HomeNewsEdutainmentTVRI Menjawab Tantangan Era Zaman Now

TVRI Menjawab Tantangan Era Zaman Now

Published on

Trenz Edutainment  | Meski menjadi stasiun televise pertama di Indonesia yang telah beroperasi sejak 24 Agustus 1962, namun tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan TVRI hingga saat ini semakin dipandang sebelah mata. Terlebih anak-anak milenial di kota-kota besar di Indonesia yang kini memiliki banyak pilihan tontonan.

Tentunya dengan dilantiknya Helmy Yahya sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI sejak 29 November 2017 untuk masa jabatan 2017-2022, maka segenap harapan baru pun menyeruak, harapan agar TVRI mampu kembali bersaing dengan beragam stasiun TV swasta lainnya. Saatnya kembali TVRI bisa menjadi pilihan bagi semua kalangan masyarakat di Indonesia.

Karenanya, TVRI diharapkan semakin memperjelas posisinya di tengah arus perubahan. Tegas memihak pada kepentingan publik dalam kerangka edukasi bangsa. Terutama dalam konteks penguatan masyarakat sipil sebagai prasyarat demokratisasi.

“Satu hal yang dirindukan masyarakat, bagaimana TVRI sebagai televisi publik bisa mengemban fungsi edukasi, informasi, dan hiburan. Saya sangat tersentuh, sambutan dari publik yang luar biasa untuk menghidupkan TVRI. Terutama orang-orang yang consern terhadap masalah pendidikan,” ujar Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya, saat menerima kedatangan Pengurus FORWAN (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia, di Gedung TVRI Senayan, Jakarta, Jum’at (23/02/2018).

Kedatangan Pengurus FORWAN menemui Direktur Utama TVRI yang baru, dimaksudkan sebagai bentuk anjangsana. Pertemuan ini diharapkan dapat ditindak lanjuti dengan kerjasama lebih produktif, mengingat kedua lembaga tersebut sama-sama bergerak di bidang komunikasi publik.

Helmy Yahya, didampingi Direktur Program dan Pemberitaan TVRI, Apni Jaya Putra. Sementara dari Pengurus FORWAN (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia, hadir dalam pertemuan tersebut, Sutrisno Buyil (Ketua Umum), Eddie Karsito (Sekretaris Umum), Akhmad Yamin Amazon Dalimunthe (Dewan Pengawas), Dimas Supriyanto (Pembina), dan Dudut Suhendra Putra (Seksi Keorganisasian).

Banyak pihak mengharapkan ada warna baru di televisi milik publik yang dikelola Pemerintah ini, setelah Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) menetapkan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI untuk periode 2017-2022.

Langkah awal yang kini dilakukan Helmy adalah meningkatkan kinerja. “Peningkatan profesionalisme dan kualitas program melalui sistem manajemen yang dapat menjamin akuntabilitas, transparansi, serta dapat dipertanggung jawabkan setiap saat kepada publik,” ujarnya.

Periode yang dihadapi Helmy sebagai lokomotif TVRI, tampaknya merupakan periode sukar. Setidaknya bila mengacu pada anggaran yang tersedia. Namun, menurut Helmy, juga dapat menjadi masa luar biasa menggairahkan jika memandang masa depan dengan kepercayaan.

“Ini idealisme kami luar biasa. Dana kami minim. APBN 830 miliar per-tahun. Dana per-tahun untuk TVRI, sama dengan dana operasional satu bulan untuk TV swasta. Kami optimis saja. Secara kreatif situasi ini bisa menjadi sumber untuk memperkaya dan memperbaharui. Karena krisis itu memberi dorongan untuk mencari penyelesaian-penyelesaian,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, Helmy, akan memproduksi beberapa program yang diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk menyaksikan tayangan TVRI. “TVRI harus millennials, namun tidak meninggalkan sejarahnya,” ujar Helmy.

Beberapa satuan mata acara TVRI yang dulu populer, kini sedang disiapkan untuk diproduksi ulang dengan format yang lebih kekinian. Tayangan tersebut antara lain; sinetron ‘Siti Nurbaya’, ‘Dr. Sartika’, ‘Keluarga Cemara’, ‘Ria Jenaka’, dan program menarik lainnya.

Helmy juga menghibahkan karyanya yang fenomenal “Kuis Siapa Berani” untuk diproduksi ulang TVRI dengan format baru. “Right-nya saya hibahkan nol rupiah. Padahal itu karya saya paling besar, diproduksi lebih dari 2000 episode. Saya menjadi populer karena kuis ini,” ujar Helmy.

TVRI juga menjadi media partner untuk acara Peringatan Hari Musik 2018, serta program ‘Bulan Film’ bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Film Kemendikbud. “Jadi itulah TVRI. News akan kami kuatkan. Terus terang untuk menginformasikan berbagai acara ini perlu bantuan dari rekan-rekan wartawan. Kami berharap supaya teman-teman wartawan terus menyemangati kami,” harap Helmy kepada anggota FORWAN Indonesia. (FORWAN Indonesia/TrenzIndonesia). | Foto: Dok. FORWAN Indonesia/Dudut SP

Latest articles

Erick Dharma, Dari Karawang ke Layar Nasional: Perjalanan Multitalenta yang Tak Pernah Padam

Jakarta, Trenzindonesia.com | Tidak semua perjalanan di dunia hiburan dimulai dari kemewahan. Bagi Erick...

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap jamaah haji tahun 2026 asal Lombok dan Mataram di Kota Mekkah

Jeddah,Trenzindoensia.com - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap...

Saat Dunia Menjadikan Anggrek Mesin Devisa, Indonesia Masih Jalan di Tempat

Surabaya, Trenzindonesia.com - Di tengah gemerlap industri anggrek dunia yang terus tumbuh menjadi sumber...

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...

More like this

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...

Dari Villa Bersejarah ke Kampus Impian: Cara Villa Merah Cetak Talenta Seni Muda

Jakarta,Trenzindomesia.com - Di sebuah bangunan bersejarah peninggalan tahun 1922 karya arsitek Belanda RLA Schoemaker,...

Lewat Seminar IPPRISIA, Menciptakan Kepribadian Profesional di Berbagai Profesi

Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Persona Pengembangan Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) sukses menggelar seminar pengembangan kepribadian...