Trenz Indonesia
News & Entertainment

Jelajah Sumatera Jawa, Arungi Selat Sunda

167

Lampung, Trenz Corner | Di musim hujan ini, perairan Selat Sunda relatif masih aman untuk diarungi. Pada Senin (24/02/2020), arah angin dari Barat Laut ke Timur Laut, berkecepatan 15 knot atau 27,78 kilometer per jam. Ketinggian gelombang sekitar 1,25 meter. Jalur penyeberangan kapal ferry lintas pelabuhan Merak- Bakauheni dan sebaliknya, aman. Itu berdasarkan data dari Stasiun Meteorologi Maritim, sebagaimana diungkapkan Iwan Syahrial, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Bakauheni.

Kita tahu, Pelabuhan Bakauheni adalah sebuah pelabuhan penyeberangan, yang terletak di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Ini wilayah Pulau Sumatera yang berdekatan dengan Pulau Jawa. Dari pelabuhan Bakauheni itulah beberapa waktu lalu, saya menumpang kapal ferry untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, yang berada di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Ini bagian dari Jelajah Sumatera-Jawa yang saya lakukan.

Berapa jarak Merak-Bakauheni? Dari penelusuran saya, ada sejumlah angka yang muncul. Ada yang menyebut 27 kilometer, 30,6 kilometer, 39 kilometer, dan sebagainya. Artinya ya di kisaran angka-angka itulah jarak Merak-Bakauheni. Demikian pula dengan jarak tempuh Merak-Bakauheni. Pada November 2014, ketika Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Lampung, penyeberangan tersebut hanya ditempuh dalam waktu 1 (satu) jam saja. Presiden menggunakan kapal ferry jenis roll on roll of (Roro).

Isson Khairul

Warga biasa seperti saya, umumnya menempuh Merak-Bakauheni di kisaran 3-4 jam, meski menggunakan kapal ferry jenis Roro yang sama dengan yang digunakan Presiden Joko Widodo. Kenapa demikian? Antara lain, karena waktu tunggu untuk sandar. Maksudnya, kapal yang tiba di Merak atau Bakauheni, tidak bisa langsung bersandar di pelabuhan. Pihak Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Daratdan Penyeberangan (Gapasdap) menyebut, perlu penambahan dermaga sandar kapal di lintasan pelabuhan Bakauheni dan Merak. Untuk memperpendek waktu tunggu.

Saat ini, di Pelabuhan Merak terdapat 6 dermaga, sedangkan di Pelabuhan Bakauheni ada 7 dermaga sandar. Jumlah kapal ferry yang beroperasi di lintasan penyeberangan Bakauheni-Merak, ada 73 unit. “Jumlah kapal sudah lebih dari cukup, namun jumlah dermaga di Pelabuhan Merak dan Bakauheni belum ideal,” ujar Warsa, Ketua DPC Gapasdap Bakauheni, pada Sabtu (22/06/2019). Ketika saya menyeberang beberapa waktu lalu, situasi area parkir kendaraan di Merak dan Bakauheni ya lengang-lengang saja.

Begitu kendaraan tiba di Bakauheni, langsung masuk kapal. Nyaris tanpa ada antrian. Ini tentu berbeda sekali dengan kondisi pada saat musim mudik Lebaran. Saya pernah mengalami, antri berkilo-kilo meter sebelum masuk kawasan Pelabuhan Merak. Saat berbuka sudah mengantri dan baru bisa masuk kapal setelah shalat subuh. Plus lama menyeberang 3-4 jam.

Pada Senin (06/03/2017), Presiden Joko Widodo minta agar waktu tempuh Pelabuhan Merak-Bakauheni, dipersingkat. Itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Lampung, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Tiga tahun kemudian, di tahun 2020 ini, lama menyeberang ya masih di kisaran 3-4 jam.

Artinya, permintaan Presiden tahun 2017 tersebut, belum terpenuhi. Ya, begitulah adanya. (Isson Khairul) | Foto: Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.