Trenz Indonesia
News & Entertainment

Trie Utami, Tetap Berkarya dan Akan Daur Ulang Lagu Krakatau Band Secara Akustikan

221

Jakarta, Trenz Music | Selalu ada banyak hal menarik yang terungkap dari acara Cakap-Cakap Bareng Bens Leo Live Instagram. Setelah sebelumnya, acara yang dipandu oleh Bens Leo ini menghadirkan cakap cakap bareng beberapa selebritis ternama seperti Astrid, Bams, Sruti Respati, Lea Simanjuntak, Soimah Pancawati, Budi Doremi, Andien, Tohpati, dan lainnya, kini giliran penyanyi Trie Utami yang menjadi tamu istimewanya.

Dalam acara Cakap-Cakap Bareng Bens Leo Live Instagram Senin (7/12/2020) lalu, terungkap kalau selain terus sibuk bermusik, Trie Utami memilki segudang kesibukan yang melahirkan berita positif buat dunia showbiz.

Diantara kesibukan yang dijalani Trie Utami adalah menulis buku, keluar masuk kampung untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat desa bersama Prof Melani Budianta.

“Alhamdulillah tetap beraktivitas lumayan padat, selain bermusik, menulis konsep mendorong agar masyarakat kampung mengenali jati dirinya, melalui literasi, kesenian dan kebudayaan,” ujar penyanyi dan pencipta lagu yang tak pernah berubah teknik vokal dan kreativitasnya ini antusias.

Iie, begitu panggilan mantan vokalis Krakatau Band ini menambahkan kegiatan pencerahan masyarakat yang tinggal dikampung dimaksudkan agar bangsa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya.

“Musik dan kesenian kan alat penyampai kepada masyarakat yang efektif, makanya membangun karakter bangsa agar mengenal jati dirinya ya, melalui kesenian. Dan sudah sebelas tahun saya keluar masuk kampung,” ungkap adik dari Purwa Tjaraka dan Thea Ika Ratna.

Disela kesibukannya keluar masuk kampung, Penyanyi yang juga memiliki kemampuan bermain piano, saxophone, dan memiliki disiplin latihan tinggi ini juga sempat menulis beberapa buku diantaranya, “Karmapala:The Silent Love” yang bersubtajuk ‘Nyanyian Hati Trie Utami’, “Dunia Padmini”, yang mengangkat tema perempuan melihat perempuan, “Cinta Setahun Penuh” dan “ABHAYAGIRI : Keraton Ratu Boko ”.

Trie Utami

“Ditengah kesibukan berkesenian, saya sempatkan menulis buku dan alhamdulillah sudah terbit. Tinggal satu buku yang belum, masih menunggu finishingnya aja,” tegas Iie bangga.

Dengan tubuh mungil namun memiliki luas suara ‘lebar’, teknik vokal yang baik dan powerful, nama Trie Utami mulai dikenal di diranah musik Indonesia usai memenangi penghargaan ‘Best VocalistYamaha Light Music Contest 1986.  Sebuah ajang Kompetisi band yang banyak melahirkan superbintang musik dan song writer di genre music fusion jazz.

Namanya kian melambung saat Iie bergabung dengan Krakatau band danmelahirkan album bertajuk First Album. Selanjutnya, Iie mulai menjajal karier solo, menyanyikan lagu ‘Keraguan’ ( Edwin Saladin / Adelansyah ) dalam deret Dasa Tembang Tercantik LCLR Prambors 1987. Sepanjang tahun 1990 – 2000, Trie Utami memenangi sejumlah penghargaan internasional sebagai Penyanyi Terbaik, antaralain di Golden Kite Song Festival (Malaysia), Golden Stag Singing Contest ( Rumania ), ABU International Anthem ( Thailand ). Selain itu, Trie Utami juga terpilih sebagai Penyanyi Terbaik Festival Lagu Pop Indonesia 1989.

Mulai tahun 2000, Trie Utami muli terlibat di kontes nyanyi Akademi Fantasi Indosiar ( AFI ) dan menjadi juri terkritis di dengan julukan Miss Pitch Control. Sebuah kesibukan yang membuat Iie tidak aktif mendukung Krakatau. Baru pada tahun 2017 Krakatau tampil kembali dengan nama Krakatau Reunion, dan melahirkan 2 album studio di bawah label DSS Music.

Salah satu pencapaian istimewa Trie Utami dalam dunia akting, tari dan teater adalah penampilannya dalam monolog Srintil.

Trie Utami

Saat ini, Iie kembali mengungkapkan soal proyek terbarunya dengan band Krakatau. Ia dan rekan-rekannya akan mendaur ulang tembang-tembang legend karya Krakatau dalam bentuk akustikan.

“Kami bersepakat untuk mendaur ulang lagu Krakatau dengan musik akustik sambil kita menginterpretasikan lagu yang sudah berusia 38 tahun ketika usia kita seperti sekarang,” kata Iie dengan senyum sumringah.

Untuk itu Iie berharap Pandemi Covid 19 segera berlalu, sehingga semua proyeknya yang sempat terhenti bisa dilanjutkan.

“Saya berharap Covid 19 segera berlalu, biar aktivitas berkesenian bisa kembali pulih dan proyek saya yang sempat terhenti bisa dilanjutkan,” harap Trie Utami menutup perbincangan selama satu jam bareng pengamat musik Bens Leo (Fjr/Buyil)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.