Trenz Indonesia
News & Entertainment

Menkominfo: Pembangunan Infrastruktur untuk Masa Depan Anak Bangsa

22

Jakarta, Trenz News | Sebagai negara berkembang, pemerintah tidak henti-hentinya berinovasi dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk menuju hal itu, diperlukan pelayanan yang prima, yakni pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan konsisten.

Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melalui Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 bertajuk “Membangun Sumber Daya Manusia Menyongsong Era Industri 4.0: Memastikan Infrastruktur TIK, Industri Manufaktur, SDM Riset, dan Skema Dukungan Anggaran”. di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Selasa (12/3).

Menteri Rudiantara mengatakan, fokus pemerintah saat ini salah satunya pembangunan infrastruktur. Menurutnya, sektor ini merupakan salah satu faktor pendorong terpenting kemajuan sebuah negara.

“Pemerintah membangun infrastruktur dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sudah siap untuk bertarung di kancah global. Lewat program Digital Talent Scholarship, Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju lagi dari hari ini,” ujar Chief RA, sapaan akrab Rudiantara.

Masyarakat harus merubah cara berpikir tentang infrastruktur yang tidak hanya jalan tol atau pembangunan fisik lainnya. Lebih dari itu, infrastruktur di bidang telekomunikasi juga menjadi pencapaian pemerintah yang perlu dukungan masyarakat luas.

Ke depan, menurut Menkominfo, Indonesia akan membangun satelit sendiri. Hal itu dilakukan untuk menjadi bangsa yang kuat dan petarung. Untuk menuju ke arah itu, jelas Indonesia perlu memperbaiki cara belajarnya.

“Sehinga, ke depan tidak ada lagi pendidikan yang tertinggal karena tidak terhubung dengan internet. Tidak ada lagi Puskesmas yang tidak terhubung dengan internet agar kecepatan pelayanan kesehatan bisa maksimal,” jelas Chief RA.

Selanjutnya, Menkominfo menjelaskan, pada tahun 2030 akan mengalami bonus demografi. Ekonomi Indonesia akan menguat karena ekonomi seluruh negara di Asean jika disatukan akan sama dengan kekuatan ekonomi di Indonesia.

“Yang kita butuhkan, tahun 2015-2020 adalah digital talent masuk ke ekonomi Indonesia. Dari mana kita dapat? Perguruan tingi menghasilkan gelar sarjana. Saat ini pemerintah fokus pada skill atau vokasional. Setiap tahun kita butuh 600.000 digital talent,” ungkap Rudiantara.

“Untuk itu, Kemkominfo membuat akademi digital talent. Pesertanya lulusan SMK, D3 atau S1. Yang penting usianya tidak lebih dari 29 tahun. Tahun ini disiapkan 20.000 peserta. Memang terhitung masih sedikit jika dibandingkan kebutuhannya yang mencapai 600.000 digital talent,” jelas Chief RA.

Yang terpenting, Menkominfo menjelaskan, saat ini Indonesia telah memiliki tamplate. Pilot projectnya telah dilakukan tahun 2018. Kemkominfo telah merekrut 1.000 peserta. Yang daftar sampai 64.000 orang. Hasilnya, yang tersertifikasi 980. Ada 2 persen yang tidak berhasil.

“Kita menghasilkan digital talent yang berdasarkan skill. Mereka masuk kelas yang kerjanya latihan komputer saja. Kami kerjasama dengan 40 lebih perguruan tinggi. Yang kita butuhkan ketrampilan-ketrampilan hingga bisa langsung cepat kerja. Mulai dari Aceh hingga Papua. Kita ingin semua generasi muda Indonesia bisa mengikuti ini,” pungkas Rudiantara.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.