Lampung, Trenzindonesia.com | Upaya mewujudkan perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing nasional semakin nyata. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul ‘Ulum Lampung resmi menjalani Visitasi Asesmen Lapangan Pendirian Perguruan Tinggi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai tahapan krusial dalam proses verifikasi pendirian institusi pendidikan tinggi baru.
Asesmen Lapangan Jadi Penentu Kelayakan Institusi
Kegiatan visitasi ini menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan STIT Darul ‘Ulum Lampung dari berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, sumber daya manusia, kurikulum, sarana prasarana, tata kelola, hingga sistem penjaminan mutu.
Tim asesor yang hadir dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. H. Yusuf Baihaqi, Lc., M.A. dan Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag. Keduanya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan institusi dalam memenuhi standar pendirian perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama RI.
Selain itu, turut hadir jajaran dari Diktis Kemenag RI, yaitu Dr. Asroi, M.Pd, Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag, dan Dinata Firmansyah yang memberikan pendampingan sekaligus penguatan terhadap proses asesmen.
Dukungan Pesantren dan Yayasan Jadi Energi Besar

Kegiatan ini menjadi momen yang telah lama dinantikan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ulum, yang berada di bawah naungan Yayasan Raden Fatah Lampung Tengah.
Ketua yayasan, Gus Khozinatul Asror, menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi ini merupakan jawaban atas kebutuhan ratusan hingga ribuan santri yang selama ini harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
Dengan jumlah santri mencapai sekitar 2.000 orang, keberadaan STIT Darul ‘Ulum Lampung diharapkan menjadi solusi strategis agar akses pendidikan tinggi Islam semakin dekat, mudah, dan terjangkau.
Visi Besar Menuju Kampus Islam Aswaja Unggul 2040
STIT Darul ‘Ulum Lampung tidak hanya fokus pada pendirian institusi, tetapi juga membawa visi jangka panjang yang terukur, yakni:
“Menjadi perguruan tinggi ilmu tarbiyah berwawasan keislaman Ahlus Sunnah wal-Jamaah (Aswaja) yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta diakui secara nasional pada tahun 2040.”
Visi ini menegaskan komitmen kampus untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah wal-Jamaah (Aswaja) dengan sistem pendidikan modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Lima Misi Strategis Pengembangan Kampus
Untuk mencapai visi tersebut, STIT Darul ‘Ulum Lampung menetapkan lima misi utama:
- Menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam yang unggul
- Mengembangkan penelitian yang inovatif dan relevan
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat
- Meningkatkan tata kelola dan kualitas sumber daya manusia
- Mengembangkan jejaring kerja sama strategis
Kelima misi ini menjadi fondasi dalam membangun kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
Asesmen Bukan Sekadar Evaluasi, Tapi Penguatan Mutu
Pelaksanaan asesmen lapangan tidak hanya menjadi proses penilaian administratif, tetapi juga sarana mendapatkan masukan konstruktif dari tim asesor.
Berbagai catatan dan rekomendasi yang diberikan diharapkan mampu memperkuat sistem tata kelola, memperbaiki aspek yang masih perlu penyempurnaan, serta meningkatkan standar mutu institusi secara keseluruhan.
Optimisme Menuju Perguruan Tinggi Islam Unggul
Dengan dukungan penuh dari yayasan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh pemangku kepentingan, STIT Darul ‘Ulum Lampung menyatakan optimisme tinggi untuk memperoleh hasil terbaik dalam proses pendirian ini.
Kehadiran kampus ini diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik, akademisi, peneliti, dan pemimpin umat yang berintegritas, berwawasan moderat, serta kompeten di bidangnya.
Visitasi asesmen lapangan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan STIT Darul ‘Ulum Lampung menuju perguruan tinggi Islam unggul. Lebih dari sekadar tahapan formal, proses ini mencerminkan keseriusan lembaga dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi Islam di masa depan, sekaligus menatap target besar menuju pengakuan nasional pada tahun 2040.
