Kohar Kahler
Jakarta, Trenzindonesia.com | Musik bukan sekadar hiburan, melainkan cermin budaya dan identitas. Hal itu menjadi pegangan Kohar Kahler, musisi senior Indonesia yang selama puluhan tahun mengabdikan diri tak hanya dalam industri musik, tapi juga di ranah pelestarian budaya.
“Musik adalah bahasa universal yang mampu merangkum identitas suatu daerah dan mempererat hubungan sosial,” kata Kohar dalam perbincangan terkini, sembari menekankan pentingnya eksplorasi seni berbasis tradisi dalam berkarya.
Kata kunci seperti musik Indonesia, budaya tradisional, hingga dangdut mendunia pun menjadi bagian dari narasi perjalanan Kohar sebagai seniman yang aktif mengedukasi, menginspirasi, dan menciptakan ruang-ruang apresiasi musik lintas generasi.
Musik dan budaya: Dinamika yang saling menghidupi

Menurut Kohar, musik dan kondisi sosial budaya abad ini saling terkait dan memengaruhi. Era digital, globalisasi, hingga perubahan sosial telah membentuk lanskap baru bagi ekspresi musikal. “Musik bisa menjadi jembatan budaya dan ruang strategis menyampaikan pesan sosial dan politik,” ungkapnya.
Melalui proyek Karya Anak Bangsa, Kohar pernah berkeliling kota-kota di Indonesia, termasuk Batam, untuk menggelar klinik musik yang menyentuh langsung masyarakat. Program itu menjadi bukti nyata komitmennya menjadikan musik sebagai alat edukasi dan pelestarian budaya.
Menolak pengkotakan, merangkul keragaman genre

Kohar juga konsisten menyerukan agar masyarakat dan pelaku musik tak lagi terjebak dalam sekat-sekat genre. Ia mendorong semangat inklusivitas dan eksplorasi musikal tanpa batas.
“Sudah bukan zamannya lagi karya dikotakkan. Saatnya kita merayakan keanekaragaman. Dangdut yes, rock yes!” tegas Kohar, sembari menekankan pentingnya menciptakan karya universal yang bisa diterima dalam pergaulan musik global.
Musik dangdut, menurut Kohar, adalah contoh genre tradisional Indonesia yang telah berhasil menembus batas negara. Ia menyebut dangdut kini dinikmati tak hanya di Malaysia dan Brunei, tetapi juga mulai menjadi tren di Korea Selatan, Jepang, bahkan Amerika dan Eropa.
Musisi lintas negara dan karya yang mendunia

Sebagai pencipta lagu dan produser, Kohar Kahler telah membidani lahirnya puluhan grup musik dan penyanyi solo, termasuk yang kini sukses di dalam dan luar negeri. Namanya sempat melambung bersama penyanyi legendaris Mayangsari lewat lagu ikonis Tiada Lagi, yang kini diakui sebagai karya musik pop Indonesia yang melintasi batas geografis.
Karya Kohar juga dibawakan oleh sederet penyanyi internasional seperti Amy Search (Malaysia), Poppy Kelly (AS), Kim Dong Gyun (Korea), hingga artis lokal seperti Inka Kristi, Judika, Tiara, dan MR.TV All The Best.
Di ranah dangdut, lagu ciptaannya telah dinyanyikan para juara Kontes Dangdut Indonesia seperti Warda (2023), Andin (2024), hingga Bella “Queen” Safitri Hidayati. Lagu Saos Padang yang dibawakan Bella bahkan dinobatkan sebagai Lagu Dangdut Electro Paling Di Hati pada ajang Anugerah Dangdut Indonesia 2024 oleh MNCTV.
Eksplorasi diri melalui seni tradisi
Bagi Kohar, proses kreatif adalah perjalanan spiritual dan intelektual. Ia terus mencari bentuk ekspresi baru lewat seni tradisi sebagai fondasi. Baginya, eksplorasi artistik adalah upaya memahami dunia dan diri sendiri secara lebih dalam.
“Musik adalah ekspresi jiwa yang menjembatani emosi, pengalaman, dan pencarian makna hidup,” ujar Kohar.
Dengan ratusan karya yang telah ditelurkan dan pengaruhnya yang menjangkau lintas generasi dan negara, Kohar Kahler menjadi bukti nyata bahwa musik Indonesia mampu bersaing dan berperan di panggung global—sekaligus menjaga akar budaya yang menjadi sumber inspirasinya.
