukisan terkecil dan terbesar di Indonesia.
Jupri Abdullah memerlukan waktu tiga tahun melukis abstrak yang dipamerkan. Disebabkan, kata dia, lukisan abstrak memerlukan konsep yang matang. ”Melukis abstrak adalah puncak atau klimak dari berbagai aliran lukis. Mereka yang melukis abstrak biasanya sudah mengenal dan menguasai melukis mainstream seperti realis, ekspresionis, surialis dan lainnya.”
Pameran Tunggal Jupri Abdullah dengan lukisan abstrak terbesar itu, selain bisa dilihat oleh pengunjung dan bila yang berminat untuk memiliki bisa menghubungi panitia. ”Harga lukisan dari harga puluhan juta hingga bernilai miliar rupiah. Kami bicara apresiasi ya, tidak sematamata uang. Karena kesenangan dan kebahagiaan nilai dari lukisan tidak ada angkanya,” imbuh Jupri Abdullah.
Di pamungkas pameran akan digelar diskusi Seni Rupa dengan menampilkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai keynot speaker. Menurut Jupri Abdullah, Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, sebagai politisi muda yang punya visi di berbagai bidang termasuk di bidang kesenian, khususnya seni rupa. ”Maka sudah selayaknya pandangan Cak Imin mengenai seni rupa perlu kita dengar dan apresiasi,” ungkap pelukis yang karya-karyanya banyak dikoleksi oleh para pejabat negara sejak era Soeharto hingga kini. Sebut saja almarhum Moerdiono, hingga Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Pramono Anung, Susi Pudjiastuti, Kapolri Tito Karnavian, dan para pengusaha di antaranya Arifin Panigoro hingga pengusaha entertain Agy Sugianto dan pengusaha Herbal Jeng Anna.
Sebagai pelukis Jupri Abdullah berharap karya-karya pelukis anak bangsa bisa dipajang di berbagai lokasi yang mempunyai luas dinding yang memungkinkan untuk bisa dinikmati orang banyak. ”Seperti di terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta. Di sana bagus dan menambah keindahan bila dipajang lukisan-lukisan besar karya para pelukis Indonesia,” tutur Jupri yang tengah mempersiapkan buku biograpinya, dan rencananya akan diluncurkan tahun depan, dan Wapres JK akan menjadi pembuka acara peluncuran buku itu. (Didang P. Sasmita/TrenzIndonesia)
