Di kota Paris, saya akhirnya banyak belajar tentang sabar. Sabar menahan pandangan. Bersikap ‘iffah’, menahan diri dari syahwat perut dan kemaluan. Menurut orangtua saya; sabar lan nrimo, sumarah marang Gusti (sabar dan merima, serta pasrah kepada Tuhan), seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan. Sabar dapat menjaga konsistensi menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Barokallahu. Salamun qoulam mirrobbirrohiim.
Pada sisi lain Jeff Cottaz selaku Pengamat Budaya Indonesia berkebangsaan Perancis, menyampaikan tentang pentingnya acara ini. Melalui forum ini setidaknya, wayang dapat dijadikan sebagai media ekspresi yang memperlihatkan karakter sebuah bangsa. Namun pengamat budaya yang pernah tinggal di Indonesia ini sekaligus menyayangkan, wayang justru terlantar dan terpinggirkan di negerinya sendiri.
Meski dalam durasi pendek, namun pertunjukan Wayang Orang dan Wayang Kulit dengan lakon “Kresna Duta” tersebut, secara antusias mampu memukau ratusan orang dari berbagai Negara yang ikut menyaksikan, sekaligus menunjukkan pada dunia, bahwa Indonesia adalah rumah bagi wayang.
‘General Assembly’ adalah forum NGO – ICH, jaringan yang memiliki platform untuk berkomunikasi, pertukaran dan kerjasama antar organisasi penggiat budaya, yang terakreditasi oleh UNESCO. Sesuai Konvensi UNESCO forum ini secara bersama-sama, menjaga nilai-nilai warisan budaya tak berwujud (Intangible Cultural Heritage). General Assembly’ diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Tidak kurang dari 500 orang delegasi dari 175 Negara akan bersidang di acara ini.