Trenz Indonesia
News & Entertainment

Kopi Indonesia Terbaik Tapi Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Pasar Timur Tengah

225
Kopi Baringga

Jakarta, Trenz Lifestyle |Geografis Indonesia menjadi wilayah yang ideal untuk pertumbuhan dan produksi kopi. Saat ini Indonesia. Bahkan berkat benih kopi arabika yang untuk pertama kali dibawa oleh pimpinan kapal dagang Belanda, Adrian van Ommen dari Malabar, India dan untuk pertama kali ditanam di wilayah dekat Batavia (sekitar tahun 1696), kini Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen dan eksportir kopi terbesar di dunia. Terkait dengan komoditi -komoditi agrikultur, kopi menjadi penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao.

“Kita harus bangga, karena Indonesia dikenal sebagai penghasil kopi yang kualitasnya baik”, ujar Dr. Anton Apriyantono, Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia saat menjadi narasumber Forum & Bincang Bisnis Indonesia International Islamic Fair 2019, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (11/12).

“Saat ini, Indonesia menjadi negara nomer 4 panghasil kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia” lanjut Anton yang merupakan mantan Menteri Pertanian RI di era SBY lalu.

Selain Dr. Anton Apriyantono, acara “Forum & Bincang Bisnis Indonesia International Islamic Fair 2019” dengan tema ‘Peningkatan Hulu Hilir Komoditi Kopi Indonesia Untuk Pasar Timur Tengah’  juga menghadirkan nara sumber lain yakni H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MH, Msc (Kopi Baringga), Ira Damayanti (Ketua Indonesia Diaspora SME-SMI Export/Journey Wonderfull Indonesia Coffee) serta T. Irham Kelana (Skylar Terra International/Tim Agregator Ekspor UKM-IKM).

Namun, meski Indonesia menjadi penghasil dan pengekspor kopi no 4 terbesar di dunia, tetap saja masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan pasar kopi luar negeri, karena terbentur pada beragam peraturan serta standard kualitas ekspor.

Menurut Dr.Anton, yang menjadi kendala. Di Indonesia kopi kebanyakan masih ditanam di hutan atau gunung, bukan khusus di perkebunan kopi.

“Persoalannya dihulu, ketika panenkopi kebanyakan dilakukan di hutan, dengan beragam faktor teknis yang menjai tidak efisien”. Ujar Dr. Anton.

“Kopi Aceh, kopi Mandailing memang udah ditanam di perkebunan, tapi di daerah lain masih ditanam dihutan atau di gunung gunung, jadi panennya masih susah”, jelas Dr. Anton.

“Padahal kopi kita sangat bervariasi dan memiliki cita rasa tersendiri, misalnya kopi Kintamani, adapula kopi Baringga”, tambah Dr. Anton.

Sementara H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MH, Msc menyatakan kalo konsumsi kopi semakin meninggi di indonesia

“Indonesia mengusai kopi arabika terbaik di dunia”, tegas H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MH, Msc

Menurut Jaksa yang akrab dipanggil Bang Tjoke ini, saat ini sedang dikembangkan oleh TNI AU di daerah Cicalengka Jawa Barat, namanya kopi Baringga.

“Jenis kopi baru ini pertama kali ditemukan oleh Kolonel TNI AU Anis Nurwahyudi, ditempat pelatihan Kopaskhas di daerah Jawa barat, lalu dinamakan Baringga diambil dari kata baret jingga, yang menjadi warna topi baret Paskhas TNI AU” papar Bang Tjoke.

“Kopi Baringga disukai oleh orang Rusia, bahkan di Rusia sudah ada kedai kopi Baringga”, jelasnya lebih lanjut

“Kopi ini mulai disukai di dunia, Cuma persoalannya, stocknya masih terbatas”, tambahnya.

Kopi semakin menjadi tren, setidaknya di Indonesia dalam satu bulan ada 2 coffee shop yang berdiri”, terang Bang Tjoke

“Kopi menjadi terkenal di ruang ruang publik”, ungkap Ira Damayanti (Ketua Indonesia Diaspora SME-SMI Export/Journey Wonderfull Indonesia Coffee).

“Kopi semakin berkualitas maka pasarnya juga besar”, lanjut Ira.

“Di Timur Tengah, kopi kita banyak menjadi ingatan. Pasar Timur Tengah sangat terbuka besar, yang perlu diutamakan adalah kemasan, kualitas dan kuantitasnya”, papar Ira Damayanti.

H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MH, Msc

“Padahal kopi Bali cukup mahal karena kualitasnya terjaga. Pembinaan yang dilakukan di Bali seperti di Singaraja yang dijadikan sentra kopi luwak, karena luwak khas Bali memang hidup di perkebunan kopi”. Ungkap H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MH, Msc

“Selain itu Bali juga menjadi penghasil kopi Arabika dan Robusta terbaik” , lanjut Bang Tjoke.

Berkenaan dengan potensi pasar kopi Indonesia di Timur Tengah, Dr. Anton menjelaskan bahwa selain kualitas kita juga harus tahu kopi jenis apa yang jadi selera di Timur Tengah.

“Strateginya berawal dari demand, kiuta perlu tahu selera di timur Tengah seperti apa. Umumnya disana itu sukannya kopi tubruk dan yang dicampur madu. Ini bisa menjadi peluang, bisa lihat jenis kopi yang seperti apa yang bisa dipasarkan buat ke Timur Tengah”, papar Dr. Anton.

“Sayangnya, pengusaha kita kurang research apa yang menjadi kemauan buat pasar di Timur tengah”, lanjutnya.

“Tren kopi setiap tahunnya naik 2,5%. Karenannya pasokan kopi dunia masih kurang. Brazil baru 20%, Columbia 10% dan pasokan dari negara negara Amerika Selatan dan sekitarnya baru mencapai 20%”, jelas Dr. Anton.

“Selain itu pasar kopi luwak di Dubai juga cukup baik, sedang kopi Mandailing cukup terkenal di Amerika dan Eropa”, tambahnya.

“Sayangnya pemenuhan kuota kopi di Luar Negeri sangat terbatas, selain karena panen kita yang kurang stabil, ekspor kopi termasuk komoditi yang dibatasi”, lanjut Dr. Anton.

“Sebenarnya sudah ada standar dan SOP dari mulai berkebun hingga panen agar dapat menghasilkan kopi yang berkualitas. Persoalannya para petani masih perlu bimbingan karena belum memahami cara memanen yang baik dan lainnya, terlebih memang diperlukan fasilitas terutama untuk pasca panennya”, ungkap Dr. Anton.

“Selain itu, masih perlu semacam koperasi guna memenuhi dan melindungi kebutuhan petani agar bisa memenuhi standar yang diperlukan”, lanjutnya.

“Untuk itu, Diaspora siap membantu menginformasikan apa yang sedang tren tentang kopi, terutama untuk pasar di Luar Negeri”, tambah Ira Damayanti.

“Karenanya, saya mendorong semakin banyak pengusaha yang terjun ke kopi untuk bisa memenuhi pasar Timur Tengah”, pungkas Dr. Anton. (Fjr/TrenzIndonesia) | Foto: Ihsan, DudutSP & Fajar

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.