Segelas wedang jahe hangat kerap menjadi pilihan sederhana untuk menemani waktu santai, terutama saat udara dingin atau ketika hujan turun. Minuman ini bisa dibuat sendiri di rumah karena bahan-bahannya mudah ditemukan dan tidak memerlukan peralatan khusus.
Kandungan jahe dan penjelasan Kementerian Kesehatan
Jahe mengandung sejumlah senyawa alami, antara lain gingerol dan shogaol, yang banyak diteliti karena aktivitas biologisnya. Hal itu diuraikan dalam jurnal Bioactive Compounds and Bioactivities of Ginger (Zingiber officinale Roscoe) (2019) karya Qian-Qian Mao dkk. yang diterbitkan jurnal Foods. Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan rempah ini lazim dipakai dalam makanan dan minuman.
Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan dalam artikel Manfaat Minuman Jahe Bagi Tubuh (2022) juga menyebut kebiasaan masyarakat mengonsumsi minuman jahe untuk memperoleh sensasi hangat, terlebih pada cuaca dingin. Untuk membuatnya sendiri, jahe bisa dipadukan dengan gula merah dan ditambah serai agar aromanya lebih sedap.
Bahan dan takaran untuk dua gelas
Resep berikut menggunakan jahe segar sebagai bahan utama yang dipadukan dengan air dan gula merah, sehingga menghasilkan rasa pedas khas jahe dengan sentuhan manis. Takaran di bawah ini cukup untuk sekitar dua gelas, dengan waktu persiapan sekitar 5 menit dan proses memasak kurang lebih 15–20 menit.
- 30 gram jahe segar
- 500 ml air
- 25–30 gram gula merah, disisir halus
- 1 batang serai
- 1 lembar daun pandan
- Madu secukupnya bila ingin rasa lebih manis (opsional)
Serai dan daun pandan berfungsi memperkaya aroma. Keduanya mudah didapat di pasar tradisional maupun toko bahan makanan.
Cara membuat
- Pilih jahe segar yang kondisinya masih baik, tidak busuk, dan tidak berjamur. Cuci dengan air mengalir sambil menggosok permukaannya untuk menghilangkan sisa tanah.
- Kupas tipis kulit jahe bila perlu, lalu iris menjadi beberapa bagian agar sarinya lebih mudah keluar. Memarkan serai dan ikat daun pandan supaya aromanya tercampur saat direbus.
- Tuang 500 ml air ke panci bersih, lalu panaskan dengan api sedang hingga mulai mendidih.
- Masukkan irisan jahe, serai, dan daun pandan ke dalam air mendidih, aduk perlahan agar bahan tercampur.
- Kecilkan api dan biarkan campuran mendidih perlahan selama 10–15 menit agar rasa serta aroma jahe menyatu dengan air.
- Tambahkan gula merah yang sudah disisir halus, aduk sampai larut dan rasa manisnya merata.
- Matikan kompor, saring air rebusan untuk memisahkan ampas jahe, serai, dan pandan, kemudian tuangkan ke dua gelas saji.
- Sajikan selagi hangat. Diamkan sebentar sampai suhunya nyaman diminum, lalu tambahkan sedikit madu bila menginginkan rasa manis yang berbeda.
Tips memilih jahe dan waktu menikmatinya
Sebaiknya gunakan jahe segar yang terasa keras saat ditekan dan beraroma khas. Hindari jahe yang permukaannya lembek, berjamur, atau mengeluarkan bau tidak sedap karena kualitas bahan memengaruhi hasil minuman. Irisan jahe sebaiknya tidak terlalu tebal agar air lebih merata menyerap rasa dan aromanya, dan rebusan sebaiknya memakai api kecil supaya air tidak cepat menyusut sementara rasa jahe serta aroma serai keluar perlahan.
Jahe tidak wajib dikupas. Cukup dicuci bersih dengan air mengalir sambil digosok permukaannya. Gula merah juga boleh diganti atau ditambah madu sesuai selera. Minuman jahe hangat dapat dinikmati pada pagi atau malam hari, bergantung pada waktu yang nyaman dan toleransi tubuh masing-masing.
Minuman ini paling nikmat disajikan ketika masih hangat, misalnya dituang ke cangkir keramik atau gelas tahan panas. Jahe hangat cocok dinikmati bersama camilan sederhana seperti pisang rebus, ubi kukus, atau singkong goreng. Tingkat kemanisan dapat diatur sesuai selera; kurangi gula merah bila ingin rasa jahe lebih dominan.
Efek samping yang perlu diperhatikan
Meski jahe merupakan rempah yang lazim digunakan, minuman jahe tetap perlu dikonsumsi secara wajar dan tidak dianggap sebagai pengganti obat atau pengobatan medis. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) dalam informasi Ginger: Usefulness and Safety, konsumsi jahe secara oral dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang, seperti rasa tidak nyaman di perut, mulas, diare, serta iritasi pada mulut dan tenggorokan.
Orang yang sedang mengonsumsi obat secara rutin sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan jahe dalam jumlah besar atau dalam bentuk suplemen herbal.
