Trenz Indonesia
News & Entertainment

Mardigu Tegaskan Perlunya Negara Dikelola Berdasarkan SWOT NKRI.

60

Jakarta, Trenz News | Ada kepercayaan, bila seseorang memahami suatu masalah, maka ia pun mencoba ingin memberikan solusi. Kegelisahan akan pengelolaan negara Tidak berdasarkan SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunity, Threats) NKRI membuat Mardigu Wowiek Prasantyo ingin berbagi tentang pengelolaan negara berdasarkan SWOT NKRI. Agar gagasan besarnya tersebut sampai kepada calon pemimpin bangsa dan pengelola negara. Mardigu sengaja mengundang awak media untuk berdiskusi seputar pemikirannya yang brillian. Dalam bincang santai tersebut Mardigu memberikan pencerahan tentang sebuah Pemikiran Out of Box Mengubah Belief System Bangsa Indonesia Menjadi Macan Asia, di Jakarta (13/8).

Belief System, seperti yang diuraikannya dalam bukunya ‘Sadar Kaya‘ adalah sebuah sistem pada manusia yang namanya Sistem Keyakinan. Yakni yang ditanam di subconscious atau ‘alam bawah sadar’ seseorang. Maka jika sudah ditanam di posisi ini untuk mengubahnya perlu teknik khusus. Perlu diketahui, Otak adalah conscious yang menguasai informasi pengetahuan, dan hanya menguasai 12 persen dari sebuah tindakan. Sedangkan subconscious-nya menguasai 88 persen sisanya. Jadi subconcious-lah yang berkuasa.

Oleh karenanya di dalam solusi pengelolaan negara berdasarkan SWOT NKRI butuh pemikiran out of the box untuk mengubah belief system bangsa Indonesia ini menjadi ‘Macan Asia’. Dan melalui 100 episode Cara Cerdas Bernegara dalam tayangan youtube-nya, Mordigu Wowiek Prasantyo mengupas banyak hal agar bangsa ini ‘punya kepercayaan diri’ bahwa Indonesia sesungguhnya sebuah negara yang berdaulat, mandiri, dan mampu menjadi negara besar seperti Cina dan Amerika Serikat sekali pun.

Mardigu WP memaparkan banyak hal seperti bagaimana Indonesia bisa berdaulat dengan kekayaan mineralnya? atau bagaimana para pemimpin di negara ini bersama lembaga lembaga tinggi negara lainnya serta jajaran pemerintahannya hingga partai partai politik yang ada (yang akan menentukan nasib atau masa depan 250 juta jiwa rakyatnya, red) mampu mengelola negara berdasarkan SWOT NKRI-nya dan bukan justru malah sebaliknya? atau bahkan Indonesia dapat melebihi Cina dan Amerika Serikat sekalipun sebagai ‘Macannya Asia’  jika kita berani merevolusi diri kita sendiri sebagai bangsa dan rakyat Indonesia yang berdaulat sepenuhnya terhadap 7 Gatra yang kita miliki?

Simak saja paparannya pada tema tema antara lain 200 Ton Emas Indonesia Lari Ke Luar Negeri, Ini Dampak Negatifnya Perang Dagang Amerika Atas Cina, Jokowi Got Talent 2019, Buatlah Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat, Orang Indonesia Punya 5 Persen Saham Google, Mantap Kalo Saja Berani Lakukan Ini Pasti Cina Amerika Tunduk, Impor Kok Beginian Sih, State Terorism dan Emas Papua Barter Komunisme, Gila Ternyata Sederhana Caranya Menjadi Negara Lebih Besar Dari Amerika, Apa Sih Megatrends 2030, hingga Ternyata Solusi Ekonomi Indonesia Terletak Di Generasi Milenial, dan seterusnya.

Semua itu adalah keresahan, kegelisahan, dan ketakutannya agar Indonesia bisa tegak berdiri sejajar dengan bangsa bangsa lainnya, apalagi Indonesia punya potensi besar untuk menjadi negara yang juga Digdaya seperti mereka. Ini bagian dari Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka, SDM Unggul Indonesia Maju. Bahkan Mardigu WP secara tegas mengingatkan bahwa, “Perlu gila untuk membangun negara kita. Butuh nyali besar untuk berdaulat. Itu baru Revolusi” tandas Mardigu

Dan sebagai catatan akhir Mardigu WP bahwa kini banyak negara telah menerapkan Souverign Wealth Fund sebagai Modern Economics Theory, disamping selanjutnya digantikannya juga New Keynesian Economics dengan Michele Hudson Economics. Selain kini telah dimulainya Printing Money Berbasis Project (Longterm Project, red) sebagai alternatif pembiayaan yang bisa dilakukan oleh negara berdaulat. Jadi untuk mengelola negara ini, sistemnya yang di bangun bukan manusianya. “Dengan diskusi kali ini, muda-mudahan teman-teman media bisa menyampaikan kepada pembacanya. Sehingga gagasan saya bisa dibaca para calon pengelola negara yang akan dilantik Oktober 2019 mendatang “pungkas Mardigu WP. (Buyil/TrenzIndonesia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.