Bonsai kelapa dibuat dari bibit kelapa tua yang sehat, disemai sampai tunasnya keluar, kemudian sabutnya dikupas dan batoknya ditanam di pot kecil. Supaya ukurannya tetap mini, tunas yang sudah tua perlu disayat dan pertumbuhan akarnya dibatasi. Dilansir KapanLagi.com dari Cybex Kementerian Pertanian, membuat bonsai dari tanaman kelapa memang tidak gampang, tetapi bila berhasil nilai seninya tinggi dan harga jualnya juga mahal.
Cybex Kementerian Pertanian menyebut kelapa gading merah, kelapa gading susu, dan kelapa albino sebagai jenis yang paling sering dijadikan bonsai. Alasannya, ukuran buah ketiganya relatif kecil dan warna batoknya menarik. Secara teori banyak jenis kelapa bisa ditumbuhkan dari buahnya, tetapi tidak semuanya cocok dibentuk menjadi bonsai.
Memilih bibit yang tepat
Tahap pertama adalah menentukan bahan baku, karena hasil akhir sangat bergantung pada kualitas bibit. Pilih buah kelapa yang sudah tua agar lebih cepat bertunas, dan sebisa mungkin petik langsung dari pohon, bukan yang jatuh sendiri. Kelapa yang jatuh rawan retak atau cacat di bagian dalam. Sebaiknya pilih buah yang akarnya banyak dan batoknya kecil.
Menurut pedoman bonsai internasional, buah sebaiknya masih utuh, berumur sekitar satu tahun, dan terdengar bunyi air saat dikocok. Bila tidak ada bunyi air, kemungkinan bagian dalamnya sudah kering. Ukuran buah juga perlu diperhatikan: yang terlalu kecil atau terlalu besar sulit dibentuk, sedangkan ukuran sedang biasanya paling pas untuk pot bonsai. Untuk penghobi di luar Indonesia, sejumlah panduan asing merekomendasikan Malayan dwarf, Fiji dwarf, dan Maypan.
Bonsai kelapa berbeda dari bonsai pada umumnya. Mengutip Bonsai Empire, situs referensi bonsai internasional, ada fakta botani yang perlu dipahami sejak awal: “Pohon kelapa tidak menumbuhkan cabang dan batangnya tidak memiliki lapisan kambium. Namun dengan membatasi pertumbuhan akar dan memangkas daun, kelapa bisa dibuat tetap kecil.” Sebagai catatan kecil, tanggal pemetikan bisa ditandai di kulit kelapa memakai spidol untuk memantau berapa lama bibit butuh waktu bertunas.
Menyemai sampai tunas muncul
Sebagian penanam merendam kelapa di air hangat selama 3-4 hari untuk memancing pertumbuhan, terutama bila buah terasa agak kering. Wadah semai bisa berupa polybag; menurut Bonsai Empire, polybag berlubang drainase mempercepat perkecambahan. Posisi batok menentukan bentuk akhir bonsai karena pusat pertumbuhan kelapa ada di batoknya. Bila diletakkan berdiri, batok nantinya dikelilingi akar; bila horizontal, bibit tumbuh menyerupai keong.
Panduan internasional menyarankan menanam kelapa kira-kira setengah bagian ke dalam tanah dengan sisi runcing menghadap ke bawah. Media dijaga lembap, tetapi jangan sampai becek. Tunas biasanya muncul pada minggu ke-2 atau ke-3, bisa lebih lama tergantung kondisi buah dan suhu lingkungan. Batang atau tunas muda jangan sampai rusak di tahap awal karena bisa membuat tanaman mati.
Sebagaimana dilaporkan Manila Bulletin, ada pilihan lain untuk menumbuhkan bibit, yaitu memakai media air. Caranya, biarkan bagian biji tempat tunas akan muncul terendam air, misalnya dengan meletakkan biji di atas botol plastik yang sudah dipotong, lalu isi botol dengan air dan tambah lagi bila berkurang. Setelah akar tumbuh cukup banyak, bibit bisa dipindahkan ke tanah atau tetap dipelihara di air sesuai selera.
