Trenz Indonesia
News & Entertainment

Ci Akim : Dari Usaha Nasi Liwet Ke Supplier Scrab.

Sukses Itu Amanah dan Anugerah Dari Tuhan

387
Akim Oei atau Ci Akim atau Sri Wahyuni, Pimpinan PT. AJM

Bekasi, Trenz Profile | Semula Akim Oei atau akrab disapa Ci Akim menekuni usaha kuliner khas Solo yakni memiliki restoran dengan menjual makanan yang menjadi ciri khas daerah asalnya, Solo, yakni nasi liwet nasi surga.

Namun, tak harus puas sebagai penjual nasi liwet, wanita asal Solo ini ingin terus berkembang dengan mencoba peluang baru, yakni dibidang Suplier Scrab atau supplier besi tua..

Menurutnya, Indonesia yang tengah melakukan pembangunan secara masif membutuhkan besi yang tidak sedikit, bahkan harus impor dari manca negara.

“Untuk mencukupi besi dalam negeri, Indonesia harus impor dari Jepang, Jerman serta negara lain. Saya pikir ini peluang bisnis menggiurkan. Makanya saya coba, puji Tuhan, sekarang  jadi bisnis saya sampai sekarang,” ujar Ci Akim, CEO PT. Asri Jaya Mandiri (AJM), ketika bincang dengan awak media di kantornya di kawasan Narogong, Bekasi Selatan.

Ci Akim, Pimpinan PT. Asri Jaya Mandiri (PT. AJM), Bekasi

Ci Akim menceritakan, awal bisnis besi tuanya dimulai dari pengalaman baru yang terjadi di tahun 2007. Saat itu ada pelanggannya yang mengajak Ci Akim untuk menawarkan aluminium ke pihak lain. Sayangnya, saat menawarkan barang tersebut kepada seorang pengusaha Scrab, upayanya gagal. Namun orang tersebut malah memberi peluang lain dengan memintanya untuk menghadapi orang Jepang yang ada di Dawuan yang memiliki banyak Scrab.

“Orang tersebut yang akirnya bisa dibilang sebagai bos saya, mengatakan kalo Scrabnya bisa diambil, hasilnya sangat lumayan” Ujar Ci Akim saat ditemui di kantornya, PT. AJM, di Bekasi di akhir bulan Mei 2020 lalu.

“Saya orangnya suka mencoba, setiap ada peluang saya selalu mencoba, karenanya saya coba ikut lelang dengan membawa proposal penawaran ke orang Jepang tersebut yang ternyata dari perusahaan Nippon Paint asal Jepang”, lanjut Ci Akim.

Ini menjadi pengalaman baru bagi Ci Akim menerjuni bisnis besi yang memang terbilang awam baginya. Tentunya tak mudah bagi orang yang belum memiliki pengalaman tapi sudah harus berurusan dengan perusahaan besar.

Ci Akim sendiri mengalami kalo proposal pertama yang ditawarkan langsung dilempar begitu saja oleh pebisnis asal Jepang tersebut. Bahkan ketika beberapa waktu kemudian dia kembali mengajukan proposal baru, kembali ditolak dengan alasan persyaratannya masih kurang lengkap. Namun Ci Akim pantang menyerah, tekadnya sudah bulat, sebagaimana kerasnya perjuangan, akan terus dicoba, hingga berhasil.

“Proposal saya beberapa kali ditolak tapi saya tidak menyerah. Akhirnya pengusaha Jepang tersebut menyerah, dan proyeknya dikasih ke perusahaan saya,” ujar Ci Akim yang aslinya bernama  Sri Wahyuni.

“Itu pertama kali saya main besi, dan bisa ngangkat 3000 ton. Bos saya kaget dengan hasil kerja saya, saya pun tidak menyangka, berkat keberhasilan tersebut, saya dikasih mobil”, jelas Ci Akim, bangga.

“Akhirnya, saya dirangkul oleh bos saya untuk melobi lagi ke Bandung. Yaiyu perusahaan LMTM (Langsung Mulus Textile Milles), itu perusahaan terbesar ke 5 di Asia. Perusahaan itu tutup, pabriknya ada dua, di Lembang dan di Leuwi Gajah, dua duanya saya dapat”, tutur Ci Akim.

Akim Oei atau Ci Akim

Berkat keuletannya, akhirnya di tahun 2008, Ci Akim mencoba berusaha sendiri dengan mendirikan PT. Asri Jaya Mandiri (PT. AJM) yang bergerak dibidang supplier Scrab (besi tua). Dan semangat serta kerja kerasnya tidak sia sia, berkat pertolongan Tuhan jua, kini usaha Ci Akim semakin menunjukan hasil yang positif. Kini bisnis besi tuanya selain ada di beberapa titik di wilayah Bekasi, juga berkembang hingga ke beberapa daerah di Indonesia, diantaranya Sulawesi, Batam dan Kalimantan.

Ci Akim di Pulau Kabaena Sulawesi Tenggara

“Sejak pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi, kebutuhan besi seolah menjadi kebutuhan pokok seperti kebutuhan akan beras, puji Tuhan membuat usaha kami makin berkembang,” kata wanita tangguh ini bangga

Meski kini terbilang sebagai pengusaha sukses, namun Ci Akim mengaku kalau dalam menjalani bisnisnya juga pernah mengalami pasang surut. Karenanya, untuk keseimbangan hidupnya, Ci Akim bahkan tak sungkan untuk beramal dan berbagi berkat kepada masyarakat. Menurut Ci Akim, ia sangat percaya bila yang ia peroleh dan terima selama ini adalah amanah dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Pada suatu hari saat saya berada dalam keterpurukan, Saya mendengar firman Tuhan yang membuat saya harus bangkit dan optimis. Percaya tidak percaya, Tuhan pulihkan dan bangkitkan saya dari keterpurukan melalui kuasa Nya. Saya mengalami satu kebangkitan rohani, sehingga apa yang tidak pernah saya lihat dan pikirkan, semuanya Tuhan berikan dalam kehidupan saya dan anak-anak saya seiring berjalannya waktu, saya tidak henti-hentinya mengucap syukur,” kenang Ci Akim.

Ci Akim dan Team PT AJM di Pulau Kabaena, SulTra

Menurut Ci Akim, asal kita mau bekerja keras, jujur, tak mudah putus asa, mau peduli dengan sesama serta selalu bersyukur atas nikmat dan anugerah Tuhan, tentunya tak akan jauh dari kesuksesan.

“Apa yang terjadi dalam hidup saya boleh terjadi dalam hidup Bapak Ibu saudara-saudara yang mungkin saat ini masih dalam keterpurukan. Percayalah Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, kiranya pujian saya ini boleh menjadi berkat bagi kita semua atas nama Tuhan,” pungkas Ci Akim yang kini tengah fokus mempersiapkan album rohaninya, yang akan dirilis dalam waktu dekat. (Thress-No / Fajar) Foto: Thress-No & Fajar

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.