HomeNewsEdutainmentPEREMPUAN PEREMPUAN CHAIRIL

PEREMPUAN PEREMPUAN CHAIRIL

Published on

Trenz Edutainment |Lakon bertajuk “Perempuan Perempuan Chairilakan menjadi persembahan terbaru yang akan dipentaskan Titimangsa Foundation dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Pentas ini menjadi bukti eksistensi Titimangsa Foundation menyusul sukses menggelar pementasan teater “Bunga Penutup Abad yang mengadaptasi karya sastra Pramoedya Ananta Toer di Jakarta pada Agustus 2016 dan di Bandung pada Maret 2017 lalu

Lakoni “Perempuan Perempuan Chairilakanmengangkat sosok penyair besar Indonesia, Chairil Anwar dan akan diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 11 dan 12 November 2017 pukul 20.00 WIB bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Chairil Anwar melalui karya-karyanya merupakan cermin sejarah unhelsea Islanasti percakapan itu tidaklah sebagaimana yang terjadi sesungguhnya karena tidak ada rujukannya antara Chairil dengan tokoh lainnya. Misalnya dengan Mirat, nyaris tak ada referensi yang bisa menjadi acuan, apa yang diperbicangkan, dipertentangkan antara Chairil dan Mirat? Tetapi dari puisi-puisi Chairil yang ditulis untuk Mirat, kita bisa membayangkan pergulatan batin sang penyair, yang kemudian menjadi dasar untuk membuat percakapan dan adegan.

“Dengan pendekatan biografi puitik ini, penulisan lakon menjadi memiliki fleksibilitas tafsir, karena tak terlalu terbebani untuk menginformasikan sebanyak mungkin fakta-fakta seputar Chairil.  Fakta-fakta dirujuk untuk mempertegas adegan, percakapan dan konflik. Pergulatan batin dan kegelisahan Chairil (juga tokoh Ida, Sri, Mirat dan Hapsah) menjadi bisa di eksplorasi menjadi sebuah drama. Karena bagaimana pun, ini adalah pertunjukan teater yang mestilah memiliki bangunan dramatika atau dramaturgi yang diharapkan memikat,”terang Agus Noor.

Sementara itu Hasan Aspahani sangat mengagumi sosok sang penyair. Di balik perjuangan, Chairil memiliki kedekatan dengan beberapa perempuan yang menjadi penyemangat dalam lahirnya beberapa karyanya. Bagi Chairil, perempuan adalah inspirasi. Ia mencintai dengan gebu dan rencana, tak selalu berakhir bahagia, lebih kerap dihadang oleh nestapa. O, bibir merah, selokan mati pertama!. Tapi bagi Chairil mencintai adalah kesadaran untuk berani menempuh resiko. Dia tak tertantang pada hidup yang tenang.

Hasan mengungkapkan bahwa tak sampai seratus tulisan yang ditinggalkan oleh Chairil dalam tujuh tahun masa produktifnya menulis, diantaranya ia menulis 70 sajak, tetapi sajak-sajaknya yang sedikit itu mewujudkan tekadnya untuk hidup seribu tahun lagi. Ya, Chairil hidup dan akan terus hidup dalam sajak-sajaknya.

Teater Perempuan Perempuan Chairil akan menampilkan aktor terbaik Indonesia yaitu Reza Rahadian sebagai Chairil Anwar, Marsha Timothy sebagai Ida, Chelsea Islan sebagai Sri Ajati, Tara Basro sebagai Sumirat dan Sita Nursanti sebagai Hapsah Wiriaredja. Dimeriahkan dengan hadirnya pemain pendukung yaitu Sri Qadariatin sebagai Perempuan Malam dan Indrasitas sebagai Affandi. Pementasan ini pun didukung oleh tim kerja yang solid dan profesional yaitu Iskandar Loedin sebagai Pimpinan Artistik; Ricky Lionardi sebagai Penata Musik; Prabudi Hatma Samarta sebagai Penata Video;Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Kostum; Yudin Fakhrudin sebagai Penata Rias;White Shoes & the Couples Company sebagai Pengisi Lagu; dan dr. Tompi sebagai Fotografer.