Mengupas sabut dan menanam di pot
Menurut Bonsai Empire, setelah tunas mencapai sekitar 30 cm, biasanya dalam 3-5 bulan, sabut luar boleh dibuang supaya kelapa tampak lebih kecil dan menarik, lalu ditanam di pot bonsai. Sebagian penghobi di Indonesia mulai mengupas lebih awal, yaitu begitu tunas muncul. Gunakan pisau tajam atau cutter, potong miring sekitar 1/3 bagian belakang kelapa, lalu kupas sabut sedikit demi sedikit agar tunas tidak rusak. Sisa serat halus pada batok dibersihkan; merendam biji di air memudahkan pengerokan, dan amplas bisa dipakai bila ingin hasil lebih halus.
Media tanam yang sering dipakai adalah campuran pasir, tanah, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Intinya, gunakan tanah berpasir yang cepat meresapkan air. Pot cukup dangkal tetapi minimal bisa menampung batok kelapa, dan wajib punya lubang drainase di bagian bawah. Cybex Kementerian Pertanian menganjurkan meletakkan batok pada posisi miring, dan akar jangan sampai patah saat dimasukkan ke media.
Pot perpanjangan bisa dipakai untuk mengatur ketinggian biji dengan mengisi tanah lebih dulu. Setelah akar menembus ke pot utama, pot perpanjangan beserta tanahnya dibuang sehingga batok terlihat menggantung di atas akar. Contohnya, kelapa gading yang ditanam horizontal dengan pot perpanjangan menghasilkan batok bundar kekuningan yang tampak melayang di atas jalinan akar, mirip bentuk rumah siput. Bentuk seperti ini banyak dijumpai di pasar tanaman hias.
Menjaga ukuran tetap mini
Ketika bibit sudah tumbuh sekitar 15-20 cm, lakukan penyayatan di bagian bawah agar tidak membusuk. Sayat hanya pelepah atau tunas yang sudah tua, jangan tunas muda. Untuk akar, jangan langsung memotong akar-akar tipis. Tunggu beberapa hari agar tanaman tidak makin stres, dan tutup biji dengan kain basah selama seminggu supaya pulih sebelum akar tipis dibuang.
Panduan lokal menyarankan mengikat bonsai dengan tali atau kawat sesuai bentuk yang diinginkan. Namun ada perbedaan pendapat soal ini: Bonsai Empire menyebut teknik pengawatan tidak diterapkan pada bonsai kelapa. Bila ingin memakai kawat atau tali, ikat dengan longgar dan periksa secara rutin.
Perawatan rutin
Kelapa menyukai iklim panas dan lembap, dengan kelembapan setidaknya 75 persen, dan hanya tumbuh baik di daerah tropis. Kondisi itu mudah ditemukan di sebagian besar wilayah Indonesia. Letakkan bonsai di tempat terang dengan sinar matahari langsung minimal setengah hari; teras atau halaman yang kena sinar pagi menjadi pilihan ideal.
Bonsai kelapa butuh banyak air dan tidak boleh sampai kering, tetapi pastikan air bisa mengalir keluar dari pot agar akar tidak busuk. Siram sekali sehari pada pagi atau sore hari, dan cek kelembapan lebih sering saat cuaca panas dan berangin. Pupuk diberikan cukup banyak sepanjang tahun, dengan pupuk organik padat lebih disarankan meski pupuk cair juga bisa dipakai. Menyemprot daun dengan sedikit air setiap beberapa hari membantu menjaga kelembapan, terutama bila bonsai diletakkan di dalam ruangan.
Penanam di Filipina memakai teknik memotong lapisan kulit terluar pada pangkal tunas untuk mencegah bonsai tumbuh terlalu cepat. Bonsai yang sudah jadi cukup dibersihkan secara rutin untuk membuang bagian batang yang mengering. Untuk melindungi dari hama dan penyakit, gunakan insektisida dan herbisida sesuai dosis di kemasan. Tampilan batok bisa dipercantik dengan menyemprotnya memakai air, lalu melapisinya dengan pernis; permukaan media juga bisa ditutup lumut agar bonsai terlihat lebih tua.
Pohon kelapa sangat sensitif terhadap cuaca dingin. Bagi yang tinggal di dataran tinggi, bonsai sebaiknya diletakkan di tempat hangat dan terlindung dari angin malam.
Waktu pengerjaannya bervariasi. Tunas biasanya muncul dalam beberapa minggu, sedangkan sampai siap dikupas dan dipindah ke pot bonsai butuh sekitar 3-5 bulan. Membentuk tampilan yang rapi dan stabil bisa memakan waktu lebih lama, tergantung perawatan.
