HomeHiburanFilmXela Pictures Siap Tayangkan Film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal

Xela Pictures Siap Tayangkan Film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal

Published on

Trenz Film |Xela Pictures yang merupakan divisi film dari PT. Xela  Pentas Komunika, memulai kiprahnya di dikancah perfilman nasional dengan memperkenalkan film perdananya bertajuk “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal” besutan Adisurya Abdy dan siap tayang mulai 26 Juli 2018, di jajaran bioskop tanah air.

Stadhuis sendiri merupakan gedung yang pada 10 Juli 1710 diresmikan menjadi balaikota di zaman pemerintahan hindia belanda yang kini menjadi gedung Museum Sejarah Jakarta atau juga dikenal sebagai Museum Fatahillah.

“Film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal coba menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di zaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal” jelas Adisurya Abdy, saat Prescon film tersebut di Metropole Jakarta, Jum’at (20/7).

“Ini film yang murni dibuat dengan gagasan yang murni, berdasarkan keinginan gimana untuk membuat film yang berarti” lanjut Adisurya Abdy yang juga menggagas cerita sekaligus menulis scenario film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal.

“Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian.namun unsur historisnya tetap terpenuhi, sehingga membantu kaum milenial untuk mengetahui sejarah yang belum terungkap”, lanjut sutradara yang ditahun 1980 an ngetop dengan film ‘Roman Picisan’, ‘Macan Kampus’, ‘Asmara’, ‘Ketika Cinta Telah Berlalu’ dan lainnya.

“Dengan memproduksi film berlatar belakang sejara, lkami ingin mengangkat budaya Indonesia ke manca Negara, termasuk Tiongkok yang menjadi pasar kedua film perdana kami ini”, ungkap Alexander Sutjiadi, pemilik Xela Pictures dan Produser Eksekutif film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal”.

“Kami mengharapkan generasi muda tahu akan cerita film ini, tentang cinta dan sejarah. Intinya film ini adalah hiburan yang bersetting sejarah. Tetap menampilkan cerita cinta anak muda, dengan segala romantikanya. Sehingga perlu ditonton oleh generasi milenial,” ujar Omar Jusma yang akrab dipanggil Oca, Produser film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal”.

Film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal” didukung oleh beberapa actor dan aktris berkarakter yang berpotensi menjadi bintang film masa depan yakni Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin, Voland Volt dan Mikey Lie.

Selain nama nama diatas, film ini sederetan pemain ternama juga turut mendukung film ini, yakni, Tio Duarte, Rensy Millano, Anwar Fuady, George Mustafa Taka, Roweina Umboh, Septian Dwi Cahyo, Iwan Burnani, Julian Kunto, Aby Zabit El Zufri serta pendukung lainnya diantaranya Lady Salsabyla, Ricky Cuaca, Stephanie Ady, Iqbal Alif, Andhika Ariesta dan Yurike Cindy.

Sementara untuk ilustrasi musik film digarap oleh Areng Widodo yang menyertakan lagu ‘Syair Kehidupan’ yang diaransemen ulang serta dinyanyikan oleh Hilda Ridwan Mas serta 4 lagu baru lainnya ciptaan Areng Widodo.

Untuk lokasi penggarapan film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal dikerjakan di dua Negara yakni di Indonesia (Jakarta &  Pangkalan Bun Kalimantan) serta di Tiongkok (Shanghai & Ningbo).

“Tiongkok merupakan pasar potensial untuk film Indonesia” jelas Alexander Sutjiadi tentang pemilihan Tiongkok sebagai lokasi syuting film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal.

Penasaran dengan filmnya, saksikan film drama yang meminjam situasi era kompeni dengan memakai kacamata kaum milenial bertajuk  Sara & Fei, Stadhuis Schandaal di bioskop tanah air mulai 26 Juli 2018. (Fjr/Trenz Indonesia) | Foto Dudut SP

 

Latest articles

Erick Dharma, Dari Karawang ke Layar Nasional: Perjalanan Multitalenta yang Tak Pernah Padam

Jakarta, Trenzindonesia.com | Tidak semua perjalanan di dunia hiburan dimulai dari kemewahan. Bagi Erick...

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap jamaah haji tahun 2026 asal Lombok dan Mataram di Kota Mekkah

Jeddah,Trenzindoensia.com - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati melakukan kunjungan ke hotel tempat menginap...

Saat Dunia Menjadikan Anggrek Mesin Devisa, Indonesia Masih Jalan di Tempat

Surabaya, Trenzindonesia.com - Di tengah gemerlap industri anggrek dunia yang terus tumbuh menjadi sumber...

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...

More like this

Film Nobody Loves Kay: Kisah Perjuangan Atlet Esports yang Ditentang Keluarga hingga Bertarung di Panggung Dunia

Dunia esports kembali diangkat ke layar lebar lewat film Nobody Loves Kay, sebuah drama...

Valdi Mulya Bangun Karier dari Videoklip hingga Film Layar Lebar

BEKASI, Tresnzindonesia.com - Valdi Mulya perlahan membangun namanya di industri hiburan Tanah Air melalui berbagai bidang,...

Misteri “Aku Harus Mati”: Sukses Dari Kerja Keras atau Pesugihan? Horor Ini Sentil Budaya Flexing

Jakarta. Trenzindonesia.com | Di tengah maraknya budaya flexing di media sosial yang kerap...