HomeTopik#Adisurya Abdy

#Adisurya Abdy

Dewan Juri Akhir FFWI 2023: Merajut Perjalanan Sinema Indonesia

Dewan Juri Akhir ini akan memiliki tugas penting dalam menentukan peraih Anugerah Gunungan, penghargaan bergengsi di dunia perfilman Indonesia.

Pengurus PPFI Desak Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Kesehatan Khusus Untuk Industri Perfilman.

Deddy Mizwar sepakat PSBB telah membuat dunia film Indonesia kolaps. Ribuan insan film terdampak nafkahnya akibat covid itu. Dia juga setuju upaya untuk kembali membangkitkan ekonomi perfilman.
spot_img

Sara & Fei, Stadhuis Schandaal

Film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal” berkisah tentang Fei, mahasiswi yang sedang menyelesaikan tugas kuliahnya dengan melakukan riset di kota tua Batavia. Di kota tua, tepatnya di Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga Museum Fatahillah, sebuah bangunan bersejarah yang dulunya dikenal sebagai Stadhuis atau gedung Balaikota, Fei didatangi sosok misterius yang mengenakan gaun, gadis cantik blasteran Belanda – Jepang bernama Sara. Sampai suatu ketika, Sara menjalin komunikasi dengan Fei dan membawanya menembus lorong waktu menuju abad 17, masa dimana Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen (JP Coen) memerintah di Batavia.

Xela Pictures Siap Tayangkan Film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal

Film "Sara & Fei, Stadhuis Schandaal" didukung oleh beberapa actor dan aktris berkarakter yang berpotensi menjadi bintang film masa depan yakni Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin, Voland Volt dan Mikey Lie.

Amanda Rigby Puas Di Stadhuis Schandaal

Sepulang dari mencari ilmu di luar negeri, Amanda langsung bisnis restoran dan coffe shop, namun jiwa seninya terus bergejolak. Apalagi sutradara kawakan Adisurya Abdy nawari Amanda untuk ikutan terlibat di film terbaru nya bertajuk “Staduis Schandaal”., produksi Xela Pictures.

Xela Pictures Gelar Talkshow Historia Cinta Stadhuis Schandaal

Mengangkat peristiwa sejarah dalam nuansa milenial, Film “Sara & Fei STADHUIS SCHANDAAL” dilatarbelakangi kisah cinta beda strata antara SaartjenSpecx atau dipanggil Sarah dengan Pieter yang terjadi di jaman Belanda dan terbawa hingga hari ini lewat sosok Fei. Untuk itu dihadirkan dua setting—masa lalu dan masa kini,di Stadhuis atau kini dikenal dengan Museum Fatahilah.

Latest articles

Erick Dharma, Dari Karawang ke Layar Nasional: Perjalanan Multitalenta yang Tak Pernah Padam

Jakarta, Trenzindonesia.com | Tidak semua perjalanan di dunia hiburan dimulai dari kemewahan. Bagi Erick...

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap jamaah haji tahun 2026 asal Lombok dan Mataram di Kota Mekkah

Jeddah,Trenzindoensia.com - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap...

Saat Dunia Menjadikan Anggrek Mesin Devisa, Indonesia Masih Jalan di Tempat

Surabaya, Trenzindonesia.com - Di tengah gemerlap industri anggrek dunia yang terus tumbuh menjadi sumber...

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...