Trenz Indonesia
News & Entertainment

Kabupaten Pasuruan Tawarkan Eksotis Budaya dan Potensi Alam Sebagai Destinasi Wisata

41
Mewakili Bupati Pasuruan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Lulis Ratnawati Yudi, SE, (mengenakan jilbab dan baju warna hijau), foto bersama dengan Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Drs. Dwi Suyanto, MM, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Drs. Agung Marynono, M.Si, Ketua Paguyuban Warga Pasuruan di Jakarta, Eddy Hadijanto, beserta Cak dan Yuk Kabupaten Pasuruan, sebelum menyaksikan pergelaran ‘Anugerah Duta Seni dan Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (14/04/2019).

Jakarta, Trenz Edutainment |  Potensi daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi industri kreatif. Baik potensi artistik, kerajinan, kuliner, alam, sejarah, maupun kompetensi lainnya.

“Kami memiliki potensi alam luar biasa. Sumber air yang melimpah, susu sapi segar, buah dan sayur, bunga hias yang luar biasa, dari mulai ‘Sedap Malam’, hingga bunga ‘Krisan’,” papar Bupati Pasuruan, H. Irsyad Yusuf, SE, MMA, melalui video ‘Selayang Pandang Kabupaten Pasuruan’, yang ditayangkan di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (14/04/2019).

Banyak destinasi wisata alam dan budaya, terang Irsyad, yang dapat dikunjungi di Kabupaten Pasuruan. Mulai dari Pantai Ranu Grati, pantai Penunggul, Bukit Kingkong Pananjakan, Gunung Arjuno, Air Terjun Kakek Bodo, Air Terjun Coban Baung, Taman Safari Prigen, Kebun Raya Purwodadi, Banyu Biru, Saygon Waterpark, hingga Kebun Bunga Krisan Tutur.

“Kami mengundang Anda untuk datang ke Kabupaten Pasuruan. Ada Kebun Buah Strawberry, Kebun Apel Nongkojajar, perah Susu Segar Nongkojajar, hingga potensi alam Gunung Penanggungan. Atau menikmati kesejukan alam dan indahnya matahari terbit di Penajakan Bromo,” ajak Irsyad Yusuf, melalui tayangan video dalam perhelatan ‘Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, yang diselenggarakan Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini.

Pada acara gelar budaya tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Lulis Ratnawati Yudi, SE, mewakili Bupati Pasuruan menyampaikan, pentingnya lembaga pemerintah pusat, dan daerah, ikut mempromosikan industri kreatif sebagai landasan pertumbuhan ekonomi. “Dan kearifan lokal harus menjadi basis pengembangannya. Strategi kebudayaan ikut menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif,” ujar Lulis, sekaligus menyampaikan permohonan mohon maaf, Bupati Pasuruan tidak bisa hadir karena harus siaga menjelang Pemilu.

Melalui apresiasi kesenian dan budaya daerah ini, lanjut Lulis, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi potensial wilayah yang dapat direkomendasikan sebagai destinasi wisata. “Di Kabupaten Pasuruan banyak sanggar tari dan seni budaya. Ketika mereka bisa tampil di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII), hal ini akan menjadi kebanggaan, dan menjadi cerita buat anak cucunya di kemudian hari,” tutur istri Bupati Pasuruan, yang pernah dianugerahi penghargaan Manggala Karya Kencana Tahun 2017 oleh Pemerintah Pusat ini.

Di pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur ini, duta seni daerah Kabupaten Pasuruan, menampilkan tiga sesi pertunjukan, berupa teater arena, ’Bantengan’, tari kreasi ’Krisan’, dan drama tari, ’Legenda Candi Belahan’.

Kesenian ’Bantengan’ terinspirasi dari legenda Dewa Siwa yang memiliki abdi setia, bernama ’Nandi’. Sosok yang kuat, keras hati dan pantang menyerah. Kesenian ini hingga sekarang masih berkembang di Pasuruan.

Tari kreasi ’Krisan’ merupakan tari kreasi. Terinspirasi dari kembang ‘Krisan’ yang tumbuh subur di kawasan Nongkojajar Pasuruan. Bunga ini menjadi simbol keagungan Pasuruan. Spirit di dalamnya tertuang dalam jiwa setiap insan di bumi Pasuruan.

Drama tari, ’Legenda Candi Belahan’ mengisahkan pengembaraan dan pelarian Prabu Airlangga. Dalam pelariannya Prabu Airlangga ditemani seorang pria tua yang tak lain, adalah Dewa Wisnu. Atas petunjuk kakek tersebut, Prabu Airlangga diminta bertapa di puncak Indrakilo Gunung Arjuna. Dalam pertapaan tersebut Prabu Airlangga dianugerahi Keris Pusaka Negatantra yang dapat mengalahkan setiap musuh.

Prabu Airlangga akhirnya dapat membangun kembali kerajaan Wangsa Isyana yang telah hancur oleh angkara. Prabu Airlangga membangun kerajaan baru bernama ’Kahuripan’ dengan gelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharma Wangsa Airlangga Anata Wikromottungga Dewa.

Para seniman yang terlibat di pergelaran ini, antara lain; Nurul Hudayati, SE, MM (Ide Cerita/Gagasan), Drs. Djoko Subagyo (Penulis Cerita), Tjahyani Widowati (Sutradara), Dea Syahyu Permatasari (Asisiten Sutradara), Tjahyani Widowati (Penata Tari), Yanto (Penata Musik), Moh Sifa (Penata Panggung), *Moh Sifa (Penata Artistik), Sumiati dan Ninik (Penata Kostum dan Penata Rias), serta didukung puluhan pengrawit, penyanyi dan penari.

Duta seni dari Kabupaten Pasuruan ini di bawah pembinaan langsung Bupati Pasuruan, H. Irsyad Yusuf, SE, MMA. Selaku Penasehat, adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Drs. Agung Marynono, M.Si. Penanggungjawab Nurul Hudayati, SE, MM (Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan ), serta Drs. Djoko Subagyo bertindak sebagai Pimpinan Produksi.

Turut menyaksikan acara ini, Istri Wakil Bupati Pasuruan, Hj. Nanik Asnawati, S.Ag, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Drs. Agung Marynono, M.Si. Hadir juga Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Drs. Dwi Suyanto, MM, dan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM.

Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Ketua Paguyuban Warga Pasuruan di Jakarta, Eddy Hadijanto, serta para warga dan pengurus Pawarta (Paguyuban Warga Jakarta) asal Jawa Timur.

Bertindak sebagai Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si. (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).

Anjungan Jawa Timur TMII selanjutnya akan menampilkan para duta seni daerah dari Kota Batu (21 April 2019), dan Kabupaten Sidoarjo (28 April 2019). Paket acara khusus, “Eksotika Budaya Jawa Timur”, Jum’at – Sabtu (19-20/04/2019). Disusul kemudian penyelenggaraan Peringatan Hari Tari Dunia, Sabtu (27/04/2019).

Leave A Reply

Your email address will not be published.