Tarakan, Trenz News | Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan terhambatnya penerbitan sertifikat tanah lantaran adanya sengketa. Padahal kata Jokowi seharusnya saat ini sudah ada 126 juta sertifikat tanah yang sudah dipegang seluruh masyarakat Indonesia.
“Sampai hari ini diseluruh tanah air harusnya ada 126 juta sertifikat yang dipegang masyarakat , harusnya. Tapi masih ada kurang lebih 80-an juta yang belum bersertifikat, kenapa? karena ini ada sengketa-sengketa itu,” kata Jokowi saat membagikan sertifikat tanah untuk masyarakat Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (21/12).
Jokowi mengungkapkan dalam 5 tahun ini pemerintah telah menerbitkan 25 juta sertifikat tanah. Sementara itu, terdapat 41,4 juta sertifikat yang sudah terdaftar dan tinggal diberikan kepada masyarakat.
“Tapi sudah terbagi 25 juta, ini saya terima kasih kepada kantor BPN, Kanwil. Saya dengar memang bekerja keras untuk menyelesaikan yang nama sertifikat,” bebernya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengaku senang saat ini masyarakat khususnya di Tarakan, Kalimantan Utara memiliki sertifikat. Sehingga masyarakat bisa memperoleh kepastian hukum jelas.
“Sehingga kepastian hukum itu ada. Ini yang kita harapkan. Jangan sampai nanti terjadi banyak sengketa tanah,” kata Jokowi.(dd)
