HomeNewsPublik Galang Dana Untuk Pulangkan Jenazah Pesepeda Indonesia Yang Meninggal di Nepal

Publik Galang Dana Untuk Pulangkan Jenazah Pesepeda Indonesia Yang Meninggal di Nepal

Published on

Trenz News |Umartono Nafal Quryanto (28), pesepeda jarak jauh asal Indonesia, meninggal saat menyusuri perjalanan perbatasan India-Nepal tepatnya di wilayah Uttarakhand. Nafal diduga mengalami kecelakaan dan terjatuh ke jurang sebagaimana terlihat dari foto-foto yang dibuat otoritas India dan tersebar di media sosial. Ternyata, perjalanan Nafal memang harus berhenti saat telah mendekati tujuan akhirnya. Rencana pulang ke Indonesia pada Januari 2018 harus pupus.

Nafal meninggalkan Indonesia menuju Singapura melalui jalur laut. Dari Singapura, dia terus menggowes sepedanya ke Utara, hingga akhirnya mencapai India dan mengarahkan perjalanan ke tujuan akhir di Nepal. Mengutip laman Tempo.co, Wahyu Indarto, kakak ipar Nafal mendapat kabar tersebut dari petugas KBRI. “Kami mendengar kabar dari KBRI di India kemarin, ada seorang WNI yang ditemukan di jurang bernama Nafal.”

Sampai hari ini KBRI New Delhi sedang dalam pengurusan untuk kepulangan jenazah Nafal ke Bogor. Akan tetapi, kondisi jasad yang tidak di awetkan sejak ditemukan dan disimpan di RS District Gopeshwar karena tidak tersedia freezer, memerlukan proses pembalsaman extra dan dokumen khusus dari pihak agency pengiriman. Hal tersebut memerlukan biaya extra dan mendorong Riswan Abidin, teman dekat Nafal melakukan penggalangan dana melalui laman Kitabisa.com/nafalquryanto.

“Donasi melalui Kitabisa ini akan diserahkan langsung ke pihak keluarga Nafal dan akan digunakan untuk keperluan administrasi kepulangan Nafal ke Bogor, biaya pengurusan jenazah  dan lain-lain. Tercapai ataupun tidak hasil donasi akan diberikan ke pihak keluarga Nafal untuk membantu pengurusan jenazah Nafal, terima kasih,” Tutur Riswan Abidin.

Riswan Abidin juga menulis pesan mengharukan untuk Nafal di akun instagramnya.

“Fal, baru kemaren lu live di FB, baru kemaren gue ledekin lu jadi kurusan. Baru kemaren kita karokean bareng, baru kemaren kita hunting foto, baru kemaren foto di kota tua, baru kemaren kita kerja praktek, baru kemaren kita buat video, baru kemaren kita ribut, baru kemaren.. Fal.. Gue udah janji pas lu pulang Januari 2018 ke Indonesia gue bakal bikin video interview lu selama sepedahan ke Nepal. Gue udah janji. Fal yang tenang disana. InsyaAllah gue selalu berdoa buat lu.”, tulis Riswan Abidin.

Sejak kampanye ini dimulai telah terkumpul donasi  Rp 28.423.013. Netizen yang ingin mengirimkan bantuan masih bisa memberikan donasi melalui laman  Kitabisa.com/nafalquryanto. Kitabisa.com akan memberikan langkah pembayaran sesuai dengan pilihan Bank yang Anda miliki.(PR/TrenzIndonesia) | Foto: Dok.Kitabisa.com

 

Latest articles

Mayang Lucyana Fitri Gebrak Industri Musik dengan Lagu Koplo “Boncengan Baru”, Siap Goyang Pecinta Musik Tanah Air

Jakarta – Penyanyi muda Mayang Lucyana Fitri kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia...

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

Andrigo Hentak Panggung Milad Ke-61 Inhil, Ribuan Penonton Larut dalam Euforia

Tembilahan – Malam puncak perayaan Milad Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61 berlangsung meriah dan...

Dari Lampung untuk Dakwah Digital: MPL Summit 2026 Buktikan Media Pesantren Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Lampung, Trenzindonesia.com | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media pesantren kini tidak lagi...

More like this

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

Dari Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial BBPPKS Bandung : “Mendedikasikan Diri Tanpa Upah Adalah Sebuah Kemewahan yang Tak Mudah Diwujudkan”

BEKASI – Menjadi relawan kemanusiaan bukan sekadar soal niat baik. Dibutuhkan waktu, tenaga, stabilitas...