“Pementasan ini merupakan hasil eksplorasi dan penafsiran yang digali oleh para kreator untuk menampilkan adaptasi yang berbeda di atas panggung dan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan ini adalah satu langkah pencapaian yang dapat meyakinkan banyak pihak bahwa penyelenggara seni pertunjukan lokal bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Semoga “Perempuan Perempuan Chairil ini memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya,” ujar Renitasari AdrianProgram Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Lakon ini mengisahkan tentang cinta dan perempuan bagi Chairil adalah inspirasi, juga tragedi yang membuat hidupnya terhempas, terlepas dan luput. Tersaji dalam empat babak, yang menggambarkan hubungan Chairil dengan empat perempuan yakni Ida, Sri, Mirat dan Hapsah. Empat perempuan istimewa, mereka menggambarkan sosok perempuan pada jaman itu. Ida Nasution adalah mahasiswi, penulis yang hebat, pemikir kritis dan bisa menyaingi intelektualisme Chairil ketika mereka berdebat. Sri Ajati, juga seorang mahasiswi, bergerak di tengah pemuda-pemuda hebat pada zamannya. Ikut main teater, jadi model lukisan, gadis ningrat yang tak membeda-bedakan kawan. Sumirat, juga seorang yang terdidik yang lincah. Tahu benar bagaimana menikmati keadaan, mengagumi keluasan pandangan Chairil, menerima dan membalas cinta Chairil dengan sama besarnya tapi akhirnya cinta itu kandas. Lalu akhirnya Chairil disadarkan oleh Hapsah, bahwa dia adalah lelaki biasa. Perempuan yang memberi anak pada Chairil ini begitu berani mengambil risiko mencintai Chairil karena tahu lelaki itu akhirnya akan berubah, meskipun itu terlambat, tapi ia tahu Chairil menyadari bahwa Hapsah benar. Empat perempuan yang tak sama, empat cerita yang berbeda. Tanpa mengecilkan arti dan peran perempuan lain, tapi lewat cerita empat perempuan ini kita bisa mengenal sosok Chairil juga dunia yang hendak ia jadikan, serta zaman yang menghidupi dan dihidupinya.

Penyelenggaraan pentas teater yang menjadi produksi ke-18 Titimangsa Foundation ini merupakan wujud apresiasi terhadap karya puisi sekaligus memberi arti pada sosok sang pujangga kebanggaan Indonesia. Antusiasme publik dalam setiap produksi Titimangsa Foundation selama ini juga sangat tinggi dimana hal ini membuat pihak sponsor setia memberi dukungan. Lewat dukungan tersebut terbangunlah suatu kerjasama demi menyatukan energi dan semangat dalam setiap proses produksi yang dikerjakan Titimangsa Foundation.

Pertunjukan ini turut didukung oleh berbagai pihak yang memberikan perhatian penuh yaitu Bakti Budaya Djarum Foundation, Wahana Kreator – Plot Point, Sariayu Martha Tilaar, Herbana, Teh Botol Sosro, Double Tree by Hilton JakartaDiponegoro, Antangin Mint, Arkaan Property Construction Designer, DSS, Almond Tree, Blibli.com serta media partner Bens Radio, Sonora FM, Smart FM dan Motion FM.

Tiket untuk menyaksikan pentas teater “Perempuan Perempuan Chairil yang dibanderol dengan pilihan : Rp 200 ribu (kelas 3), Rp 300 ribu (kelas 2), Rp 500 ribu (kelas 1), Rp 750 ribu (VIP), hingga Rp 1 juta (VVIP) dan telah dijual sejak 4 Oktober lalu dikabarkan laris manis. (pr/Trenz Indonesia) | Foto: Dol Image Dynamics

 

Latest articles

Andrigo “Pacar Selingan” Dipastikan Hadir Meriahkan Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 di Riau

Riau — Semarak perayaan budaya Melayu di Provinsi Riau dipastikan akan semakin meriah. Artis...

Forum Wartawan Hiburan,Genap 12 Tahun, Semangat Kebersamaan Jadi Kekuatan Bertahan

Jakarta , Trenzindonesia.com - Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-12...

Sinkronisasi RKPD 2027 Jadi Fokus Rakortekrenbang Bali

BALI , Trenzindonesia.com – Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah turut berpartisipasi...

23 Santri PPRQ Lampung Tunjukkan Kehebatan Amtsilati, Kiai Tekankan Adab di Atas Segalanya

Lampung, Trenzindonesia.com | Suasana haru, bangga, sekaligus takjub menyelimuti Masjid At-Tibyan, Kota Metro, saat...

More like this

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...

Dari Villa Bersejarah ke Kampus Impian: Cara Villa Merah Cetak Talenta Seni Muda

Jakarta,Trenzindomesia.com - Di sebuah bangunan bersejarah peninggalan tahun 1922 karya arsitek Belanda RLA Schoemaker,...

Lewat Seminar IPPRISIA, Menciptakan Kepribadian Profesional di Berbagai Profesi

Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Persona Pengembangan Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) sukses menggelar seminar pengembangan kepribadian...