HomeNewsEdutainmentKopi Jangkung, Nikmati Sensasi Kopi Murni Asal Bogor

Kopi Jangkung, Nikmati Sensasi Kopi Murni Asal Bogor

Published on

BOGOR, Trenz Lifestyle | Pada umumnya pecinta touring pasti tak bisa lepas dari kebiasaan minum kopi. Karenanya tak heran, jika saat peresmian brand Kopi Jangkung, ada sekitar 9 komunitas motor yang hadir di lokasi Workshop Kopi Jangkung yang berada di Jl. Komplek Ruko Milenium No. 1 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu, (12/03/32022) lalu.

Kehadiran 9 komunitas motor yakni Spacbor (Supra Club Bogor), Yamaha R15 Club Indonesia Chapter Depok, Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) Bogor, Olenger’s, ADV Rider Owners Group (Adrog), Max ID, Baderhood Depok, Road Reapers Indonesia, dan  Patagonian Riders Nusantara adalah dalam rangka turut memeriahkan pembukaan workshop Kopi Jangkung sekaligus peluncuran produk pertama Kopi Jangkung, guna turut mewarnai industri pasar kopi di Indonesia khususnya di wilayah Jabodetabek.

Kopi Jangkung sendiri merupakan produk kopi terbaru yang hadir di Kota Bogor. Adalah Fachrul selaku Operational Manager Kopi Jangkung dan Cakra yang kompeten dalam memilah milah kualitas biji kopi, yang berkolaborasi secara harmonis, hingga sukses menghadirkan nikmatnya sensasi kopi murni yang bisa dicicipi para penikmat kopi.

Fachrul, Operational Manager Kopi Jangkung

Menurut Fachrul, Kopi Jangkung berbeda dibanding dengan kebanyakan kopi sachet yang beredar di pasaran.

“Kelebihannya, kita natural, 100% kopinya kita pakai tanpa ada tambahan lain, makanya di kemasan tertulis kopi Arabica.” Jelas Pria yang pernah mengenyam pendidikan di IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jakarta ini, menegaskan.

“Mulai dari proses pembelian hingga pengemasan, itu benar benar kita teliti, QC nya mulai dari pertama kopi datang, itu kita bongkar dan kita sortir, yang kurang bagus kita buang. Tiap kegiatan memiliki ruang masing masing, kita pisah, supaya tidak terkontiminasi. Jadi kita benar benar menjaga higienis dan sanitasinya.”, paparnya.

“Orang orang yang bekerja didalamnyapun cukup professional, dan saat bekerja harus mengenakan APD, itu semua dilakukan demi menjaga kualitas kopi yang kita produksi.’, tambah ayah dari 6 anak yang profesi sebelumnya lebih dikenal sebagai Cheff.

Kopi Jangkung memang dikemas dalam bentuk sachet, tapi kita garansi sampai hari ini, kopi jangkung paling murni. Dijualnyapun kalo di warung warung, itu sekitar Rp. 1.100 – Rp. 1.200an / sachet.”, imbuh Fachrul.

“Tapi kita sarankan harganya bisa dibawah itu, supaya semua orang bisa minum Kopi Jangkung. Dan kita kasih kemudahan buat reseller dan agen agen kita supaya mereka juga bisa ikutan untung.”, cetusnya.

Masih menurut Fachrul, Kopi Jangkung merupakan kopi sachet yang bisa dinikmati dengan harga murah tapi memiliki cita rasa premium.

“Bahan bakunya berasal dari biji kopi Arabika yang berasal dari Sinjai pegunungan Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, berikutnya kita coba tanam di Bogor, namun dengan kualitas yang hampir sama dengan yang ditanam di Sulawesi Selatan”, lanjut pria yang juga karab dipanggil Iyunk.

“Kita berdayakan petani kopi di Sulawesi lalu berdayakan petani yang di Bogor.”, lanjutnya.

“Visi misinya memang kita ingin Kopi Jangkung menjadi media untuk mengenalkan kopi Bogor, kualitas bagus, harga tidak tinggi dan petaninya bisa dapat kelayakan ekonomi dengan benefit yang bagus.”, harap Fachrul.

