Trenz Indonesia
News & Entertainment

Gerakan Revolusi Mental Pembentukan SDM Indonesia Hadapi Era 4.0

17

Jakarta, Trenz News |  Saat ini, revolusi industri memasuki era 4.0 dengan basis teknologi digital. Percepatannya terjadi di seluruh negara di dunia. Tak terkecuali bagi Indonesia.

Namun, sampai sejauh mana Indonesia mampu mengikuti percepatan revolusi industri 4.0 yang mampu merambah hampir di seluruh sendi kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara?

Yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana Indonesia bisa membalikkan keadaan dengan fokus meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga bisa menjadi syarat dasar Indonesia untuk bisa memimpin di kancah global.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema “Membangun Karakter dan Mental Indonesia” di Ruang Rapat Utama, Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (14/3).

Menurut Hilmar, revolusi karakter menjadi jantung dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Untuk itu, harus terus ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat.

“Gerakan revolusi mental merupakan gerakan yang fenomenal. Dalam kehidupan sehari-hari telah banyak terjadi perubahan.Salah satu contohnya yang terjadi di comnuter line (kereta api jabodetabek) di mana saat ini sudah dinilai lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi di pembangunan infrastruktur. “Terkait infrastruktur, jangan hanya dilihat secara fisik. Tapi lihat juga side effectnya dari sisi kebudayaan,” ujar Hilmar.
Selanjutnya, menurut Dirjen Kebudayaan, penguatan pada pendidikan karakter. Pola yang dilakukan sebisa mungkin melalui hal-hal yang praktis. Misalnya, peserta didik diarahkan untuk bergotong royong melakukan bersih-bersih sekolahnya.

“Di Jepang, tidak ada OB (Office Boy) karena semua pekerjaan bisa dilakukan dan menjadi tanggung jawab masing-masing. Sementara persepsi di Indonesia masih berbeda, segala sesuatu harus dibantu oleh orang lain,” pungkas Hilmar Farid.

Leave A Reply

Your email address will not be published.