Trenz Edutainment | Duet Hana (15 tahun) dan Taqi (11 tahun), terpilih sebagai pemenang kompetisi final aJapan Karada Dance yang diselenggarakan di SD Global Islamic School, Jl. Condet Raya No.5 Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (20/01/2018).
Duet asal Bandung ini terpilih sebagai pemenang setelah comedian asal Jepang, Piko Taro selaku juri tunggal kompetisi final aJapan Karada Dance memilihnya menjadi yang terbaik dengan menyisihkan 7 finalis lainnya yang berasal dari Jakarta, Bandung, Purwokerto dan Yogyakarta.
Sebanyak 8 finalis terpilih dari lebih 100 pendaftar yang mengikuti kompetisi final aJapan Karada Dance yang dipersembahkan oleh WAKU WAKU JAPAN Corporation. Babak kualifikasinya berlangsung sejak 25 September 2017 – hingga 29 Desember 2017 tahun lalu dan telah digelar di lima sekolah, Jakarta International Multicultural School, Sekolah Dasar (SD) Bhakti Mulya, SD Global Islamic School, SD Providentia, dan SD Tarakanita 2, Jakarta.
Kompetisi Karada Dance yang dihelat guna merayakan 60 tahun hubungan diplomatic antara pemerintah Jepang dengan pemerintah Indonesia ini merupakan program original yang sedang tayang di WakuWaku Japan, dengan tajuk, ‘Asonde Manabu Nihongo aJapan / Let’s Enjoy! Play and Learn Japanese’ atau lebih dikenal dengan aJapan, sebuah program televisi pendidikan dari Jepang yang mengajarkan bahasa Jepang secara luas dan menyenangkan melalui lagu, tarian dan animasi untuk dinikmati seluruh keluarga di seluruh dunia.
Karada berarti tubuh/badan dan dengan Karada Dance menjadi upaya agar anak-anak dapat menari dan menyanyi sambil mengingat nama-nama anggota tubuh. Tak hanya di Indonesia, Karada Dance’ kini menjadi kontes ke seluruh dunia. Dalam kontes ini peserta diharuskan untuk menarikan ‘Karada Dance,’ direkam lalu di-posting di Instagram. Pemenang merupakan pilihan terbanyak penonton, dan berhak mendapat hadiah perjalanan wisata ke Jepang.
Program aJapan yang merupakan sebuah program TV yang masih asli dan baru dan dirancang untuk bermain, belajar dan menghibur ini, tayang di channel WAKU WAKU JAPAN mulai 2 Oktober 2017 lalu, setiap Senin sampai Jum’at, pagi Pkl.07.15 -07.30 serta sore Pkl. 17.45 -18.00. Selain di Indonesia, Program aJapan meyajikan hal yang menarik tentang bahasa Jepang yang juga bisa membuat badan sehat berkat tarian dan nyanyian “Karada Dance“, yang bisa membuat pemirsa ikut menggerakkan badan, menyanyi dan menari. Piko Taro yang merupakan ambassador WAKU WAKU JAPAN juga tampil dalam program aJapan yang bertujuan untuk memperkenalkan bahasa Jepang secara luas melalui lagu dan tarian bernama Karada Dance. PIKO TARO, juga tampil dengan singlenya, PPAP yang dimainkan di aJapan serta “KEROPONS” yang merupakan lagu dansa anak-anak Jepang yang sangat populer dengan judul “EBIKANIKUSU“. Mereka akan membuat lagu baru dan menari di aJapan.
Program aJapan yang menyajikan pembelajaran bahasa Jepang dengan menggunakan lagu berirama menyenangkan dan animasi untuk mengajak anak-anak bergembira dengan menggerakkan badan secara alami sambil mengingat dan belajar bahasa Jepang ini, juga disiarkan di Myanmar, Singapura, Taiwan, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan Mongolia.
Sedangkan Pico Taro atau aslinya bernama Kazuhito Osaka atau dikenal juga sebagai Daimaou Kosaka, yang tampil sebagai juri kompetisi aJapan Karada Dance yang diselenggarakan di Indonesia, merupakan seorang comedian Jepang sekaligus penyanyi dan penulis lagu serta ambassador dari Channel WAKU WAKU JAPAN . Nama Piko Taro mengguncang dunia berkat karyanya ‘Pen-Pineapple-Apple-Pen’ (PPAP) yang akhirnya mampu menebar virus demam PPAP hingga telah ditonton lebih dari 147 juta orang.
Kompetisi Final aJapan Karada Dance yang berlangsung di SD Global Islamic School, Condet ini dipandu oleh Kato Hiroaki, artis/musisi Jepang yang kini bermukim di Indonesia. Diawal acara, secara singkat dan menyenangkan Kato Hiroaki memandu siswa siswi yang hadir di SD Global Islamic School untuk ikut belajar bahasa Jepang.
Kato Hiroaki pun sempat menerangkan dan mengajarkan siswa siswi yang hadir di SD Global Islamic School untuk mengenali bagian tubuh manusia dalam bahasa Jepang yang digunakan dalam Karada Dance yakni Atama (kepala), Kao (wajah), Kata (bahu), Mune (dada) dan Onaka (perut).
Berikutnya, Kato Hiroaki memperkenalkan Pico Taro yang hadir sebagai juri kompetisi aJapan Karada Dance. Menariknya, Piko Taro pun sempat mengajak semua yang hadir untuk ikut menari bersama lewat single PPAP nya yang juga banyak diketahui dan diminati oleh yang hadir di SD Global Islamic School.
Akhirnya, selaku juri kompetisi final aJapan Karada Dance, PikoTaro memutuskan duet pesrta asal Bandung yakni Hana dan Taqi sebagai pemenangnya dan berhak atas hadiah dua ticket perjalanan ke Jepang PP.
“Masing masing peserta memiliki ciri khas tersendiri. Dan sebagai juri saya lebih mengutamakan pada seberapa ceria dan bahagianya para finalis kala menari”, ujar Piko Taro, usai kompetisi final aJapan Karada Dance yang diselenggarakan di SD Global Islamic School, Condet, (20/01).
“Hana dan Taqi yang merupakan finalis nomer 6, layak menjadi pemenang karena mereka pandai memanfaatkan momentum yang sejak pertama tampil sangat pede serta mampu mengkolaborasikan aransemen lagu dengan gerakan-gerakan menari yang lucu dan ceria”, lanjut penyuka masakan Indonesia mie goreng dan berharap acara-acara seperti ini semakin sering diselenggarakan.
“Karada itu artinya body/tubuh, saya percaya belajar bahasa Jepang sambil menggunakan bahasa tubuh dan bergerak akan lebih menyerap dan lebih mudah diingat”, jelas Piko Taro.
“Saya hadir di program aJapan yang tayang di WAKU WAKU JAPAN, melalui konten Karada Dance, dan kontes Karada Dance digelar disini (SD Global Islamic School) karena ingin mendapatkan power dari anak-anak Indonesia)”, tambah Piko Taro.
“Saya juga ditunjuk sebagai duta persahabatan oleh PBB, saya ingin lebih bisa memperkenalkan artis artis Jepang dan juga Jepang ke Indonesia”, pungkas Piko Taro. (Fjr) | Foto: Ihsan & Fajar