“Tahap awal kita produk dalam kemasan sachet dengan target pasar untuk masyarakat dari semua kalangan, namun kalau ada orang orang yang ingin dibikinin kopi dengan rasa tertentu, kualitas tertentu  atau sesuai standard yang mereka mau, kita bisa coba bantu buatkan.”, jelas Fachrul

Kopi Jangkung sudah teregistrasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kesehatan Kota Bogor, dan target pasar kita dalam 2 tahun pertama adalah wilayah Jabodetabek dengan start pertama adalah wilayah Bogor dan Depok dulu.” Beber Iyunk antusias.

“Kapasitas produksi pertahun antara 2-3 juta sachet, harapannya, kita dari Kopi Jangkung bisa mendukung perekonomian terutama di Bogor, bisa berjalan dengan baik.”, imbuhnya.

“Tahun pertama target promosi kita Cuma satu, sejabodetabek tahu Kopi Jangkung!”, tegas Iyunk dengan nada optimis.

Terkait nama Kopi Jangkung, Iyunk menjelaskan bahwa kebetulan fisik Ownernya jangkung, jadi kita jadikan ikon, dan nama Jangkung itu familiar banget.

“Nama jangkung sendiri sudah familiar sebelum brand nya ada.”, tegas Iyunk.

“Jangkung sendiri sudah menjadi trademark , filosofinya jangkung menjadi motivasi kita untuk berkembang dan menjadi tinggi, hingga kita bisa tahu lebih banyak.”, tambahnya.

“Kenapa kita pilih Kopi Jangkung untuk diluncurkan di tanggal 13? Karena  Kita percaya baget, tanggal 13 itu tanggal baik, di Islam sendiri angka 13 itu baik, banyak yang baik dari angka 13.”, ungkap Iyunk.

Terkait tempat yang disebut workshop Kopi Jangkung, Iyunk menjelaskan bahwa kantornya memang bukan coffee shop atau kedai kopi, tapi lebih sebagai tempat produksi Kopi Jangkung dan tempat distribusi.

“Kita benar benar fokus, konsentrasi supaya kualitas produksi kita cukup tinggi dan sesuai standard yang kita inginkan, jangan sampai standard kita turun. Makanya kita tidak focus di side bisnis.”, terang Iyunk.

“Kenapa dianggap workshop?, disini kita siapin ruang tamu, buat temen tenmen yang datang, yang ingin brelajar atau sekedar ingin tahu, kita senang kalo kopi kita di cobain, free dan sepuasnya.”, lanjutnya.

“Jadi selain kita produksi, kita juga kasih kesempatan bagi yang mau belajar tentang kopi, dan tidak kita kenakan biaya. Cukup datang, bikin janjian, apa yang mau dipelajari dan kita bisa share.”,

“Tapi ini bukan bicara soal produksi Kopi Jangkung, ya…melainkan bicara soal kapoi secara umum, karena secara teori kita udah ada, dan yang akan kita ajarkan, pertama basic knowledge dari produksi kopinya, lalu bisnisnya seperti apa, praktek di lapangan seperti apa.?.

Fachrul, Operational Manager Kopi Jangkung

“Jadi siapapun penyuka kopi atau yang ingin lebih tahu tentang kopi, di workshop Kopi Jangkung ini kita bebas berkumpul, saling share atau berbagi pengalaman seputar dunia perkopian, sambil mencicipi nikmatnya Kopi Jangkung secara gratis”, pungkas Fachrul. (fjr) | Foto: Fajr & istimewa.

 

Latest articles

Mayang Lucyana Fitri Gebrak Industri Musik dengan Lagu Koplo “Boncengan Baru”, Siap Goyang Pecinta Musik Tanah Air

Jakarta – Penyanyi muda Mayang Lucyana Fitri kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia...

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

Andrigo Hentak Panggung Milad Ke-61 Inhil, Ribuan Penonton Larut dalam Euforia

Tembilahan – Malam puncak perayaan Milad Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61 berlangsung meriah dan...

Dari Lampung untuk Dakwah Digital: MPL Summit 2026 Buktikan Media Pesantren Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Lampung, Trenzindonesia.com | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media pesantren kini tidak lagi...

More like this

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

Dari Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial BBPPKS Bandung : “Mendedikasikan Diri Tanpa Upah Adalah Sebuah Kemewahan yang Tak Mudah Diwujudkan”

BEKASI – Menjadi relawan kemanusiaan bukan sekadar soal niat baik. Dibutuhkan waktu, tenaga, stabilitas...