Trenz Indonesia
News & Entertainment

Penerapan PSBB Di Kota Bogor Mulai Berlaku Hari Ini

489
Dedie A Rachim

Bogor, Trenz News | Terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berlaku mulai Rabu dinihari nanti 15/04/2020 atau Rabu mulai pukul 00.01 WIB dan akan berlaku selama 14 hari yakni hingga tanggal 28 April 2020. WakiL Walikota Bogor, Dedie A Rachim sudah mempersiapkan titik titikrazia Kendaraan  / pos Check Point Pengawasan Pelaksanaan PSBB di 10 Wilayah Kota Bogor yang nantinya akan di jaga oleh beberapa tim personil aparat kepolisian, TNI, dan Dishub Kota Bogor.

Dedie sendiri menghimbau kepada masyarakat Kota Bogor agar mentaati peraturan PSBB di Kota Bogor untuk mencegah penyebaran Wabah Virus Corona selama 14 Hari kedepan.

Adapun sangsi untuk pelanggar PSBB, Pemerintah bersama Kepolisian akan menggunakan KUHP pasal 212,216 dan 218 khususnya bagi mereka yang menyelenggarakan kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang.

PSBB KOTA BOGOR

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo menjelaskan penerapan PSBB akan diberlakukan pada Pukul 06.00-19.00 WIB, moda transportasi Umum dan Pribadi dibatasi jumlah pengguna nya contoh angkot yang tadinya 10 orang hanya 50% atau setengahnya begitu juga mobil pribadi sedan yang jumlah penumpangnya 4 orang dibatasi jadi 2 orang. Sementara Ojol juga tidak boleh membawa penumpang hanya angkut barang,  Gofood, Gosend itu boleh. Dan sesuai Pemenkes nomor 9 tahun 2020 yang mana motor pribadi masih diperbolehkan bonceng dengan syarat KTP yang sama atau serumah dan di wajibkan memakai masker dan sarung tangan, para pelanggar juga akan dikenakan Tindak Pidana Ringan(Tipiring) pasal 93 Undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Wilayah dengan denda 100 juta.

“Adapun kegiatan yang masih diperbolehkan yaitu Logistik, Kesehatan, Bahan pokok, Energy, Kontruksi, Komunikasi dan Keuangan”, jelas Eko.

Sementaran itu, Pemerintah Kota Bogor juga sudah mempersiapkan Perwali dan SK WALIKOTA untuk masyarakat Kota Bogor dan Perantau dan SK Daftar Penerima Jaringan Pengaman Sosial Dampak Wabah Virus Corona Covid-19,.

Dedie A Rachim

“Sudah ada Data Terpadu Kesejahteraan  Sosial (DTKS) atau data warga miskin Kota Bogor yang sudah selesai di susun oleh Dinsos dari program Kemensos yang berjumlah 71.000 KK. Sebagian besar sudah menerima bantuan PKH, Beras Sejahtera (Rastra) dan Kartu Sembako”, ungkap Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim.

“Untuk Misbar Miskin Baru akan dipenuhi dari bantuan Pusat dan Propinsi, Bantuan Pemkot Khusus untuk Misbar yang belum tercover 2 sumber diatas akan ditanggulangi oleh Pemkot (menyesuaikan anggaran yang  tersedia) termasuk program Padat Karya dan Misbar harus berdasarkan KK dan e-KTP serta tidak boleh tumpang tindih atau berkali kali sesuai Azas Keadilan”, jelas Dedie, di Balaikota Bogor, Selasa (14/04/2020).

Wakil Walikota Bogor juga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mengevaluasi Perkantoran yang masih mengerjakan Karyawan agar tidak terjadi penumpukan di Stasiun Bogor.

Sebelumnya PT.KCI dan PT.KAI telah mengubah jam operasional KRL yakni dimulai pukul 06.00-18.00 WIB yang mana penumpang  dibatasi maksimal 60 Orang dalam satu gerbong serta setiap harinya hanya 683 perjalanan KRL. Kebijakan tersebut diambil sebagai penerapan PSBB.

“Terkait penghentikan operasional KRL selama penerapan PSBB, kami sudah bahas bersama 5 kepala daerah yang sudah menerapkan PSBB, bahwa tidak ingin dalam masa penerapan PSBB, masih banyak pengguna jasa transportasi KRL”,ujar Dedie.

“Walaupun ada pembatasan penumpang, tapi hasil di lapangan masih banyak penumpang yang berjubel dalam satu gerbong, seperti yang terjadi pada Senin pagi (13/04/2020) di Stasiun Bogor. Pihak PT.KCI dan PT.KAI pun menyatakan kesanggupan nya, jadi tidak menutup kemungkinan (penutupan) in syaa Allah suratnya sudah dikonsep, kita sudah sepakat kolektif saja ditandatangani kemudian disampaikan.” Urai Dedie.

Sementara itu, pelaksanaan razia kendaraan di pos check point dimulai pukul 06.00 s/d 19.00 Wib dilanjutkan Patroli Gabungan Skala Besar pada malam hari, yang mana 10 pos check poin untuk pelaksanaan PSBB di Kota Bogor adalah : Simpang Ciawi, Simpang Baranangsiang, Simpang Tol BORR, Simpang Pomad, Simpang Yasmin, Simpang Bubulak, Simpang Batu Tulis, Simpang Empang, Simpang Gunung Batu dan Simpang RSUD.

Untuk diketahui, pelaksanaan yang akan dilakukan di masing masing pos check point tersebut adalah: Pengecekan suhu badan dengan thermal gun; Pengecekan penggunaan masker baik pengemudi ataupun penumpang R2 dan R4; R4/R6 atau lebih hanya diperbolehkan membawa penumpang 50%; R4 berkapasitas 4 orang, hanya boleh diisi 2 orang, 1 pengemudi dan 1 penumpang duduk di belakang; R4 berkapasitas 7 orang, hanya boleh diisi 3 orang, 1 pengemudi, 2 penumpang ditengah dan dibelakang; R2 diperbolehkan membawa 1 penumpang yang serumah.

Rencananya, Rabu  ini (15/04/2020), Kapolda Jawa Barat dan Pangdam III/Siliwangi akan melakukan pengecekan secara langsung mengenai kesiapan Pelaksanaan PSBB di wilayah Kota Bogor.

Untuk Pos Check Point Pengawasan Pelaksanaan PSBB  dan RW Siaga yang Rencananya akan dijadikan lokasi Tinjau adalah: Pos Chek Point Simpang Baranang Siang Bogor Timur; Pos Chek Point Simpang Ciawi jalan Raya Tajur – Ciawi Bogor ; Pos Chek Point Simpang Batu Tulis; RW siaga di Kec Bogor Selatan , Alamat Jl.  Pahlawan Pintu masuk jln. Layungsari 1 Rw 17.Kel Empang; Pos Chek Point Jl Raya Empang Bogor Selatan, dan Stadion KA Bogor Kec Bogor Tengah.

Selain itu, Pos Chek Point lainnya akan tetap dipersiapkan guna antisipasi adanya Perubahan Rute ataupun kunjungan dadakan. (PR/Dadi) | Foto: Istimewa

Editor : Fajar Irawan

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.