Trenz Indonesia
News & Entertainment

Syakir Daulay Menggugat Musik Proaktif. Agi Sugiyanto: Akan Hadapi Gugatan Ngawur

337

Jakarta, Trenz News I Label records and Artist Management Musik Proaktif siap menghadapi gugatan yang dilayangkan Syakir Daulay dan pengacaranya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. CEO Media Musik Proaktif, Agi Sugiyanto menganggap, materi gugatan tersebut terlihat mengada-ada dan bahkan bisa dibilang ngawur. “Mereka menggugat saya dan YouTube dengan alasan perjanjian pembelian akun Youtube janggal. Bahkan kami dibilang melakukan eksploitasi,” timpal Agi dalam siaran pers yang dilayangkan kepada Trenzindonesia.com, Senin (13/7) malam.

Dia menekankan bahwa perjanjian antara pihaknya dengan Syakir sangat jauh dari kata mengada-ada. Semua dilakukan atas kesadaran kedua belah pihak, tanpa paksaan dan manipulasi.  “Saya bisnis musik itu sudah puluhan tahun. Tidak mungkin saya mengorbankan reputasi saya untuk hal-hal kecil semacam ini. Perjanjian itu tidak ujug-ujug atau tiba-tiba ditandatangani. Semuanya ada proses,” tegasnya.

Agi juga menjelaskan tidak ada eksploitasi terhadap Syakir. Semua dilakukan atas kesepakatan bersama. Syakir memiliki hak dan kewajiban. Salah satu kewajibannya adalah mengisi content di kanal YouTube yang telah dijualnya.

“Kita tidak pernah memaksakan waktu. Misalnya, waktu rekaman lagu, kita ngikutin jadwal Syakir yang katanya sangat sibuk. Itupun dengan segala kesabaran kita. Karena janjian rekaman jam 6 sore, tapi datangnya tengah malam,” ungkapnya.

Itu hanya satu contoh. Banyak hal lain yang bisa menjadi bukti bahwa pihak Agi lebih banyak menyesuaikan waktu yang dimiliki Syakir. “Jadi aneh, kalau itu dibilang eksploitasi. Sementara untuk content yang lain, itu juga atas kemauan Syakir,” tambahnya lagi.

Namun, lepas dari itu semua, Agi menegaskan bahwa pada prinsipnya dalam bisnis itu yang terpenting adalah komitmen. “Saya jaga betul komitmen itu,” tandasnya. Bahkan dalam posisi berseteru pun, pihaknya masih memberikan royalti yang menjadi haknya Syakir, sesuai butir-butir kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian. “Semua hak sudah kita berikan. Tapi apakah kewajibannya juga sudah diberikan ke kita. Coba tanyakan ke dia,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.